Contact Whatsapp085210254902

AKUNTANSI MANAJEMEN DAN LINGKUNGANNYA

Ditulis oleh Administrator pada Senin, 12 Juli 2021 | Dilihat 1174kali

TUJUAN BELAJAR

Membedakan akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan

Memahami peran informasi akuntansi dalam persaingan global

Memahami inovasi akuntansi dalam era teknologi industry

Memahamai hubungan informasi akuntansi dengan struktur organisasi

Memahami peran informasi akuntansi pada level manajemen

BAB 1

AKUNTANSI MANAJEMEN DAN LINGKUNGANNYA

Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan

Secara umum akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu proses identifikasi, pengukuran, dan pengkomunikasian informasi ekonomi yang menghasilakan informasi yang berguna bagi pembuatan kebijakan dan keputusan oleh pemakainya. Dari definisi tersebut kemudian berkembang berbagai bidang ilmu seperti akuntansi keuanagan, akuntansi manajemen, akuntansi biaya, pemeriksaan akuntansi, akuntansi pemerintahan, dan system informasi akuntansi yang saling terkait dalam implementasinya.

          Akuntansi manajemen merupakan bidang akuntansi yang berfokus pada penyediaan, termasuk pengembangan dan oenafsiran informasi akuntansi bagi para manager untuk digunakan sebagai bahan perencanaan, pengendalian operasi dan dalam pengambilan keputusan. Sesuai dengan fungsi tersebut, maka akuntansi manajemen dapat digunkaan sebagai pendukung pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam bidang riset dan pengembangan, produksi, pemasaran, distribusi dan logistic, serta pelayanan pelanggan. Hubungan akuntansi manajemen dengan lingkungannya dapat dilihat dalam peraga 1-2. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut digunkaan informasi yang dihasilkan dari system akuntansi keuangan.

          Akuntansi keuangan merupakan bidang akuntansi yang berfungsi menyediakan informasi keunagan yang berasal dari transaksi ekonomi perusahaan terutama untuk memenuhi kebutuhan pihak eksternal seperti para pemegang saham, kreditor, otoritas pemerintah, masyarakat luas dan sebaginya. Secara teknis, bidang akuntansi keuangan lebih berfokus pada perlakuan akuntansi bagi pengumpulan data masa lalu secara kronologis untuk disajikandalam laporan keuangan yang beupa neacalaporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan lain seperti perubahan modal, atau laporan perubahan posisi keunagan. Melalui suatusistem informasi akuntansi output akuntansi, keunagan selanjnya dapat direkayasa untuk memenuhi kebutuhan manajemen.

          Akuntansi biaya. Konsep dan prosedur akuntansi untuk mengukur biaya-biaya pelaksanaan berbagai aktivitas bisnis dan produksi disebut akuntansi biaya. Data akuntansi keunagan yang paling banyak digunakan dalam akuntansi manajemen terutama berhubungan dengan data biaya yang diproses dalam satu system akuntansi biaya. Akuntansi biaya merupakan bagian akuntansi manajemen plus sebagian akuntansi keuangan sampai pada tahap tertentu dimana akuntansi biaya dapat memenuhi kebutuhan pelaporan eksternal. Dalam prosesnya akuntansi biaya terutama berfokus pada pengumpulan data biaya dalam rangka penentuan harga pokok produk, terutama bagi produk dari industry manufaktur. Hasil perhitungannya menjadi elemen nilai persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi dalam neraca serta beban pokok penjualan dalam laporan laba rugi. Karena sebelum memutuskan pelaksanaan suatu tindakan, para manajer ingin mengetahui jumlah biaya yang akan diserap, maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut, output akuntansi biaya dapat direkayasa lebih lanjut agar menjadi informasi akuntansi manajemen.

