Contact Whatsapp085210254902

PER-40/BC/2014

Ditulis oleh Administrator pada Minggu, 21 Desember 2014 | Dilihat 2452kali
PER-40/BC/2014

Sumber:Taxe Base

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
                    NOMOR PER - 40/BC/2014

                   TENTANG

          TATA CARA PENETAPAN TARIF CUKAI HASIL TEMBAKAU

                DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,

Menimbang : 

a.     bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 179/PMK.011/2012 
    tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau, telah ditetapkan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 
    PER-52/BC/2012 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Cukai Hasil Tembakau sebagaimana telah diubah 
    dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-37/BC/2013; 
b.     bahwa dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205/PMK.011/2014 tentang Perubahan 
    Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 179/PMK.011/2012 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau, perlu 
    mengatur kembali tata cara penetapan tarif cukai hasil tembakau; 
c.     bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan 
    Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Tata Cara Penetapan Tarif Cukai Hasil Tembakau; 

Mengingat : 

1.     Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 
    Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613) sebagaimana telah diubah 
    dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 
    Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4755); 
2.     Peraturan Menteri Keuangan Nomor 179/PMK.011/2012 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau 
    sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205/PMK.011/2014; 

                      MEMUTUSKAN : 

Menetapkan : 

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI TENTANG TATA CARA PENETAPAN TARIF CUKAI HASIL 
TEMBAKAU. 


                        BAB I 
                      KETENTUAN UMUM 

                   Pasal 1 

Dalam Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini, yang dimaksud dengan: 
1.     Pengusaha Pabrik adalah orang pribadi atau badan hukum yang mengusahakan pabrik. 
2.     Importir Barang Kena Cukai berupa hasil tembakau yang selanjutnya disebut Importir adalah orang 
    pribadi atau badan hukum yang memasukkan barang kena cukai berupa hasil tembakau ke dalam 
    daerah pabean. 
3.     Kantor Wilayah adalah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. 
4.     Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang selanjutnya disebut Kantor adalah Kantor Pelayanan 
    Utama Bea dan Cukai atau Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai di lingkungan Direktorat 
    Jenderal Bea dan Cukai. 
5.     Desain Kemasan hasil tembakau yang selanjutnya disebut Desain Kemasan adalah rancangan atau 
    kerangka kemasan yang padanya tertera merek hasil tembakau, logo, jenis/ukuran huruf, angka, warna 
    dominan, tata letak dan/atau kombinasinya, dalam rangka penetapan tarif cukai. 
6.     Merek hasil tembakau yang selanjutnya disebut Merek adalah tulisan, angka, atau gabungan keduanya 
    dengan cara penulisan dan pelafalan tertentu pada kemasan hasil tembakau yang diberitahukan sebagai 
    identitas hasil tembakau oleh pengusaha pabrik dalam rangka penetapan tarif cukai. 
7.     Batasan Harga Jual Eceran per Batang atau Gram adalah rentang harga jual eceran per batang atau 
    gram atas masing-masing jenis hasil tembakau produksi golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau 
    dan Importir yang ditetapkan Menteri. 
8.     Harga Transaksi Pasar adalah besaran harga transaksi penjualan yang terjadi pada tingkat konsumen 
    akhir. 
9.     Produksi Pabrik adalah produksi dari masing-masing jenis hasil tembakau yang dihitung berdasarkan 
    dokumen pemesanan pita cukai dan/atau dokumen pemberitahuan pengeluaran sekaligus pelindung 
    pengangkutan atas barang kena cukai untuk kebutuhan konsumsi penduduk di kawasan bebas dengan 
    fasilitas pembebasan cukai. 
10.     Batasan Jumlah Produksi Pabrik adalah batasan produksi dari masing-masing jenis hasil tembakau yang 
    dihitung berdasarkan dokumen pemesanan pita cukai dan/atau dokumen pemberitahuan pengeluaran 
    sekaligus pelindung pengangkutan atas barang kena cukai untuk kebutuhan konsumsi penduduk 
    di kawasan bebas dengan fasilitas pembebasan cukai, dalam satu tahun takwim sebelum Tahun 
    Anggaran berjalan. 
11.     Menteri adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia. 


