Contact Whatsapp085210254902

Pendapatan Negara Capai 96,8 Persen

Ditulis oleh Administrator pada Selasa, 19 Desember 2023 | Dilihat 606kali
Pendapatan Negara Capai 96,8 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memverifikasi bahwa pendapatan negara menunjukkan tren positif, sementara belanja negara semakin optimal. Hingga tanggal 12 Desember 2023, pendapatan negara mencapai Rp 2.553,2 triliun atau sekitar 96,8 persen dari target yang ditetapkan dalam Perpres Nomor 75 Tahun 2023, yakni Rp 2.637,2 triliun.

Walaupun belum mencapai target yang telah direvisi, Sri Mulyani menegaskan bahwa pendapatan negara telah melewati target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebesar Rp 2.463 triliun sebanyak 103,6 persen. Ia menyatakan keyakinan bahwa pendapatan negara akan mencapai target hingga akhir tahun 2023, menggarisbawahi bahwa kinerja pendapatan negara tetap tangguh dan mendukung pemulihan ekonomi serta pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dari segi belanja negara, hingga 12 Desember 2023 mencapai Rp 2.588,2 triliun. Meskipun target total belanja menurut Undang-Undang APBN 2023 adalah Rp 3.061,2 triliun atau 84,55 persen, Perpres Nomor 75 Tahun 2023 menaikkan target belanja negara menjadi Rp 3.117,2 triliun atau 83,03 persen dari target.

Pada sisi pembiayaan, terdapat realisasi sebesar Rp 289,6 triliun dengan defisit APBN mencapai Rp 35 triliun atau 0,17 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan demikian, keseimbangan primer tetap surplus sebesar Rp 378,6 triliun.

Sri Mulyani menekankan bahwa meskipun desain awal APBN menetapkan defisit sebesar Rp 598,2 triliun atau 2,84 persen dari PDB, defisit aktual per 12 Desember 2023 hanya Rp 35 triliun atau 0,17 persen, jauh di bawah desain awal tersebut. Ia menilai bahwa APBN semakin sehat karena defisitnya lebih rendah dibandingkan desain awal dan tahun sebelumnya. Trend penurunan defisit melalui konsolidasi fiskal tetap terjaga, menunjukkan kekredibelan dan kekuatan APBN.

Secara spesifik, Sri Mulyani mencatat bahwa pemerintah berhasil mengelola pembiayaan dengan menggunakan Sisa Anggaran Lebih (SAL) tahun 2022, yang memungkinkan penurunan pembiayaan melalui surat utang negara (SUN). Strategi ini dianggap tepat dan efektif menghadapi situasi global yang ditandai dengan kenaikan suku bunga yang signifikan. Ia menegaskan bahwa APBN akan terus melindungi masyarakat dan mendukung pemulihan ekonomi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Dengan APBN yang lebih kuat dan lebih sehat, kita tetap bisa menjaga masyarakat dan ekonomi kita melalui fungsi countercyclical dan shock absorber, serta memberikan afirmasi kepada kelompok-kelompok yang paling rentan," tambah Sri Mulyani.

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU

 

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com