          Pemakai laporan. Pihak-pihak luar perusahaan sangat berkepentingan terhadap informasi akuntansi keuangan yang menunjukkan kinerja perusahaan secara keseluruhan, untuk memenuhi kebutuhan manajemen dalam menjalankan fungsi-fungsinya. Informasi akuntansi keuangan tidak cukup memadai sebagai input dalam pengambilan berbagai keputusan internal. Oleh karena itu, kemudian dikembangkan akuntansi manajemen yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan para pengambil keputusan internal.

          Akuntansi manajemen lebih berorientasi kedepan. Karena perencanaan merupakan salah satu bagian penting dari tugas manajer maka akuntansi manajemen memilki otoritasi masa depan yang lebih kuat. Akuntansi keuangan terutama menyediakan ikhtisar transaksi keuangan masa lalu. Kesulitan dalam mengikhtisar masa yang akan dating adalah bahwa masa adatang bukan sepenuhnya refleksi dari apa yang telah terjadi pada masa lalu. Proses akuntansi keunagan harus didasarkan pada dokumen dasar yang menjadi bukti bahwa telah terjadi transaksi yang valid untuk diproses.

          Akuntansi manajemen mementingan relevansi dan fleksibilitas data. Data akuntansi keunagn diharapkan menjadi objektif dan dapat diuji . bagaimanapun, untuk pemakaian internal, manajer sering lebih berkonsentrasi pada penerimaan informasi yang relevan dibanding dengan informasi yang sepenuhnya ojektif atau bahkan dapat diuji. System informasi akuntansi manajemen akan cukup fleksibel menyediakan data yang relevan untuk setiap keputusan yang diinginkan.

          Akuntansi manajemen kurang menekankan pada presisi. Ketepan waktu sering lebih penting daripresisi bagi manajer. Bila suatu keputusan harus dibuat, seorang manajer akan lebih baik segera membuat taksiran daripada menunggu untuk mendapatkan data yang lengkap. Agar mendekati keadaan sebenarnya, penaksiran-penaksiran tersebut dapat didasarkan pada asumsi yang dianggap paling rasional.

          Dalam akuntansi keunagan, sekalipun masih menggunakan unsur-unsur penaksiran dalam bebrapa item perhitungannya, namaun apabila suatau kebiajakan akuntansi sudah ditetapkan, maka ketetapan perhitungan yang konsisten dengan kebijakan tersebut menjadi penting. Ruang lingkup estimasi ini pun tidak sampai menyangkut proyeksi data ke depan, tetapi terbatas pada taksiran alokasi biaya tenggelam, atau taksiran biaya yang masih harus dibayar sebagai konsekuensi menggunakan sumber daya ekonomi pada masa lalu atau saat ini. Dari segi presisi, alokasi seumber daya tersebut secara total pada akhirnya akan sama dengan nilai total biaya tenggelam yang dialokasikan.

          Informasi akuntansi manajamen cenderung tersegmentasi. Akuntansi keunagan terutama berkonsentrasi pada pelaporan untuk perusahaan secara keseluruhan. Akuntansi manajemen lebih berfokus pada bagian, atau segmen dari sebuah perusahaan. Hal ini menjadi penting karena manajamen tidak cukup informasi untuk melaksanakan fungsinya, bila hanya mengandalkan total informasi bagi perusahaan secara keseluruhan. Informasi akuntansi manajemn juga harus diperinci dalam system informasi yang menunjang komunikasi vertical dan horizontal dalam berbagai jenjang organisasi, seusai batas-batas tanggung jawab manajer yang bersangkutan.