                        BAB II 
                    PENETAPAN TARIF CUKAI HASIL TEMBAKAU 

                   Pasal 2 

Penetapan tarif cukai hasil tembakau merupakan keputusan kepala Kantor tentang penetapan tarif cukai atas 
suatu Merek dalam rangka menjalankan peraturan menteri keuangan yang mengatur tentang tarif cukai hasil 
tembakau yang sifatnya administratif fiskal dan bukan merupakan perlindungan kepemilikan atas suatu Merek. 


                        Pasal 3 

(1)     Kepala Kantor menetapkan tarif cukai hasil tembakau untuk Merek baru dan menetapkan penyesuaian 
    tarif cukai hasil tembakau. 
(2)     Penetapan tarif cukai hasil tembakau untuk Merek baru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk 
    juga: 
    a.     penetapan tarif cukai hasil tembakau untuk Merek baru yang digunakan untuk pemeriksaan 
        laboratorium; dan 
    b.     penetapan tarif cukai hasil tembakau untuk Merek baru berupa Tembakau Iris yang digunakan 
        sebagai bahan baku dalam pembuatan barang hasil akhir yang merupakan hasil tembakau 
        dengan fasilitas tidak dipungut cukai. 
(3)     Penetapan tarif cukai hasil tembakau untuk Merek baru dan penetapan penyesuaian tarif cukai hasil 
    tembakau sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan permohonan dari Pengusaha 
    Pabrik hasil tembakau atau Importir. 


                        BAB III 
                  PERMOHONAN PENETAPAN TARIF CUKAI 
                                HASIL TEMBAKAU 

                   Pasal 4 

(1)     Sebelum memproduksi atau mengimpor hasil tembakau dengan Merek baru atau mengubah Desain 
    Kemasan penjualan eceran atas Merek yang sudah ada penetapan tarif cukainya, Pengusaha Pabrik 
    hasil tembakau atau Importir wajib mengajukan permohonan penetapan tarif cukai hasil tembakau untuk 
    Merek baru kepada kepala Kantor, sesuai dengan contoh format sebagaimana ditetapkan dalam 
    Lampiran I, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai 
    ini. 
(2)     Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat rangkap 3 (tiga), yang masing-masing 
    dilampiri dengan: 
    a.     contoh etiket atau kemasan penjualan eceran hasil tembakau; 
    b.     daftar Merek yang dimiliki dan masih berlaku sesuai dengan contoh format sebagaimana 
        ditetapkan dalam Lampiran II, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan 
        Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini; dan 
    c.     surat pernyataan di atas materai yang cukup bahwa: 
        1)     Merek yang dimohonkan penetapan tarif cukainya tidak memiliki kesamaan tulisan atau 
            pelafalan dengan merek hasil tembakau lainnya yang telah terlebih dahulu dimiliki oleh 
            Pengusaha Pabrik atau Importir lainnya dan tercatat pada administrasi Direktorat 
            Jenderal Bea dan Cukai; 
        2)     Desain Kemasan yang dimohonkan penetapan tarif cukainya tidak menyerupai Desain 
            Kemasan yang telah dimiliki atau dipergunakan oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau 
            atau Importir lainnya; dan 
        3)     telah memenuhi syarat sesuai peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan 
            termasuk di dalamnya pencantuman peringatan kesehatan dan informasi kesehatan. 
        sesuai dengan contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran III, yang merupakan 
        bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini. 
(3)     Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), terhadap permohonan penetapan 
    tarif cukai hasil tembakau yang ditujukan untuk pemeriksaan laboratorium atau bahan baku dalam 
    pembuatan barang hasil akhir yang merupakan hasil tembakau dengan fasilitas tidak dipungut cukai. 
(4)     Perubahan peringatan kesehatan dan informasi kesehatan karena ketentuan perundang-undangan, tidak 
    termasuk dalam perubahan Desain Kemasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 


