Contact Whatsapp085210254902

Industri manufaktur tertekan perlukah penyesuaian tarif pajak?

Ditulis oleh Administrator pada Jumat, 16 Agustus 2024 | Dilihat 558kali
Industri manufaktur tertekan perlukah penyesuaian tarif pajak?

Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini mengalami dampak negatif dari kekacauan global yang sedang berlangsung. Data terbaru menunjukkan penurunan signifikan dalam berbagai sektor ekonomi dibandingkan dengan periode sebelumnya. Faktor-faktor seperti suku bunga tinggi yang berkepanjangan, penurunan permintaan global, konsumsi yang tertekan, dan ketegangan geopolitik memengaruhi kondisi ekonomi dunia. Berikut adalah tiga indikasi utama bahwa Indonesia terdampak oleh ketidakstabilan global:

1. **Kontraksi di Industri Manufaktur**

Data dari Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menunjukkan bahwa PMI sektor manufaktur Indonesia jatuh ke angka 49,3 pada Juli 2024, mengalami kontraksi setelah empat bulan berturut-turut menurun. PMI ini turun dari 54,2 pada Maret 2024, dan terus berada di zona kontraksi setelah sebelumnya berada di fase ekspansi selama 34 bulan. Angka 50 pada PMI menandakan batas antara fase ekspansi dan kontraksi. Penurunan PMI ini mencerminkan dampak dari ketidakstabilan global yang menghambat aktivitas ekonomi, termasuk potensi resesi di Amerika Serikat yang diperkirakan akan memperburuk situasi ekonomi. Pertumbuhan sektor manufaktur pada kuartal II-2024 tercatat hanya 3,95% secara tahunan, menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 4,6% dan 4,9% pada 2022. Kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga menurun, mencatatkan angka terendah dalam tiga kuartal terakhir, yaitu 18,52%.

2. **Tekanan pada Industri Tekstil**

Sri Mulyani juga mengakui bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia mengalami tekanan yang signifikan akibat persaingan dengan produk impor. Hingga kuartal II-2024, pertumbuhan sektor TPT stagnan di angka 0%, sementara industri mesin mengalami kontraksi 1,8%, dan industri alas kaki serta karet masing-masing tumbuh 1,9% dan 2,1%. Data dari CNBC Indonesia menunjukkan banyaknya produk tekstil impor dari China yang dipajang di kios-kios Pasar Tanah Abang, Jakarta, dengan harga yang sangat murah dan tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sektor tekstil mengalami kontraksi rata-rata 0,88% dalam empat kuartal terakhir dan tertekan selama enam kuartal berturut-turut, kecuali pada kuartal I-2024 di mana sektor ini tumbuh 2,64%.

3. **Penurunan Pnerimaan Pajak**

Penerimaan pajak Indonesia per akhir Juli 2024 mencapai Rp1.045,3 triliun, mengalami penurunan sebesar 5,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1.109,1 triliun. Penurunan ini berlawanan dengan pertumbuhan pajak 7,8% pada tahun lalu. Pajak Pertambahan Nilai Dalam Negeri (PPN DN) dan Pajak Penghasilan Badan (PPh Badan) mengalami penurunan yang signifikan. Penerimaan PPN DN tercatat sebesar Rp234,16 triliun atau 22,4% dari total penerimaan pajak, dengan kontraksi neto sebesar 7,8% dibandingkan pertumbuhan 17,6% pada tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh restitusi pajak, terutama dari industri pengolahan, perdagangan, dan tambang. Sementara itu, penerimaan PPh Badan mencapai Rp191,85 triliun atau 18,4% dari total penerimaan pajak, dengan penurunan neto sebesar 33,5% dan bruto sebesar 23,8%. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan kinerja perusahaan dan harga komoditas pada tahun 2023, yang mengurangi pembayaran PPh Badan dan meningkatkan restitusi.

Sri Mulyani menekankan bahwa kondisi-kondisi ini menunjukkan betapa Indonesia telah menjadi korban dari ketidakstabilan ekonomi global, yang mempengaruhi berbagai sektor ekonomi di dalam negeri.

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com