          Penggunakan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Dari segi penggunaan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, akuntansi manajemn tidak terkait oleh prinsip-prinsip akuntansi ini. Sebuah perusahaan sepenuhnya bebas memilih bentuk penyajian, klasifikasi akun, waktu penyajian, ruang lingkup informasi akuntansi sesuai dengan yang diinginkannya. Disisi lain, karena laporan akuntansi keunagan disiapkan untuk pemakaian luar maka harus disiapkan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

          Hal ini terutaa berhubungan dengan karakteristik pemakaiannya yang heterogen dari luar perusahaan di samping untuk kebutuhan internal. Guna memnuhi keseragaman data dasar untuk interpretasi atas informasi yang disajikan, maka dibutuhkan adopsi atas standard pelaporan yang berlaku da seragam bagi dunia usaha dalam satu wilayah tertentu dimana prinsip-prinsip tersebut digunakan. Prinsip akuntansi seperti ini disusun oleh ikatan akuntan di masing-masing Negara. Sebagai prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia misalnya, dikenal standard akuntansi keuangan yang disusun dan diterbitkan oleh ikatan akuntan indomesia.

          Rentang waktu informasi akuntansi manajemen berbeda dengan yang diterapkan dalam akuntansi keuangan. Dalam akuntansi keunagan rentang waktu informasi yang disajikan kebnayakan mengikuti tahun takwim selama 1 bulan. Alternative lain informasi akuntansi dapat disajikan dalam rntang waktu yang lebih pendek, yang biasa disebut laporan interim. Dalam akuntansi manajemn, , rentang waktu dapat bervariasi dari rentang waktu yang sangat pendek dalam hitungan jam/menit sampai dengan jangka menengah, dan jangka panjang smpai 15 atau 25 tahun. Semakin besar investasi, biasanya semakin dibutuhkan informasi akuntansi dalam rntang waktu yang lama, dan di sisi lain semakin tinggi fluktuasi pasar semakin dibutuhkan informasi yang berjangka waktu lebih pendek.

          Efek prilaku. Akuntansi manajemenmemberikan efek prilaku yang lebih besar. Laporan-laporannya menjadi dasar pengukuran kinerja internal dan mendorong prubahan prilaku pada para manajer. Misalkan bila manajemen perusahaan mendapatkan anggaran yang menjukkan program peningkatan penjualan sebesar 50% dari kinerja tahun sebelumnya maka anggaran tersebut akan mendorong manajer pemasaran untuk bekerja ekstra keras sebagi respon dari laporan tersebut. Akuntansi keunagan lebih menekankan pada proses pengkomunikasian hasil yang dicapai dalam priode waktu tertentu. Penyajian laporannya lebih didasarkan pada fakta yang obyektif dan sedikit mepertimbangkan efek prilaku yang akan terjadi sebagai reaksi atas laporan tersebut.

          Disiplin ilmu. Akuntansi keuangan menggunakan ilmu akuntansi yang cenderung bersifat normative. Akuntansi manajemn tidak hanya menggunakan disiplin akuntansi konvensional, tetapi juga membutuhkan pengetahuan dibidang lain seperti ilmu statistic, dan ilmu manajemn. Dlam kondisi tertentu akuntansi manajemen harus mempertimbangkan ilmu tentang kebijakan public, dan bahkan peratusran perundang-undangan yang berlaku sebagai factor kendala dimana sebuah bisnis menjalankan aktivitasnya. Kebutuhan variasi disiplin ilmu ini terutama disebabkan perbedaan keputusan yang diperlukan sesuai kondisi lingkungan pemakai informasi.

          Akuntansi manajemn tidak wajib. Pelaksanaan akuntansi keunagan merupakan keajiabn perusahaan untuk memenuhi berbagai kebutuhan peraturan perundang-undangan. Bagi perusahaan-perusahaan yang menggunkan dana masyarakat perlu melaporkan kinerjanya secara periodic kepada masyarakat luas. Pemerintah berkepentingan terhadap laporan akuntansi keuangan, minimal untuk memenuhi persyaratan pelaporan pajak-pajak perusahaan. Akuntansi manajemn disisi lain tidak bersifat wajib. Karena akuntansi manajemn sepenuhnya opsional, maka persoalan pentingnya lebih ditekankan pada aspek manfaat informasinya dari pada factor kewajiban mengadakan laporannya.