                        Pasal 5 

(1)     Dalam hal Merek atau Desain Kemasan yang telah ditetapkan tarif cukainya yang: 
    a.     dinyatakan tidak berlaku sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1); atau 
    b.     tidak dipergunakan lagi oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir yang bersangkutan 
        sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) 
    peraturan Menteri yang mengatur mengenai tarif cukai hasil tembakau, dapat diajukan permohonan 
    penetapan tarif cukai hasil tembakau untuk Merek baru oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau 
    Importir yang bersangkutan atau Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir lainnya. 
(2)     Pengajuan permohonan penetapan tarif cukai hasil tembakau untuk Merek baru sebagaimana dimaksud 
    pada ayat (1) dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 
    a.     hanya dapat diajukan setelah 6 (enam) bulan berturut-turut sejak : 
        1)     dokumen pemesanan pita cukai terakhir; 
        2)     dokumen pemberitahuan pengeluaran barang kena cukai yang belum dilunasi cukainya 
            dari pabrik hasil tembakau untuk tujuan ekspor terakhir; atau 
        3)     dokumen pemberitahuan pengeluaran sekaligus pelindung pengangkutan atas barang 
            kena cukai untuk kebutuhan konsumsi penduduk di kawasan bebas dengan fasilitas 
            pembebasan cukai terakhir. 
    b.     tarif cukai hasil tembakau atas Merek tersebut tidak boleh lebih rendah dari tarif cukai hasil 
        tembakau yang terakhir ditetapkan; dan 
    c.     harga jual eceran yang diberitahukan sekurang-kurangnya sama dengan harga jual eceran 
        yang terakhir ditetapkan atau diberitahukan. 
(3)     Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir yang akan mempergunakan kembali Merek atau Desain 
    Kemasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, selain mengajukan permohonan penetapan 
    tarif cukai hasil tembakau untuk Merek baru juga harus melampirkan bukti berupa: 
    a.     fotokopi dokumen pemesanan pita cukai terakhir atau dokumen pemberitahuan pengeluaran 
        barang kena cukai yang belum dilunasi cukainya dari pabrik hasil tembakau untuk tujuan 
        ekspor terakhir atau dokumen pemberitahuan pengeluaran sekaligus pelindung pengangkutan 
        atas barang kena cukai untuk kebutuhan konsumsi penduduk di kawasan bebas dengan fasilitas 
        pembebasan cukai terakhir; dan/atau 
    b.     fotokopi surat keputusan penetapan tarif cukai hasil tembakau yang terakhir. 
(4)     Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir lainnya yang akan mempergunakan Merek atau Desain 
    Kemasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, selain mengajukan permohonan penetapan 
    tarif cukai hasil tembakau untuk Merek baru juga harus melampirkan bukti berupa: 
    a.     fotokopi dokumen pemesanan pita cukai terakhir atau dokumen pemberitahuan pengeluaran 
        barang kena cukai yang belum dilunasi cukainya dari pabrik hasil tembakau untuk tujuan 
        ekspor terakhir atau dokumen pemberitahuan pengeluaran sekaligus pelindung pengangkutan 
        atas barang kena cukai untuk kebutuhan konsumsi penduduk di kawasan bebas dengan fasilitas 
        pembebasan cukai terakhir; 
    b.     fotokopi surat keputusan penetapan tarif cukai hasil tembakau terakhir; dan 
    c.     fotokopi surat lisensi dari pemilik Merek atau surat perjanjian persetujuan penggunaan Merek 
        atau Desain Kemasan yang telah ditandasahkan oleh notaris atau fotokopi surat penunjukan 
        keagenan, distributor, atau importir tunggal dari pemegang Merek yang akan diimpor, yang 
        ditandasahkan oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau. 


