
Cerita
Di salah satu proyek besar, beberapa cat dan baja yang dikirim ke gudang ternyata cacat. Pak Budi dan tim akuntansi memutuskan untuk tidak mencatat retur, sehingga barang rusak tetap dibayar penuh. Mereka menyembunyikan retur barang dari manajemen dan menyamarkan laporan stok agar terlihat normal.
Audit internal akhirnya menemukan discrepancy antara laporan stok dan kondisi fisik gudang. Barang yang seharusnya dikembalikan ke supplier tidak pernah ada. Perusahaan panik karena kerugian akibat barang rusak dan pembayaran yang seharusnya dikembalikan mencapai Rp100 juta.
Manajemen segera membuat SOP retur barang baru, menambahkan approval manajer gudang dan akuntan senior, serta sistem ERP yang otomatis mencatat retur. Dengan kontrol ini, setiap retur barang akan terlihat jelas di laporan keuangan dan audit berikutnya.
Tantangan
Solusi
Contoh Implementasi
Hasil / Insight
Komentar Anda