
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengklaim, berbagai insentif fiskal yang telah pemerintah sediakan berhasil menarik investasi ke sektor industri hijau, salah satunya di sektor ekosistem bisnis mobil listrik.
Adapun berbagai insentif fiskal yang diberikan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya pada pembangunan ekonomi hijau di antaranya tax holiday, tax allowance, pembebasan bea masuk impor, pengurangan PPN, hingga pengurangan pajak terkait properti atau PBB.
Salah satu bukti dari klaim itu, kata Febrio didasari dari hasil kajian Institute for Essential Services Reform (IESR) pada 2023 yang mencatat besaran investasi di sektor ekosistem kendaraan listrik pada periode 2021-2022 sebesar US$ 20,3 miliar. Sebagian besar masuk ke industri produsen baterainya atau EV Battery.
Dengan berbagai insentif untuk mendorong berkembangnya ekosistem kendaraan listrik, atau yang menjadi bagian dari kebijakan hilirisasi untuk nikel itu, ia perkirakan akan mampu menekan emisi karbon hingga 15 juta ton CO2.
Komentar Anda