
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (Kemenves/BKPM) telah memastikan bahwa Indonesia siap untuk memulai produksi massal baterai kendaraan listrik pertamanya. PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, yang berbasis di Karawang, Jawa Barat, akan memulai produksi komersial baterai kendaraan listrik pada bulan April 2024.
HLI Green Power adalah hasil dari kerja sama antara Hyundai Motor Company, LG Energy Solution, dan PT Indonesia Battery Corporation (IBC). Investasi ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemenves/BKPM dan Konsorsium Hyundai, LG, dan IBC pada tanggal 28 Juli 2021.
"Momentum ini tidak hanya menunjukkan Indonesia sebagai produsen sel baterai kendaraan listrik pertama di Asia Tenggara, tetapi juga menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk mendukung proyek pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (grand package) senilai 9,8 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 142 triliun," kata Staf Khusus Bidang Hubungan Daerah dan Juru Bicara Menteri Investasi/Kepala BKPM pada tanggal 13 Maret.
Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, pemerintah tetap fokus pada pengembangan hilirisasi. Oleh karena itu, pemerintah memberikan perhatian khusus setelah groundbreaking HLI Green Power pada bulan September 2021.
"Hilirisasi adalah cara untuk menambah nilai dari sumber daya alam yang melimpah di Indonesia, termasuk nikel. Oleh karena itu, investasi ini menjadi terintegrasi dari hulu sampai hilir, mulai dari tambang, smelter, pemurnian, pengolahan, prekursor, katoda, hingga sel baterai," ungkap Tina.
Produksi sel baterai kendaraan listrik ini akan membuat Indonesia menjadi negara pertama produsen sel baterai kendaraan listrik di Asia Tenggara yang menggunakan teknologi terbaru dari LG. Implikasinya, tenaga kerja muda Indonesia yang terlibat dalam proyek ini juga akan menjadi engineer kendaraan listrik pertama di Asia Tenggara.
"Kami berharap hilirisasi mampu menciptakan tenaga kerja yang terampil dan memiliki pendapatan yang lebih tinggi, sehingga dapat membantu Indonesia keluar dari middle income trap," tambah Tina.
Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU
Komentar Anda