Informasi Akuntansi dan Fungsi Manajemen

Hasil akhir dari aktivitas para manajer yang dirasakan pelanggan tidak terjadi begitu saja, tetapi hal itu merupakan hasil upaya dari para manajer yang harus memvisualisasikan dan bersama-sama melaksanakan proses yang dibutuhkan untuk menjalnkan suatu pekerjaan. Secara sistematis proses manajemen meliputi perencanaa, motivasi, pengarahan, dan pengendalian. Salam berbagai buku teks manajemen, fungsi-fungsi manajemn ini juga secara eksplitasi dikelompokan menjadi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian atau pengawasan. Untuk itu manajemen membutuhkan informasi yang spesifik melaui proses yang sistematis dari dan untuk masing-masing fungsi riset dan pengembangan, produksi, distribusi, pemasaran, pelayanan pelanggan sesuai dengan jenjang manajemen pemakai informasi.

          Bertitik tolak dari karakterristik akuntansi manajemen yang dikemukakan diatas , peraga 1-2 menunjukkan peran sentral akuntansi manajemen sebagai media penyiapan informasi bagi implementasi fungsi-fungsi manajemen pada semua jenjang manajemen dan fungsi organisasi.

AKUNTANSI DAN FUNGSI MANAJEMEN

          Perencanaan meliputi pemilihian suatau cara pelaksanaan dan penjelasan yang perinci mengenai cara menerapkan suatu tindakan. Dalam kerangka perencanaan, manajemen membutuhkan informasi akuntansi yang disusun berdasarkan pengalaman masa lalu. Perencanaan ini sekaligus merupakan proses penetapan tujuan yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan rencana ini kemudian dilaksanakan tahapan kegiatan selanjutnya dalam suatu plat form yang menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan operasional, pengambilan keputusan taktis dan strategi pada tiap jenjang manajemen.

          Fungsi pengrahan dan motivasi meliputi proses mobilisasi manusia dan sumber daya yang lain untuk melaksanakan rencana dan menjalankan operasi sehari-hari. Dengan adanya rencana yang ditetepkan, maka langkah selanjutnya adalah mengarhakan dan memotivasi sumber daya manusia yang dilibatkan dalam pelaksanaan rencana yang dimaksud. Terasuk dalam aktivitas ini adalah mengorganisir sumber daya manusia yang tersedia sedemikian rupa dalam bentuk kelompok-kelompok kerja sehingga memungkinkan menjalankan tugas bersama secara tepat sasaran.

          Proses terdiri dari suatau rangakaian aktivitas yang diharapkan dapat menjamin bahwa suatau rencana benar-benar dilaksanakan atau dimodifikasi sesuai dengan perubahan yang terjadi. Apabila suatau rencana sudah dilaksankan maka akan menghasilakan data realisasi yang baru. Proses pengawasan dan pengendalian dapat dilaksanakan dengan membandingkan rencana yang ditetapkan. Dari hasil analisis ini akan dilakukan tindakan-tindakan perbaikan bila terjadi ketidaksesuaian yang cenderung merugikan perusahaan.

          Siklus perencanaa dan pengendalian merupakan arus kegiatan manajemen melalui perencanaan, pengamatan, motivasi, pengendalian, dan kemudian kembali lagi kepada perencanaan untuk priode berikutnya. Dengan pengendalian ini dapat diharapkan bahwa kalaupun terjadi penyimpangan dari rencana semula maka penyimpangan itu tidak akan meleset terlalu jauh. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan informasi akuntansi perlu dipahami keterkaiatan fungsi manajemen dengan jenjang manajemen beserta kebutuhannya dalam satu organisasi. Selain itu juga diperlukan koordinasi dengan manajemen selevel dari segmen-segmen bisnis yang lain.

