
Cerita
Pada pengadaan sparepart untuk bodi karoseri, Pak Budi dan tim akuntansi bekerja sama dengan supplier untuk menaikkan harga dan menyembunyikan diskon dari perusahaan. Mereka juga mengurangi jumlah barang yang tercatat di sistem, sehingga sebagian sparepart diambil untuk dijual pribadi.
Audit tahunan menemukan discrepancy antara laporan stok dan barang yang diterima. Nilai kerugian mencapai Rp180 juta. Manajemen terkejut karena kolusi ini melibatkan sekretaris lama yang dipercaya sepenuhnya. Pak Budi dan tim akuntansi berusaha menutupi bukti, tetapi dengan cross-check sistem ERP dan pengecekan fisik, semua terbongkar.
Perusahaan kemudian menambahkan sistem kontrol ganda: approval multi-level, pengecekan stok rutin, dan integrasi ERP dengan alarm jika terjadi selisih stok vs faktur. Semua pengadaan sparepart kini tercatat transparan, sehingga risiko fraud berkurang drastis.
Tantangan
Solusi
Contoh Implementasi
Hasil / Insight
Komentar Anda