                        Pasal 6 

(1)     Sebelum menyesuaikan tarif cukai hasil tembakau dari Merek yang sudah ada penetapan tarif cukainya, 
    tanpa melakukan perubahan Desain Kemasan penjualan eceran atas Merek yang bersangkutan, 
    Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir wajib mengajukan permohonan penetapan penyesuaian 
    tarif cukai hasil tembakau kepada kepala Kantor, sesuai dengan contoh format sebagaimana ditetapkan 
    dalam Lampiran IV, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Bea 
    dan Cukai ini. 
(2)     Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat rangkap 3 (tiga), yang masing-masing 
    dilampiri dengan daftar Merek yang dimohonkan penyesuaian tarif cukainya sesuai dengan contoh 
    format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran V, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari 
    Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini. 


                        Pasal 7 

(1)     Permohonan sebagaimana dimasud dalam Pasal 6 ayat (1) termasuk juga permohonan penetapan 
    penyesuaian tarif cukai hasil tembakau dalam hal Harga Transaksi Pasar: 
    a.     telah melampaui Batasan Harga Jual Eceran per Batang atau Gram di atasnya; atau 
    b.     berada pada posisi Batasan Harga Jual Eceran per Batang atau Gram tertinggi pada masing-
        masing golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau telah melampaui 5% (lima persen) dari 
        harga jual eceran yang tercantum dalam pita cukai. 
(2)     Permohonan penetapan penyesuaian tarif cukai hasil tembakau sebagaimana dimaksud pada ayat (1) 
    diajukan sesuai permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. 


                        Pasal 8 

Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir tidak boleh mengajukan permohonan penetapan tarif cukai hasil 
tembakau, dalam hal: 
a.     harga jual eceran yang diberitahukan lebih rendah dari harga jual eceran yang masih berlaku atas 
    merek hasil tembakau yang dimiliki oleh pabrik yang sama, baik yang berada dalam 1 (satu) lokasi 
    pengawasan Kantor atau beberapa lokasi pengawasan Kantor, dalam satuan batang atau gram untuk 
    jenis hasil tembakau yang sama; 
b.     Merek yang memiliki kesamaan atau kemiripan nama, logo, atau desain dengan merek yang dimilikinya 
    dan masih berlaku, dalam hal harga jual ecerannya lebih rendah dari harga jual eceran hasil tembakau 
    yang dimilikinya dan masih berlaku dalam satuan batang atau gram untuk jenis hasil tembakau yang 
    sama; 
c.     Merek yang terkait dengan tindak pidana di bidang cukai, dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sejak 
    keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap; atau 
d.     Desain Kemasan atas Merek yang diajukan penetapan tarif cukainya tidak memenuhi persyaratan 
    kemasan barang kena cukai sebagaimana ditetapkan dalam peraturan Menteri yang mengatur mengenai 
    perdagangan barang kena cukai. 


                        BAB III 
                 PERHITUNGAN TARIF CUKAI HASIL TEMBAKAU 

                   Pasal 9 

(1)     Tarif cukai hasil tembakau ditetapkan dengan menggunakan jumlah dalam rupiah untuk setiap satuan 
    batang atau gram hasil tembakau. 
(2)     Penetapan tarif cukai hasil tembakau sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan: 
    a.     golongan pengusaha berdasarkan atas jumlah dan jenis hasil tembakau sesuai Batasan Jumlah '
        Produksi Pabrik; dan 
    b.     Batasan Harga Jual Eceran per Batang atau Gram, 
    sebagaimana ditetapkan dalam peraturan Menteri yang mengatur mengenai tarif cukai hasil tembakau. 
(3)     Batasan Harga Jual Eceran per Gram sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b hanya berlaku bagi 
    jenis TIS dan HPTL. 


                        Pasal 10 

(1)     Penetapan Batasan Harga Jual Eceran per Batang atau Gram dan tarif cukai per batang atau gram setiap 
    jenis hasil tembakau dari masing-masing golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau adalah 
    sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II peraturan Menteri yang mengatur mengenai tarif cukai hasil 
    tembakau. 
(2)     Untuk dapat digolongkan dalam penetapan tarif cukai per batang atau gram sebagaimana dimaksud 
    pada ayat (1) untuk setiap jenis hasil tembakau ditentukan berdasarkan jenis dan jumlah produksi, 
    dan: 
    a.     harga jual eceran yang tercantum dalam penetapan tarif cukai yang masih berlaku; 
    b.     harga jual eceran yang diberitahukan oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau untuk hasil 
        tembakau Merek baru; atau 
    c.     harga jual eceran yang mengalami kenaikan berdasarkan: 
        1)     pemberitahuan dari Pengusaha Pabrik hasil tembakau; atau 
        2)     Harga Transaksi Pasar yang terjadi. 


