
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa pengeluaran terbesar kelompok kelas menengah di Indonesia tahun ini meliputi kebutuhan makanan, perumahan, hingga pajak. Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar, menjelaskan bahwa kelompok penduduk di Indonesia diklasifikasikan berdasarkan proporsi pengeluaran bulanan mereka. Semakin tinggi kelas sosial seseorang, semakin kecil proporsi pengeluaran untuk makanan dan semakin besar porsi pengeluaran untuk barang-barang lainnya. "Pola pengeluaran setiap kelas masyarakat tercermin dari besarnya proporsi konsumsi atau pengeluaran untuk makanan," katanya dalam konferensi pers.
Amalia merinci bahwa kelas menengah mengalokasikan 41,67 persen dari pengeluarannya untuk makanan, 28,52 persen untuk biaya perumahan seperti sewa atau cicilan (KPR), dan 6,48 persen untuk pembelian barang atau jasa lainnya. "Sekitar 3,6 persen dari pengeluaran mereka digunakan untuk pendidikan. Ini menunjukkan bagaimana pola konsumsi masyarakat bervariasi berdasarkan kelasnya, dan setiap kelompok masyarakat memiliki pola konsumsi yang berbeda," tambahnya.
Selain itu, pengeluaran kelompok menengah juga digunakan untuk membayar pajak sebesar 4,53 persen, hiburan sebesar 0,38 persen, dan sekitar 3,99 persen dari pendapatan mereka untuk pembelian kendaraan. Sementara itu, 2,44 persen dari pengeluaran mereka digunakan untuk membeli pakaian.
Komentar Anda