          Manajemen tingakat bawah lebih banyak membutuhkan informasi operasional sehari-hari. Manajemen tingkat menengah banyak membutuhkan informasi untuk tujuan pengendalian secara teknis, sementara manajemen puncak lebih berfokus pada informasi untuk membuat keputusan strategis. Pemahaman ini diperlukan untuk mengefisienkan pengadaan informasi serta menefektifkan distribusi dan pemanfaataannya. Informasi yang baik harus memenuhi syarat kesesuaian sumber, ruang lingkup, tingkat agregasi, horizon waktu, kekinian, dan akurasi informasi bagi level manajemen pemakainya.

          Hal itu menjadi penting karena informasi akuntansi merupakan bahan baku pembuatan keputusan yang berhubungan dengan alokasi sumber daya pada tingkat perencanaan, pengarahan, motivasi, implementasi, maupun pengendalian. Integrasi lingkungan keputusan dengan informasi akuntansi yang baik diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang efektif untuk dilaksanakan dalam satu siklus pengenadlian bagi pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan. Semakin tinggi kualitas informasi yang digunakan maka semakin tinggi pula tingkat akurasi keputusan yang dihasilkan dari padanya.

Teknologi Industri

Teknologi Industri berbasis automasi telah menghasilkan perubahan yang dramatis pada aktivitas industry generasi terakhir. Namun demikian, seperti halnya industry konvensional, aplikasinya melibatkan sumber daya yang dikendalikan oleh manajemennya.

          Karena industry didirian untuk tujuan komersil maka pengukuran kinerjanya dengan target-target finansial menjadi alternative yang tidak bias dihindari. Bagaimanapun bentuk perubahan teknologi yang diadopi dalam industry, system akuntansinya harus disesuaikan agar tetap memenuhi fungsinya sebagai media transformasi data operasional menjadi informasi keunagan dan bahkan alternative keputusan.

          Sejak akhir 190-an terjadi pergeseran filosofi manajemen yang cukup berarti. Hal ini menyusul perkembangan teknologi automasi yang memungkinkan produksi dilakukan dengan bantuan mesin-mesin berbasis computer. Perkembangan ini didukung oleh system dan teknogi. Informasi yang tersedia harus seusai dengan kebutuhan. Secara komersil, kesulitan memaksa kenaikan harga jual karena keterbatasan daya beli konsumen mengharuskan efisiensi dalam berbagai fungsi perusahaan. Salah satu fungsi yang dipandang masih berpeluang untuk direkayasa adalah fungsi produksi. Terbukti penghematan disektor ini berhasil menaikkan laba bruto perusahaan setelah meng-adopsi CIM yang mendorong perubahan pada manajemen persediaan JIT dan modifikasinya serta aplikasi system akuntansi ABC.

          System ini pertama dikenalakan oleh perusahaan-perusahaan Toyota dan Kawasaki di Jepang dengan filosofi saldo persediaan setiap saat mendekati nol. Di masa yang akan dating mungkin system persediaan (JIT) Just In Time penjadi pilihan yang paling popular untuk mengelola persediaan. Secara operasional, teknologi produksi sudah memberikan peran yang sangat dominan dalam meningkatkan produktivitas pabrik. Perkembangan yang paling berarti terjadi setelah keterlibatan computer di semua lini produksi dengan system robot untuk menggantikan peran manusia pada tiap-tiap work station. Perkembangan ini selanjutnya tidak hanya dalam produksi, tetapi juga mengalami diverifikasi kedalam manajemen system informasi.

