Contact Whatsapp085210254902

Bentuk Badan Penerimaan Negara, Gimana Caranya Bisa Sukses?

Ditulis oleh Administrator pada Rabu, 28 Februari 2024 | Dilihat 684kali
Bentuk Badan Penerimaan Negara, Gimana Caranya Bisa Sukses?

Pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, berencana mendirikan Badan Penerimaan Negara (BPN) jika mereka terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. Tujuan pembentukan BPN ini adalah untuk meningkatkan penerimaan pajak dan memperbesar rasio pajak. Rencana ini telah menarik perhatian dari berbagai kalangan, termasuk ekonomi di Indonesia. Telisa Aulia Falianty, seorang Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi, mengatakan bahwa pembentukan BPN bisa membantu kinerja perpajakan Indonesia, tetapi BPN tersebut harus dipercaya.

Telisa merujuk pada penelitian Talierco, Jr (2004) dalam Jurnal World Development, yang mempelajari otonomi kekuasaan dan penerimaan negara di empat negara Amerika Latin. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa otonomi penting, di mana persepsi mengenai tingkat otonomi yang lebih tinggi berkaitan dengan persepsi kinerja yang lebih baik. Indikator-indikator kinerja meningkat signifikan ketika otonomi tinggi, dan sebaliknya.

Telisa menyatakan bahwa Indonesia memiliki beberapa kesamaan dengan Amerika Latin, sehingga kredibilitas dan kompetensi lembaga melalui Badan Penerimaan Pajak yang independen dapat meningkatkan kinerja penerimaan pajak. Namun, menurutnya, lembaga tersebut harus benar-benar kredibel dan kompeten. Selain itu, ada faktor lain sebagai variabel kontrol yang mempengaruhi.

Telisa menekankan bahwa ada syarat perlu dan syarat cukup yang harus dipenuhi agar hubungan antara kelembagaan dan kinerja pajak di Indonesia terjamin tercapai. Dia juga menyoroti perlunya kajian mendalam terkait cost benefit serta persiapan dari syarat perlu dan syarat cukupnya sebelum penerapan.

Telisa juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat tentang kewajiban membayar pajak, kurangnya kepercayaan terhadap penggunaan pajak untuk kepentingan publik, serta tingginya informalitas dan underground economy di Indonesia sebagai akar masalah rendahnya pajak. Oleh karena itu, dia menekankan perlunya perbaikan dari akar masalah untuk mencapai dampak positif yang diharapkan dari pembentukan BPN.

Telisa juga mengingatkan bahwa pembentukan lembaga tanpa perbaikan dari akar masalah akan mengurangi dampak positif yang diharapkan, dan bahwa hasilnya biasanya akan dirasakan di jangka menengah hingga panjang. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa ide positif harus didukung dengan persiapan matang dan penyelesaian simultan dari akar masalah, serta masukan dari berbagai pemangku kepentingan.

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU

 

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com