Contact Whatsapp085210254902

Sebuah Strategi Agar TER PPh 21 Makin Efektif

Ditulis oleh Administrator pada Kamis, 18 Januari 2024 | Dilihat 784kali
Sebuah Strategi Agar TER PPh 21 Makin Efektif

Pemotongan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 mengalami perubahan signifikan dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 tentang Tarif Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa atau Kegiatan Wajib Pajak Orang Pribadi. Rezim baru ini menekankan penggunaan tarif efektif untuk menghitung pemotongan pajak setiap bulan. Bagaimana strategi yang dapat diterapkan oleh Wajib Pajak agar tarif efektif PPh Pasal 21 menjadi lebih efektif? Rinciannya akan diuraikan dalam artikel ini.

Tujuan utama dari skema ini adalah untuk menyederhanakan dan mempermudah bagi Wajib Pajak. Sebelumnya, terdapat sekitar empat ratus skenario penghitungan pemotongan PPh Pasal 21, namun ketentuan baru ini menggantinya dengan penggunaan tarif efektif, terutama untuk pegawai tetap. Penghitungan ini merupakan metode yang umumnya digunakan dalam sistem penggajian di banyak negara.

Skema baru ini tidak menambah beban pajak Wajib Pajak orang pribadi selama setahun, tetapi menyederhanakan proses penghitungan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Wajib Pajak.

1. Komunikasi Internal Perusahaan
   - Simplifikasi tarif efektif bulanan berdasarkan total penghasilan bruto pegawai tetap dalam sebulan, termasuk gaji, tunjangan, bonus, dan THR.
   - Wajib Pajak harus memahami bahwa perubahan penghasilan bulanan bisa disebabkan oleh tarif efektif yang berbeda, dan komunikasi internal perusahaan perlu ditingkatkan.

2. Aplikasi Pembayaran Gaji
   - Perusahaan dengan jumlah pegawai besar perlu menyesuaikan aplikasi pembayaran gaji internal mereka dengan aturan baru.
   - Meskipun DJP akan meluncurkan aplikasi khusus, perusahaan tetap memerlukan aplikasi internal untuk menangani informasi seperti pinjaman pegawai dan fitur lainnya.

3. Kesiapan Non-Teknis Perpajakan
   - Komunikasi yang baik kepada pegawai tentang perubahan ini penting.
   - Manajemen pemberian penghasilan tidak teratur perlu diperhatikan agar tidak mengakibatkan deviasi penghitungan yang besar.
   - Kesiapan non-teknis, seperti penyesuaian aplikasi dan pengelolaan komunikasi, akan meningkatkan efektivitas pemotongan PPh atas pegawai.

Penerapan tarif efektif dalam PPh Pasal 21 membawa dampak signifikan, dan perusahaan serta Wajib Pajak perlu memahami implikasi serta mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menyikapinya.

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU

 

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com