                        Pasal 11 

Tarif cukai dan Batasan Harga Jual Eceran per Batang atau Gram untuk setiap jenis hasil tembakau yang diimpor 
adalah sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran III peraturan Menteri yang mengatur mengenai tarif cukai hasil 
tembakau. 


                        Pasal 12 

Harga jual eceran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) harus dalam kelipatan Rp 25,00 (dua puluh 
lima rupiah). 


                        Pasal 13 

Harga jual eceran per batang atau gram untuk setiap jenis hasil tembakau untuk tujuan ekspor ditetapkan sama 
dengan harga jual eceran per batang atau gram untuk setiap jenis hasil tembakau dari jenis dan Merek yang 
sama yang ditujukan untuk pemasaran di dalam negeri. 


                        BAB IV 
                  PENGGOLONGAN PENGUSAHA PABRIK 
                         HASIL TEMBAKAU 

                   Pasal 14 

(1)    Pengusaha Pabrik hasil tembakau dikelompokkan dalam golongan pengusaha berdasarkan masing-
    masing jenis dan jumlah produksi hasil tembakau, sesuai Batasan Jumlah Produksi Pabrik sebagaimana 
    ditetapkan dalam Lampiran I sebagaimana ditetapkan dalam peraturan Menteri yang mengatur 
    mengenai tarif cukai hasil tembakau. 
(2)     Penggolongan pengusaha pabrik hasil tembakau sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung 
    berdasarkan jenis dan jumlah produksi hasil tembakau sesuai dokumen pemesanan pita cukai dan/atau 
    dokumen pemberitahuan pengeluaran sekaligus pelindung pengangkutan atas barang kena cukai untuk 
    kebutuhan konsumsi penduduk di kawasan bebas dengan fasilitas pembebasan cukai pabrik yang 
    bersangkutan, baik dalam 1 (satu) lokasi pengawasan Kantor atau beberapa lokasi pengawasan Kantor. 


                        Pasal 15 

Penyesuaian kenaikan golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau wajib dilakukan oleh Pengusaha Pabrik hasil 
tembakau pada saat Produksi Pabrik dalam tahun takwim yang sedang berjalan telah melampaui Batasan Jumlah 
Produksi Pabrik yang berlaku bagi golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau yang bersangkutan. 


                        Pasal 16 

(1)     Dalam hal hasil produksi dalam satu tahun takwim kurang dari Batasan Jumlah Produksi Pabrik yang 
    berlaku bagi golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau, Pengusaha Pabrik hasil tembakau dapat 
    mengajukan permohonan penyesuaian untuk penurunan golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau 
    kepada kepala Kantor. 
(2)     Permohonan penyesuaian untuk penurunan golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau diajukan paling 
    lambat bulan Januari tahun takwim berikutnya sebelum dokumen pemesanan pita cukai pertama kali 
    diajukan. 
(3)     Atas permohonan penyesuaian untuk penurunan golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau, kepala 
    Kantor menetapkan keputusan menerima atau menolak permohonan yang bersangkutan dalam jangka 
    waktu paling lama 12 (dua belas) hari terhitung sejak permohonan diterima secara lengkap. 
(4)     Dalam hal permohonan penyesuaian untuk penurunan golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau 
    disetujui atau dikabulkan, kepala Kantor menerbitkan keputusan penyesuaian golongan Pengusaha 
    Pabrik hasil tembakau. 
(5)     Dalam hal permohonan penyesuaian untuk penurunan golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau 
    ditolak, kepala Kantor memberikan surat penolakan dengan disertai alasan penolakan. 
(6)     Penurunan golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau hanya diberikan untuk satu tingkat lebih rendah 
    dari golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau sebelumnya. 


