Contact Whatsapp085210254902

PERATURAN GUBERNUR DKI - DPP KENDARAAN BERMOTOR, BEA BALIK NAMA TAHUN 2014

Ditulis oleh Administrator pada Minggu, 21 Desember 2014 | Dilihat 3063kali
PERATURAN GUBERNUR DKI - DPP KENDARAAN BERMOTOR, BEA BALIK NAMA TAHUN 2014

Sumber : Taxe Base

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
                      NOMOR 136 TAHUN 2014

                 TENTANG

          PENGHITUNGAN DASAR PENGENAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
                DAN BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2014

                             DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

             GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,

Menimbang :

a.     bahwa berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 114 Tahun 2013, telah diatur mengenai Penghitungan 
    Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2013; 
b.     bahwa dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2014 tentang 
    Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 
    Tahun 2014, maka Peraturan Gubernur Nomor 114 Tahun 2013 sebagaimana dimaksud dalam huruf a, 
    perlu disempurnakan; 
c.     bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, serta untuk 
    melaksanakan ketentuan Pasal 17 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2014, 
    perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan 
    Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2014; 

Mengingat :

1.     Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali 
    diubah temkhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008; 
2.     Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta 
    sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia; 
3.     Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 
4.     Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; 
5.     Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan; 
6.     Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi; 
7.     Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2014 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak 
    Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2014; 
8.     Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 
9.     Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah; 
10.     Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor; 
11.     Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2010 tentang Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor; 
12.     Peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pelayanan Pajak; 
13.     Peraturan Gubernur Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit 
    Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor; 

                    MEMUTUSKAN : 

Menetapkan :

PERATURAN GUBERNUR TENTANG PENGHITUNGAN DASAR PENGENAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DAN 
BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2014. 


                        BAB I 
                       KETENTUAN UMUM 

                 Pasal 1 

Dalam Peraturan Gubernur ini yang dimaksud dengan : 
1.     Daerah adalah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 
2.     Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan 
    Daerah. 
3.     Gubernur adalah Kepala Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 
4.     Dinas Pelayanan Pajak yang juga disebut Dinas adalah Dinas Pelayanan Pajak Provinsi Daerah Khusus
    Ibukota Jakarta. 
5.     Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pelayanan Pajak Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
6.     Kendaraan Bermotor adalah semua kendaraan beroda beserta gandengannya yang digunakan di semua 
    jenis jalan darat dan digerakkan oleh peralatan teknik berupa motor atau peralatan lainnya yang 
    berfungsi untuk mengubah suatu sumber daya energi tertentu menjadi tenaga gerak kendaraan 
    bermotor yang bersangkutan, termasuk alat-alat berat dan alat-alat besar yang dalam operasinya 
    menggunakan roda dan motor dan tidak melekat secara permanen serta kendaraan bermotor yang 
    dioperasikan di air. 
7.     Kendaraan Bermotor Angkutan Umum adalah setiap kendaraan bermotor yang dipergunakan untuk 
    mengangkut orang atau barang dengan dipungut bayaran, yang memiliki izin antara lain izin trayek atau 
    izin usaha angkutan atau kartu pengawasan. 
8.     Pajak Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat PKB adalah pajak atas kepemilikan dan/atau 
    penguasaan kendaraan bermotor. 
9.     Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat BBN-KB adalah pajak atas penyerahan 
    hak milik kendaraan bermotor sebagai akibat perjanjian dua pihak atau perbuatan sepihak atau keadaan 
    yang terjadi karena jual beli, tukar menukar, hibah, warisan atau pemasukan ke dalam badan usaha. 
10.     Kendaraan Bermotor Ubah Bentuk adalah kendaraan bermotor yang mengalami perubahan teknis 
    dan/atau serta penggunaannya. 
11.     Alat-alat Berat dan Alat-alat Besar yang Bergerak adalah alat-alat berat dan alat-alat besar yang dalam 
    operasinya menggunakan roda dan motor tidak melekat secara permanen. 
12.     Nilai Jual Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat NJKB adalah harga pasaran umum atas suatu 
    kendaraan bermotor. 
13.     Harga Pasaran Umum yang selanjutnya disingkat HPU adalah harga ratarata yang diperoleh dari 
    berbagai sumber data yang akurat. 
14.     Tahun Pembuatan adalah tahun perakitan dan/atau tahun yang ditetapkan berdasarkan registrasi dan 
    identifikasi oleh pihak berwenang. 
15.     Umur Rangka/Body adalah umur kendaraan bermotor di air yang dihitung dari tahun pembuatan 
    rangka/body. 
16.     Umur Motor adalah umur motor kendaraan bermotor di air yang dihitung dari tahun pembuatan. 
17.     Harga Kosong (Off The Road) adalah harga kendaraan bermotor dari pabrikan/agen penjualan termasuk 
    Pajak Pertambahan Nilai. 
18.     Harga Isi (On The Road) adalah harga kendaraan bermotor dari pabrikan/agen penjualan termasuk 
    Pajak Pertambahan Nilai, BBN-KB dan PKB.


