
Cerita
Di perusahaan karoseri yang sama, tim akuntansi menemukan cara “mudah” untuk menambah penghasilan mereka dengan membuat supplier palsu. Mereka bekerja sama dengan sekretaris lama, Pak Budi, untuk menyalurkan dana perusahaan ke rekening supplier palsu. Barang yang diklaim dibeli pun sebenarnya tidak pernah ada. Setiap bulan, beberapa juta rupiah dari pembayaran pengadaan disalurkan ke rekening palsu, dan laporan pembelian dibuat seolah-olah sah.
Awalnya, manajemen tidak menyadari adanya transaksi ini karena stok gudang terlihat normal. Namun, ketika audit internal dilakukan secara mendadak, perbedaan antara laporan pembelian dan stok fisik menjadi jelas. Auditor menemukan bahwa beberapa faktur tidak memiliki bukti pengiriman dan ada transaksi yang tidak bisa diverifikasi ke supplier asli. Situasi ini membuat manajemen panik dan memutuskan untuk menyelidiki lebih dalam.
Tim manajemen kemudian memblokir semua pembayaran ke supplier palsu dan mengadakan rekonsiliasi lengkap antara stok fisik dan pembukuan. Mereka menerapkan sistem approval pembayaran baru yang harus melalui tiga pihak: manajer operasional, akuntan senior, dan direktur. Dengan langkah ini, perusahaan berhasil menghentikan kolusi dan memperketat kontrol pengadaan barang.
Tantangan
Solusi
Contoh Implementasi
Hasil / Insight
Komentar Anda