                        Pasal 17 

(1)     Bentuk permohonan untuk penyesuaian golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau sesuai dengan 
    contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran VI, yang merupakan bagian tidak terpisahkan 
    dari Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini. 
(2)     Bentuk keputusan penyesuaian golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau sesuai dengan contoh 
    format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran VII, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari 
    Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini. 
(3)     Keputusan penyesuaian golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau sebagaimana dimaksud pada 
    ayat (2), dibuat dalam rangkap 4 (empat) dengan peruntukan sebagai berikut: 
    a.     lembar asli, untuk Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir; 
    b.     lembar tembusan, untuk arsip kepala Kantor; 
    c.     lembar tembusan, untuk Direktur Cukai; dan 
    d.     lembar tembusan, untuk kepala Kantor Wilayah. 
(4)     Dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) hari terhitung sejak tanggal penetapan, kepala Kantor 
    wajib mengirimkan lembar tembusan keputusan penyesuaian golongan Pengusaha Pabrik hasil tembakau 
    kepada Direktur Cukai dan kepala Kantor Wilayah. 


                        BAB V 
              KEPUTUSAN PENETAPAN TARIF CUKAI HASIL TEMBAKAU 

                   Pasal 18 

(1)     Kepala Kantor melakukan penelitian terhadap: 
    a.     permohonan penetapan tarif cukai hasil tembakau untuk Merek baru sebagaimana dimaksud 
        dalam Pasal 4 ayat (1); atau 
    b.     permohonan penetapan penyesuaian tarif cukai hasil tembakau sebagaimana dimaksud dalam 
        Pasal 6 ayat (1). 
(2)     Dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal permohonan diterima 
    secara lengkap, kepala Kantor wajib memberikan keputusan. 
(3)     Dalam hal berdasarkan penelitian oleh kepala Kantor: 
    a.     permohonan disetujui atau dikabulkan, kepala Kantor menerbitkan keputusan penetapan tarif 
        cukai hasil tembakau; atau 
    b.     permohonan ditolak, kepala Kantor menerbitkan surat penolakan dengan disertai alasan 
        penolakan. 
(4)     Apabila sampai dengan jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilampaui, kepala Kantor 
    belum memberikan keputusan, permohonan dianggap disetujui atau dikabulkan dan wajib dibuatkan 
    keputusan penetapan tarif cukai hasil tembakau oleh kepala Kantor paling lama dalam jangka waktu 10 
    (sepuluh) hari. 


                        Pasal 19 

(1)     Bentuk keputusan penetapan tarif cukai hasil tembakau untuk Merek baru sesuai dengan contoh format 
    sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran VIII, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan 
    Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini. 
(2)     Bentuk keputusan penetapan penyesuaian tarif cukai hasil tembakau sesuai dengan contoh format 
    sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IX, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan 
    Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini. 
(3)     Keputusan penetapan tarif cukai hasil tembakau untuk Merek baru sebagaimana dimaksud pada 
    ayat (1) atau keputusan penetapan penyesuaian tarif cukai hasil tembakau sebagaimana dimaksud pada 
    ayat (2), dibuat dalam rangkap 4 (empat) dengan peruntukan sebagai berikut: 
    a.     lembar asli, untuk Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir; 
    b.     lembar tembusan, untuk arsip kepala Kantor; 
    c.     lembar tembusan, untuk Direktur Cukai; dan 
    d.     lembar tembusan, untuk kepala Kantor Wilayah. 
(4)     Dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) hari terhitung sejak tanggal penetapan, kepala Kantor 
    wajib mengirimkan lembar tembusan keputusan penetapan tarif cukai hasil tembakau untuk Merek baru 
    atau keputusan penetapan penyesuaian tarif cukai hasil tembakau kepada Direktur Cukai dan kepala 
    Kantor Wilayah. 