                        BAB II 
                  DASAR PENGENAAN PKB DAN BBN-KB 

                 Pasal 2 

(1)     Penghitungan dasar pengenaan PKB berdasarkan perkalian NJKB dan bobot yang mencerminkan secara 
    relatif kadar kerusakan jalan dan/atau pencemaran lingkungan akibat penggunaan kendaraan bermotor. 
(2)     NJKB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan berdasarkan HPU atas suatu kendaraan bermotor 
    pada minggu pertama bulan Desember tahun 2013. 
(3)     Bobot untuk menghitung dasar pengenaan PKB sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berdasarkan 
    faktor-faktor yang meliputi : 
    a.     tekanan gandar; 
    b.     jenis bahan bakar kendaraan bermotor; dan 
    c.     jenis, penggunaan, tahun pembuatan dan ciri-ciri mesin dari kendaraan bermotor. 
(4)     Penetapan bobot sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3), diperuntukkan bagi kendaraan 
    bermotor sebagai berikut : 
    a.     sedan, sedan station, jeep, station wagon, minibus, microbus, bus, sepeda motor dan sejenisnya 
        serta alat-alat berat dan alat-alat besar, sebesar 1,00 (satu); dan 
    b.     mobil barang/beban, sebesar 1,30 (satu koma tiga). 


                        Pasal 3 

(1)     Hasil penghitungan dasar pengenaan PKB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), berupa tabel 
    sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Gubernur ini. 
(2)     Dasar pengenaan PKB sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada kolom 7 Lampiran I 
    Peraturan Gubernur ini. 
(3)     Khusus untuk kendaraan bermotor yang digunakan di luar jalan umum, dasar pengenaan PKB adalah 
    NJKB. 


                        Pasal 4 

(1)     Penghitungan dasar pengenaan PKB dan BBN-KB untuk kendaraan bermotor yang dioperasikan di air 
    ditetapkan berdasarkan penjumlahan nilai jual rangka/body dan nilai jual motor penggerak kendaraan 
    bermotor di air. 
(2)     NJKB untuk kendaraan bermotor yang dioperasikan di air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) 
    ditetapkan berdasarkan HPU atas suatu kendaraan bermotor yang dioperasikan di air pada minggu 
    pertama bulan Desember tahun 2013. 
(3)     Nilai jual rangka/body kendaraan bermotor yang dioperasikan di air sebagaimana dimaksud pada 
    ayat (1) dibedakan menurut jenis, isi kotor (GT/gross tonnage) antara GT 5 sampai dengan GT 7, fungsi 
    dan umur rangka/body. 
(4)     Nilai jual motor penggerak kendaraan bermotor yang dioperasikan di air sebagaimana dimaksud pada 
    ayat (1) dibedakan menurut daya kuda/horse power dan umur motor. 


