
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya perubahan prioritas pengeluaran pada kelas menengah di Indonesia selama lima tahun terakhir. Masing-masing kelompok masyarakat menunjukkan perbedaan pola konsumsi yang semakin mencolok. Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa terdapat peningkatan pengeluaran pada kelas menengah di tahun 2024, terutama untuk pajak atau iuran, barang dan jasa lainnya seperti tarif listrik, pendidikan, perumahan, keperluan pesta, dan makanan. "Untuk kelas menengah, terdapat sedikit peningkatan dalam pengeluaran untuk keperluan pesta dan barang/jasa lainnya, dari 6,04% menjadi 6,48%. Ini menunjukkan bagaimana pola konsumsi telah berubah dalam lima tahun terakhir hingga tahun 2024," ujar Amalia dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat.
Amalia menjelaskan bahwa pengeluaran prioritas utama kelas menengah umumnya meliputi makanan, perumahan, dan barang/jasa lainnya. Ketiga kategori pengeluaran ini memiliki proporsi masing-masing sebesar 41,67%, 28,52%, dan 6,48%. "Jika kita perhatikan, semakin rendah kategori kelas masyarakat, semakin besar proporsi pengeluaran untuk makanan. Sebaliknya, semakin tinggi kelas masyarakat, semakin kecil proporsi pengeluaran untuk makanan," tambahnya.
Komentar Anda