
UntuMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak menjadi salah satu instrumen penting dalam penetapan kebijakan fiskal tahun 2024.
Kebijakan fiskal tersebut harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sri Mulyani mengatakan bahwa pertumbuhan pajak yang tinggi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan. Hal ini menjadi critical point bagi Indonesia karena harus menjaga momentum pertumbuhan yang menjadi basis pajak.
Berdasarkan data per 12 Desember 2023, pertumbuhan penerimaan pajak tercatat sebesar 7,3 persen (year-on-year/yoy). Namun, pertumbuhan penerimaan pajak tahun ini terbilang melambat dibandingkan tahun sebelumnya, yang disebabkan oleh penurunan harga komoditas, penurunan nilai impor, dan tidak berulangnya kebijakan Program Pengungkapan Sukarela (PPS).
Meskipun demikian, Pemerintah Indonesia memproyeksi, pertumbuhan nasional sepanjang tahun 2024 masih tergolong cukup impresif. Analisis ini karena baseline pertumbuhan yang sudah tinggi pada tahun sebelumnya.
Sri Mulyani optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2024 masih bisa terjaga di level 5 persen.
Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tersebut, pemerintah akan terus berupaya untuk menjaga permintaan domestik, terutama konsumsi kelompok menengah ke bawah.
Pemerintah juga akan terus berusaha untuk menjaga inflasi dan kenaikan harga pangan.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan sustainable juga harus dipacu dengan produktivitas melalui perbaikan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
APBN juga harus dijaga kesehatannya untuk menahan berbagai guncangan yang akan muncul di tahun depan.
Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU
Komentar Anda