                        Pasal 20 

(1)     Kepala Kantor dapat menolak permohonan penetapan tarif cukai hasil tembakau atas suatu Merek, 
    dalam hal: 
    a.     persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 8 ayat (3), 
        Pasal 9, Pasal 11, dan Pasal 12 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 179/PMK.011/2012 tentang 
        Tarif Cukai Hasil Tembakau sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan 
        Nomor 205/PMK.011/2014, tidak dipenuhi; 
    b.     persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 4 ayat (2), Pasal 5 ayat (2), Pasal 5 ayat (3), 
        Pasal 5 ayat (4), Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 14, dan Pasal 15 Peraturan Direktur 
        Jenderal Bea dan Cukai ini tidak dipenuhi; 
    c.     Desain Kemasan yang diajukan menyerupai dengan Desain Kemasan yang telah terdaftar 
        di database Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; 
    d.     Merek yang diajukan memiliki tulisan atau pelafalan yang sama dengan Merek yang telah 
        terdaftar di database Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; atau 
    e.     Desain Kemasan atas Merek yang diajukan penetapan tarif cukainya tidak memenuhi 
        persyaratan kemasan barang kena cukai sebagaimana ditetapkan dalam peraturan Menteri yang 
        mengatur mengenai perdagangan barang kena cukai. 
(2)     Desain Kemasan yang dianggap menyerupai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c apabila 
    memiliki kesamaan atas: 
    b.     tata letak dan jenis/ukuran huruf; dan 
    c.     minimal 2 (dua) unsur dalam Desain Kemasan. 


                        BAB VII 
                    PENCABUTAN PENETAPAN TARIF CUKAI HASIL TEMBAKAU 

                   Pasal 21 

(1)     Kepala Kantor dapat mencabut keputusan penetapan tarif cukai hasil tembakau berdasarkan: 
    a.     permohonan pencabutan penetapan tarif cukai hasil tembakau oleh Pengusaha Pabrik atau 
        Importir; 
    b.     putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap; atau 
    c.     hasil penelitian lebih lanjut oleh kepala Kantor, dalam hal: 
        1)     Desain Kemasan yang bersangkutan menyerupai desain kemasan milik Pengusaha 
            Pabrik hasil tembakau atau Importir lainnya sehingga tidak mudah untuk membedakannya, 
            yang telah terlebih dahulu dimiliki oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir 
            lainnya dan tercatat pada administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; 
        2)     Merek memiliki tulisan atau pelafalan yang sama dengan Merek yang telah terlebih 
            dahulu dimiliki oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir lainnya dan tercatat 
            pada administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; atau 
        3)     hasil pengawasan di lapangan ditemukan kemasan hasil tembakau yang bersangkutan 
            tidak memenuhi persyaratan kemasan barang kena cukai sebagaimana ditetapkan 
            dalam peraturan Menteri yang mengatur mengenai perdagangan barang kena cukai. 
(2)     Berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, atau huruf c, kepala 
    Kantor menetapkan keputusan pencabutan penetapan tarif cukai hasil tembakau sesuai dengan contoh 
    format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran X, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari 
    Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini. 


                        Pasal 22 

(1)     Penggunaan kembali Merek yang telah dicabut penetapan tarif cukainya sebagaimana dimaksud dalam 
    Pasal 21, berlaku ketentuan sebagai berikut: 
    a.     hanya dapat diajukan setelah 6 (enam) bulan berturut-turut sejak pemesanan pita cukai 
        terakhir; 
    b.     tarif cukai hasil tembakau atas Merek tersebut tidak boleh lebih rendah dari tarif cukai hasil 
        tembakau yang terakhir ditetapkan; dan 
    c.     harga jual eceran yang diberitahukan sekurangkurangnya sama dengan harga jual eceran yang 
        terakhir ditetapkan atau diberitahukan. 
(2)     Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terhadap pencabutan 
    penetapan tarif cukai hasil tembakau sehubungan dengan ketentuan hubungan keterkaitan. 