                        Pasal 5 

(1)     Dasar pengenaan BBN-KB adalah NJKB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2). 
(2)     Dasar pengenaan BBN-KB yang dioperasikan di air adalah NJKB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 
    ayat (2). 
(3)     NJKB sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada kolom 5 Lampiran I Peraturan Gubernur ini. 


                        Pasal 6 

(1)     Dasar pengenaan PKB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2), untuk kendaraan bermotor 
    angkutan umum orang ditetapkan sebesar 60% (enam puluh persen). 
(2)     Dasar pengenaan BBN-KB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1), untuk kendaraan bermotor 
    angkutan umum orang ditetapkan sebesar 60% (enam puluh persen). 
(3)     Dasar pengenaan PKB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) untuk kendaraan bermotor 
    angkutan umum barang ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen). 
(4)     Dasar pengenaan BBN-KB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1), untuk kendaraan bermotor 
    angkutan umum barang ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen). 


                        Pasal 7 

(1)     NJKB ubah bentuk sebagai dasar penghitungan PKB dan BBN-KB ditetapkan berdasarkan hasil 
    penjumlahan NJKB dengan nilai jual ubah bentuk. 
(2)     Nilai jual ubah bentuk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran II Peraturan 
    Gubernur ini.
(3)     Kendaraan bermotor ubah bentuk lainnya yang nilai jualnya belum tercantum dalam Lampiran II 
    Peraturan Gubernur ini, akan diatur dengan Peraturan Gubernur tersendiri. 


                        Pasal 8 

(1)     NJKB dan nilai jual ubah bentuk sebagaimana tercantum dalam Lampiran I dan Lampiran II Peraturan 
    Gubernur ini ditetapkan untuk pembuatan kendaraan bermotor tahun 2014. 
(2)     NJKB dan nilai juai ubah bentuk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk tahun pembuatan lebih tua 
    ditetapkan lebih rendah dari NJKB tahun pembuatan lebih muda. 


                        Pasal 9 

(1)     Dalam hal penghitungan dasar pengenaan PKB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) dan dasar 
    pengenaan BBN-KB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) yang jenis, merek, tipe dan nilai jualnya 
    belum ditetapkan dalam Lampiran I Peraturan Gubernur ini, Gubernur dapat menetapkan dasar 
    pengenaan PKB dan BBN-KB. 
(2)     Gubernur melimpahkan kewenangan penghitungan dasar pengenaan PKB dan BBN-KB Tahun 2014 
    sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Kepala Dinas. 
(3)     Penghitungan dasar pengenaan PKB dan BBN-KB sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh 
    Kepala Dinas dengan menerbitkan Keputusan Kepala Dinas. 


