Contact Whatsapp085210254902

Presiden RI Luncurkan Transportasi Ramah Lingkungan Berinvestasi Rp 250 M di IKN

Ditulis oleh Administrator pada Selasa, 26 Desember 2023 | Dilihat 686kali
Presiden RI Luncurkan Transportasi Ramah Lingkungan Berinvestasi Rp 250 M di IKN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan proyek transportasi berbasis listrik senilai investasi Rp 250 miliar di Ibu Kota Nusantara (IKN) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Investasi ini, yang berasal dari PT Blue Bird Tbk (Blue Bird Group), diharapkan akan mempercepat pengembangan sistem transportasi publik di IKN.

Dalam pidatonya, Jokowi menyatakan bahwa pembangunan IKN dengan konsep forest city akan menekankan teknologi ramah lingkungan, termasuk green building, green energy, dan transportasi berbasis listrik. Investasi dari Blue Bird Group akan difokuskan pada pengembangan sistem transportasi yang ramah lingkungan, seperti pengadaan bus rapid transit listrik untuk mendukung layanan perkotaan, taksi listrik, mobil rental listrik, dan bus jurusan dari Balikpapan ke IKN.

Presiden juga memberikan apresiasi kepada Blue Bird Group karena mereka akan menyediakan sarana pendukung dan manajemen transportasi yang terintegrasi menggunakan teknologi pintar. Ini mencakup penyediaan halte, park and ride, transfer point depo, dan charging point.

"Saya mengapresiasi, saya sangat menghargai komitmen Blue Bird Group untuk mendukung inisiatif transportasi ramah lingkungan di IKN untuk menciptakan masa depan mobilitas yang berkelanjutan dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat," ujar Jokowi.

Dalam konteks lain, Muhamad Fajar Putranto, Managing Director TaxPrime dan Wakil Ketua Dewan Pembina Asosiasi Ahli Emisi Karbon Indonesia (Association of Carbon Emission Experts Indonesia/ACEXI), menyatakan pandangan bahwa pemetaan sektor prioritas, khususnya dalam transportasi, merupakan langkah penting dalam menangani pengurangan emisi karbon di Indonesia. Fajar menyoroti bahwa sektor transportasi adalah penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar kedua sebesar 23 persen. Meskipun sektor transportasi dan sektor pergudangan tumbuh 15,93 persen year-on-year pada kuartal I-2023, Indonesia tetap bertujuan mencapai target net zero emission (NZE) pada tahun 2060.

Fajar menjelaskan urgensi fokus pada sektor transportasi karena tidak hanya sebagai penyumbang emisi terbesar, tetapi juga inefisiensi dalam sektor ini dapat mempengaruhi sistem logistik secara signifikan. Mengingat sektor logistik menyumbang sekitar 27-29 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, efisiensi dalam biaya logistik dianggap penting untuk mengurangi disparitas harga antarprovinsi dan mengoptimalkan berbagai aspek bisnis, seperti biaya transportasi, administrasi, dan penyimpanan.

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com