          Indutri berbasis automasi ditandai dengan penggunaan mesin-mesin, peralatan produksi dengan system informasi yang berbasis kompter secara terintegrasi. Model industry ini kemudian dikenal sebagai (CIM) Compter Integrated Manufacturing. Dengan fasilitas automasinya, CIM dapat memindahkan sendiri suatu produk dalam proses dari satu work cell ke work cell lainnya tanpa intervensi yang berarti dari manusia. CIM dapat berupa jaringan atau rangkaian jaringan, yang biasanya menggunakan mainframe, midsize, microcomputer dan terminal-terminal yang saling berhubungan. Pemakai jaringan ini dapat memperluas sampai membetuk jaringan EDI (Electronic Data Interchange) dengan para pemasok utamanya. Elemen-elemen suatu CIM yang lengkap biasanya meliputi (CAD) Computer Aided Design, MRP (Material Requerement Planning). Suatu MRP, JIT, CAM, Robot, (FMS) Flexible Manfacturing System, dan penanganan bahan baku secara otomatis.

          CIM meliputi rangkaian mesin peralatan yang fleksibel dan dapat deprogram untuk mengubahnya dari satu unit produksi menjadi unit produksi yang lain. CIM yang berupa FMS (Flexible Manufacturing System) terdiri dari suatau kelompok alat-alat mesin dan system ban berjalan yang menjadikan workpiece berpindah secara otomatis dari suatu alat ke alat berikutnya. Dengan CIM sebuah perusahaan dapat menghubungan semua fungsi organisasi termasuk pebrik melalui rute informasi yang menggunakan computer.

          CAD (Computer Aided Design) pertama dipergunakan untuk memnuhi kebutuhan industry ruang angkasa pada tahun 1960-an dan saat ini sudah diadopsi untuk industry otomotif. Dengan site mini suatu prototyiping produk dapat diminimalkan karena rancangan produk dapat diamati dari berbagai dimensi dalam screen computer sebelum proses produksi. CAD dapat berkerja dalam satu CIM sebagai suatu prose perekayasaan yang dihubungankan dengan CAE (Computter Adided Enginnering) yang memverifikasi kelayakan produksi yang dirancang, untuk diteruskan ke CAM (Computter Adided Manufacturing). CAM mengirim order produksi ke alat yang berupa pesam elektronik, robot, dan work stations otomatis lainnya.

          Robot memiliki kelebihan yang dapat menggantikan pekerjaan yang berbahaya bagi manusia, seperti lokasi pekerjaan bertemperatur sangat tinggi. Robot dapat menyelesaikan pekerjaan dengan setandar mutu yang sama pada setiap outputnya. Penggunaan fasilitas robot memungkinkan penerapan filosofi zero defect dalam upaya pengendalian mutu produk. Bentuk penggunaan teknologi tersebut dengan sendirinya mengubah falsafah industry manufaktur dari padat karya menjadi padat modal. Di sisi lain, perubahan ini tentu saja akan memengaruhi sitem informasi yang diperlukan sebagai media akumulasi data produksi.

          Bila sebuah perusahaan menerapkan CIM sepenuhnya, maka akan menggunakan computer untuk menghubungkan beberapa work station yang terpisah. Proses produksi akan dikontrol sepenuhnya melalui sebuah jaringan computer. Jaringan tersebut bahkan dapat dihubungan dengan system computer pemasok dan pelanggan yang memungkinkan komunikasi; misalnya, sebuah pabrik mobil dengan supplier suku cadang dan dealer-nya.

          Dalam system ini, bila dealer mengetik order pelanggan dalam terminal diruang pamernya, jaringan CIM akan dapat melakukan order atas suku cadang,mengatur pengiriman suku cadang kepada supplierdan mengirim order produksi dengan system automasi terletak pada kecepatan proses, produktivitas yang tinggi, peningatakan efisiensi, dan konsistensi mutu outputnya.

          Factor lain yang menjadi keunggulannya terletak pada penggunaan banyak tenaga computer sehingga dapat mengurangi konflik yang bersifat humanistis. Rangkaian FMS, CAD, CAM dan CAE (Computter Adided Enginnering) secara terpandu menjadikan hamper tidak ada waktu terbuang untuk menghubungan tahap design sampai dengan manufacturing-nya.

