Contact Whatsapp085210254902

2 Usulan Presiden RI Sebagai Panduan Asia Zero Emission Comunity (AZEC)

Ditulis oleh Administrator pada Selasa, 19 Desember 2023 | Dilihat 655kali
2 Usulan Presiden RI Sebagai Panduan Asia Zero Emission Comunity (AZEC)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Zero Emission Community (AZEC) yang diselenggarakan di Kantor Perdana Menteri Jepang pada tanggal 18 Desember. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan dua poin utama sebagai pedoman bagi AZEC.

AZEC merupakan platform untuk negara-negara Asia yang memfokuskan upaya dekarbonisasi dalam mengatasi perubahan iklim. Melalui AZEC, Jepang berkomitmen untuk memberikan bantuan keuangan kepada negara-negara di Asia untuk proyek-proyek energi terbarukan, penghematan energi, hidrogen, amonia, dan lainnya. Bantuan ini mencapai 8 miliar dolar AS hingga tahun 2030.

Jokowi menyatakan bahwa setiap negara memiliki strategi transisi energi yang unik, disesuaikan dengan kondisi nasional. Indonesia sendiri telah mengadopsi "Indonesian Way of Just Energy Transition" melalui pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) serta upaya dekarbonisasi. Sebagai negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, Indonesia telah melakukan langkah-langkah seperti pengurangan emisi melalui pengendalian laju deforestasi, degradasi hutan, dan pengembangan potensi mangrove untuk penyerapan karbon.

Dengan demikian, dua usulan utama dari Jokowi untuk menjadi panduan AZEC adalah pertama, mendorong sinergi AZEC untuk program pendanaan dekarbonisasi yang inklusif, terutama terkait dengan pengembangan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Kedua, terkait dengan dukungan pendanaan inovatif, Jokowi menyatakan bahwa diperlukan peningkatan pendanaan berkelanjutan untuk mendukung transisi energi, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Jokowi juga menggarisbawahi bahwa Indonesia telah memiliki berbagai mekanisme pembiayaan inovatif yang kredibel, seperti mekanisme transisi energi, sukuk dan obligasi hijau, serta peluncuran Bursa Karbon Indonesia. Sinergi antara pemerintah, swasta, dan perbankan dianggap sebagai kunci penting dan harus menjadi perubahan berarti untuk mempercepat transisi energi. Beberapa proyek prioritas yang diungkit oleh Jokowi mencakup pembangkit listrik geothermal di Muara Laboh, waste to energy di Legok Nangka, dan pengelolaan lahan gambut di Kalimantan Tengah.

Jokowi berharap bahwa AZEC dapat menjadi platform yang mempromosikan semangat kolaborasi untuk terlibat secara konkret dalam upaya pengurangan emisi. Sebelumnya, pada KTT Perayaan 50 Tahun Hubungan Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN-Jepang, Jokowi menegaskan bahwa salah satu bentuk kemitraan yang diinginkan oleh ASEAN dan Jepang adalah percepatan transisi energi. Jepang memiliki peran penting dalam membantu ASEAN mencapai tujuan ini melalui pembentukan Asia Zero Emission Center.

Selain fokus pada dekarbonisasi, pertemuan ini juga mencakup prioritas terkait dengan percepatan transformasi digital. Potensi ekonomi digital di ASEAN diproyeksikan sangat besar, mencapai 1 triliun dolar AS pada tahun 2030, dan kerja sama dengan Jepang diharapkan dapat mendukung peningkatan keterampilan dan infrastruktur konektivitas digital, terutama untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU

 

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com