                        BAB VIII 
                      KETENTUAN PERALIHAN 

                   Pasal 23 

(1)     Kepala Kantor menetapkan kembali tarif cukai hasil tembakau sebagaimana dimaksud dalam Pasal II 
    butir 1 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205/PMK.011/2014 tentang Perubahan Atas Peraturan 
    Menteri Keuangan Nomor 179/PMK.011/2012 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau, tanpa permohonan 
    dari Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir, dengan menerbitkan keputusan. 
(2)     Penetapan kembali tarif cukai hasil tembakau sebagaimana dimaksud pada ayat (1), untuk 
    masing-masing tarif cukai yang masih berlaku, dilakukan berdasarkan: 
    a.     golongan Pengusaha Pabrik sebagaimana dimaksud dalam Lampiran I Peraturan Menteri 
        Keuangan Nomor 179/PMK.011/2012; dan 
    b.     tarif cukai sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II dan/atau Lampiran III Peraturan Menteri 
        Keuangan Nomor 205/PMK.011/2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan 
        Nomor 179/PMK.011/2012,
    dan penetapan kembali tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2015. 
(3)     Dikecualikan dari ketentuan penggolongan Pengusaha Pabrik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) 
    huruf a, terhadap: '
    a.     Pengusaha Pabrik jenis SKT atau SPT golongan II berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan 
        Nomor 179/PMK.011/2012 yang jumlah produksinya sampai dengan tanggal 30 November 2014 
        berdasarkan dokumen pemesanan pita cukainya tidak melebihi 350 juta batang; dan 
    b.     Pengusaha Pabrik jenis SKT atau SPT golongan III sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 
        179/PMK.011/2012. 
(4)     Penggolongan Pengusaha Pabrik sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan sesuai Lampiran I 
    Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205/PMK.011/2014 dengan perhitungan jumlah Produksi Pabrik 
    berdasarkan: 
    a.     jumlah produksi sampai dengan akhir bulan November 2014 berdasarkan dokumen pemesanan 
        pita cukai; dan 
    b.     perkiraan jumlah produksi bulan Desember 2014 berdasarkan permohonan penyediaan dan 
        pemesanan pita cukai yang belum direalisasikan dengan dokumen pemesanan pita cukai. 
(5)     Bentuk keputusan penetapan tarif cukai hasil tembakau sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai 
    dengan contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran XI, yang merupakan bagian tidak 
    terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini. 
(6)     Keputusan penetapan tarif cukai hasil tembakau sebagaimana dimaksud pada ayat (5), dibuat dalam 
    rangkap 4 (empat) dengan peruntukan sebagai berikut: 
    a.     lembar asli, untuk Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir; 
    b.     lembar tembusan, untuk arsip kepala Kantor; 
    c.     lembar tembusan, untuk Direktur Cukai; dan 
    d.     lembar tembusan, untuk kepala Kantor Wilayah. 
(7)     Dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) hari terhitung sejak tanggal penetapan, kepala Kantor 
    wajib mengirimkan lembar tembusan keputusan penetapan tarif cukai hasil tembakau kepada Direktur 
    Cukai dan kepala Kantor Wilayah. 


                        Pasal 24 

Dokumen pemberitahuan pengeluaran sekaligus pelindung pengangkutan atas barang kena cukai untuk 
kebutuhan konsumsi penduduk di kawasan bebas dengan fasilitas pembebasan cukai yang digunakan sebagai 
dasar penggolongan pengusaha pabrik hasil tembakau sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2), mulai 
diperhitungkan pada saat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205/PMK.011/2014 tentang Perubahan Atas 
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 179/PMK.011/2012 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau berlaku. 


                         BAB IX 
                        PENUTUP 

                   Pasal 25 

Pada saat Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini mulai berlaku, Peraturan Direktur Jenderal Bea dan 
Cukai Nomor PER-52/BC/2012 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Cukai Hasil Tembakau sebagaimana telah 
diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-37/BC/2013, dicabut dan dinyatakan 
tidak berlaku. 


                        Pasal 26 

Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 


Ditetapkan di Jakarta 
pada tanggal 25 November 2014 
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI, 

-ttd- 

AGUNG KUSWANDONO

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com