
Pemerintah Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen pada tahun 2024. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan menggencarkan tiga pilar pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024.
Pertama, pemerintah akan melakukan revitalisasi dan peningkatan kapasitas mesin ekonomi konvensional dengan tujuan meningkatkan produktivitas secara signifikan, mendorong investasi baru, dan meningkatkan ekspor. Langkah ini melibatkan upaya untuk memperluas pasar ekspor, termasuk melalui penyelesaian perundingan dagang dan investasi, seperti Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Selain itu, pemerintah berupaya membuka pasar di Amerika Latin, selain Amerika Serikat dan Eropa, melalui Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), termasuk Kanada, Chili, Meksiko, dan Peru.
Kedua, pemerintah akan mendorong mesin ekonomi baru yang berfungsi sebagai akselerator pertumbuhan di masa depan. Fokus utama adalah penerapan aplikasi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam sektor-sektor ekonomi seperti pertanian, manufaktur, kesehatan, transportasi, dan pengembangan ekonomi hijau atau energi terbarukan. Upaya pengembangan industri semikonduktor juga menjadi bagian dari langkah-langkah ini, mengingat nilai semikonduktor sebagai penggerak ekonomi ke depan.
Ketiga, pemerintah berkomitmen untuk menyempurnakan mesin ekonomi Pancasila, yang menekankan keadilan. Ini mencakup berbagai program di sektor pendidikan, kesehatan, usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan pemberdayaan, yang telah dijalankan oleh Presiden Joko Widodo. Upaya ini tercermin dalam dukungan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang substansial.
Airlangga menekankan bahwa dengan cara ini, mesin ekonomi konvensional dan baru akan berperan sebagai akselerator pertumbuhan di masa depan, yang dapat menyempurnakan mesin ekonomi Pancasila. Dia menyoroti pentingnya tiga pilar tersebut dalam menghadapi berbagai tantangan global seperti fluktuasi geopolitik dan perubahan iklim, serta menjadikan APBN sebagai alat penyerap gejolak ekonomi.
Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU
Komentar Anda