
Para ahli keuangan sering menyarankan generasi muda untuk mengelola keuangan dengan bijaksana. Ini tidak hanya berarti mengontrol pengeluaran, tetapi juga merencanakan tujuan keuangan di masa depan. Menurut OJK, ada tujuh kesalahan keuangan yang harus dihindari oleh generasi muda.
1. Hidup dari gaji ke gaji: Anda disarankan untuk memiliki sumber pendapatan lain selain gaji bulanan, seperti bisnis sampingan atau investasi yang dapat menghasilkan passive income.
2. Menggabungkan rekening tabungan dengan rekening sehari-hari: Pisahkan rekening untuk kebutuhan transaksi sehari-hari dengan rekening tabungan agar Anda terbiasa menabung secara disiplin. Lakukan manajemen keuangan sehari-hari dan review transaksi secara rutin untuk menghindari belanja yang tidak terkontrol.
3. Belanja impulsif menggunakan kartu kredit: Gunakan kartu kredit sesuai rencana pengeluaran yang telah Anda buat.
4. Menganggap menabung sama dengan investasi: Menabung dan investasi memiliki makna dan manfaat yang berbeda. Menabung adalah menyisihkan uang untuk disimpan sebagai cadangan, sedangkan investasi adalah mengembangkan uang pada instrumen yang memberikan keuntungan di masa depan.
5. Tidak memiliki dana darurat: Selain tabungan dan investasi, penting juga untuk memiliki dana darurat yang dapat digunakan untuk biaya tak terduga, seperti sakit atau kehilangan pekerjaan.
6. Tidak memiliki dana pensiun: Persiapkan dana pensiun untuk mencapai keamanan finansial di masa tua.
7. Tidak memiliki asuransi: Asuransi jiwa dan kesehatan penting untuk melindungi finansial Anda dan keluarga dari risiko tak terduga.
Untuk menghindari kesalahan tersebut, pertimbangkan gaya hidup hemat namun berkualitas. Gunakan transportasi umum, hemat energi di rumah, dan beli barang berkualitas tinggi yang tahan lama.
Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU
Komentar Anda