
Rafael Alun Trisambodo, pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menjadi sasaran kemarahan publik dalam sebulan terakhir. Rafael juga menjadi pemicu diungkapnya pejabat yang hobi pamer harta dan daya hidup mewah di media sosial.
Bila merunut asal muasal kasus ini, persoalan Rafael berawal dari ulah sang anak, yaitu Mario Dandy Satrio (MDS), tersangka pelaku penganiayaan anak Pengurus Pusat (PP) GP Ansor Jonathan Latumahina bernama David.
Arogansi Mario membuat geram publik, sehingga profil keluarganya pun ditelanjangi di media sosial. Publik semakin marah setelah mengetahui bahwa Rafael ternyata memiliki harta Rp 51 miliar, jauh lebih besar dari atasannya sendiri.
Harta tersebut kemudian ditelusuri oleh Kementerian Keuangan, Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rafael ternyata menyimpan harta yang jauh lebih besar dari dugaan, bahkan diduga bagian sindikat dalam membantu pengemplang pajak dan melakukan pencucian uang.
Tak berselang lama, sederet sosok 'mirip' Rafael ternyata bermunculan di media sosial. Sosok tersebut diduga juga memiliki harta melimpah, sering pamer dan tak lazim dibandingkan penghasilan sebagai aparatur sipil negara (ASN). Mereka pun akhirnya harus non aktif dari jabatan dan tugas karena mengikuti pemeriksaan.
Komentar Anda