                        Pasal 10 

(1)     Kepala Dinas dalam menetapkan dasar pengenaan PKB dan BBN-KB sebagaimana dimaksud dalam 
    Pasal 9 ayat (2), untuk kendaraan bermotor: 
    a.     Jenis, merek dan tipe yang belum tercantum dalam Lampiran I Peraturan Gubernur ini, diatur 
        dengan ketentuan : 
        1.     Untuk tahun pembuatan terbaru : 
            a)     dalam hal diperoleh harga kosong (off the road), nilai jualnya ditetapkan 
                dengan pengurangan sebesar tarif Pajak Pertambahan Nilai; dan 
            b)     dalam hal diperoleh harga isi (on the road), nilai jualnya ditetapkan dengan 
                pengurangan sebesar tarif PKB dltambah tarif BBN-KB ditambah tarif 
                Pertambahan Nilai. 
        2.     Untuk tahun pembuatan lebih tua, nllai jualnya dltetapkan berdasarkan HPU atau dengan 
            membandingkan jenis, merek, tipe, isi silinder dan tahun pembuatan dari negara 
            produsen yang sama. 
    b.     Jenis, merek dan tipe yang telah tercantum dalam Lampiran I Peraturan Gubernur ini dan belum 
        ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri, diatur dengan ketentuan : 
        1.     Untuk tahun pembuatan lebih baru, nilai jualnya ditetapkan dengan penambahan 5% 
            (lima persen) setiap tahun dari nilai jual tahun sebelumnya; 
        2.     Untuk tahun pembuatan lebih tua, nilal jualnya ditetapkan berdasarkan nilal jual tahun 
            pembuatan terakhir sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Gubernur ini 
            dengan penurunan 5% (lima persen) setiap tahun dengan maksimal penurunan 5 (lima) 
            tingkat atau disesuaikan dengan HPU yang berlaku di Daerah; dan 
        3.     Nilai jual sebagaimana dimaksud pada angka 2 tidak sama atau melebihi penetapan 
            nilai jual tahun pembuatan terakhir sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan 
            Gubernur ini.
(2)     Dalam hal HPU suatu Kendaraan Bermotor tidak diketahui, NJKB dapat ditentukan berdasarkan sebagian 
    atau seluruh faktor-faktor : 
    a.     harga Kendaraan Bermotor dengan isi silinder dan/atau satuan tenaga yang sama; 
    b.     penggunaan Kendaraan Bermotor untuk umum atau pribadi; 
    c.     harga Kendaraan Bermotor dengan merek Kendaraan Bermotor yang sama; 
    d.     harga Kendaraan Bermotor dengan tahun pembuatan Kendaraan Bermotor yang sama; 
    e.     harga Kendaraan Bermotor dengan pembuat Kendaraan Bermotor; 
    f.     harga Kendaraan Bermotor dengan Kendaraan Bermotor sejenis; dan 
    g.     harga Kendaraan Bermotor berdasarkan dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB). 
(3)     Kepala Dinas dapat menetapkan dasar pengenaan PKB atas Kereta Gandeng atau Tempel dan Tambahan 
    atau selisih nilai jual Kendaraan Bermotor ganti mesin yang belum tercantum dalam Lampiran I dan 
    Lampiran II Peraturan Gubernur ini. 
(4)     Dasar pengenaan PKB dan BBN-KB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3), disampaikan 
    kepada Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Keuangan Daerah paling lambat 7 (tujuh) hari setelah 
    ditetapkan. 


                        Pasal 11 

Tata cara permohonan penetapan dan penghitungan NJKB terhadap jenis, merek, tipe dan tahun pembuatan 
kendaraan bermotor yang terdapat kekeliruan dan/atau belum tercantum dalam Lampiran I dan Lampiran II 
Peraturan Gubernur ini ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas. 


                        Pasal 12 

Perubahan peruntukan atau fungsi kendaraan bukan umum menjadi kendaraan umum harus memenuhi 
persyaratan izin usaha angkutan dan izin trayek. 


                        BAB III 
                      KETENTUAN PERALIHAN 

                 Pasal 13 

Terhadap PKB dan BBN-KB yang tertuang dalam masa pajak yang berakhir sebelum berlakunya Peraturan 
Gubernur ini, masih tetap berlaku ketentuan Peraturan Gubernur Nomor 114 Tahun 2013 tentang Penghitungan 
Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2013. 


                        BAB IV 
                      KETENTUAN PENUTUP 

                 Pasal 14 

Pada saat Peraturan Gubernur ini mulai berlaku, Peraturan Gubernur Nomor 114 Tahun 2013 tentang 
Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 
2013, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. 


                        Pasal 15 

Peraturan Gubernur ini mulai berlakupada tanggal diundangkan. 

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan 
penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 


                        Ditetapkan di Jakarta 
                        pada tanggal 11 September 2014 
                        GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS 
                        IBUKOTA JAKARTA, 

                 Ttd. 

                 JOKO WIDODO 

Diundangkan di Jakarta 
pada tanggal 22 September 2014 
SEKRETARIS DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS 
IBUKOTA JAKARTA, 

Ttd. 

SAEFULLAH

     BERITA DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
                      TAHUN 2014 NOMOR 51029

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com