          Perkembangan teknologi ini setidaknya memperpendek siklus hidup produk, meningkatkan persaingan, mengubah kecenderungan industry padat karya menjadi padat modal, dan oleh karenanya manajemen membutuhkan penyediaan informasi yang perinci dan tepat.

Perluasan Peran Akuntansi Manajemen

Sejalan dengan perluasan lini produk dan operasi yang menjadi lebih kompleks, perusahaan-perusahaan yang memiliki pandangan ke depan selalu memperhatikan kebutuhan pembahauan untuk menghasilkan data yang berorientasi manajemen dan berbeda runag lingkupnya dari sekedar data yang berorientasi keuangan. Dorongan ekonomi yang sudah tidak terbatas dalam beberapa tahun terakhir telah mengarah kepada suatu pembaruan penekanan pada pentingnya akuntani manajemen.

          Lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat membutuhkan perubahan dalam disiplin ilmu ini. Bagaimanapun juga bentuk perubahan yang terjadi, system informasi akuntansi harus disesuaikan dengan perubahan tersebut agar manajemen senantasa memperoleh informasi yang seusai kebutuhakn dalam menjalankan fungsi-fungsinya.

          Prubahan dalam system produksi harus ditunjang system informasi yang memadai dalam menyelenggarakan tugas-tugas manajemen, baik yang menyangkut perencanaan, pengambilan keputusan, pengendalian, dan pengorganisasian aktivitas bisnis. Secara internal beberapa perubahan dalam bidang produksi, misalnya perusahaan mengadopsi TQM (total quality management), automasi atau FMS (flexiblemanufacturing system), dan JIT (just in time) baik sendiri-sendiri atau secara simultan dan terintegrasi.

          Total quality management merupakan suatu pendekatan kepada peningkatan kualitas secara terus menerus yang berfokus kepada para pelanggan dan pemakaian kelompok-kelompok pekerja garis depan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah kualitas secara sistematis. Kualitas dalam pengertian ini tidak hanya menyangkut kualitas teknis produk tetapi juga menyangkut kualitas proses manajerial yang dilaksanakan dalam lingkungan perusahaan.

          Pemasukan factor kualitas ini menjadi penting karena rendahnya kualitas proses manajerial dapat megakibatkan hasil pekerjaan yang tidak memenuhi standard dan bermuara pada pemborosan sumber daya perusahaan, termasuk pemborosan dalam pembiayaan. Akuntansi manajemen dapat menyediakan informasi baiaya untuk memanau hubungan biaya dengan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan.

          Perekaysaan proses adalah suatu pendekatan kepada peningatan yang sepenuhnya melibatkan proses perancangan kembali suatu bisnis guna menghindari atau mengeliminasi langkah-langkah yang tidak diperlukan, mengurangi kesalahan, dan mengurangi biaya. Bisnis yang beralih kepada manajemen berbasis akivitas merupakan salah satu contoh pemakai proses ini dalam mencapai efisiensi biaya.

          Automasi, factor lain yang memengaruhi lingkungan akuntansi manajemen adalah automasi (jidohka) yaitu suatu system penyelenggaran kegiatan bisnis dengan mengandalkan mesin berbasis computer yang terintegrasi dalam proses produksi dan kegiatan lain sampai dengan system informasi yang digunakannya.

          Dalam pengertian sedrhana automasi merupakan ungkapan yang berarti mesin akan berhenti sendiri bila mengalami masalah. Model mesin seperti ini memungkinkan seorang pekerja menangani beberapa mesin produksi dalam waktu yang bersamaan. Salah satu model automasi adalah penggunakaan mesin Ne (numerically controlled) yaitu suatu mesin yang fungsinya dikenadlikan oleh computer yang deprogram untuk memandu peralatan melalui semua tahapan yang diperlukan dalam penyelesaian beberpa pekerjaan.

          Flexible manufacturing, yaitu suatu system produksi dimana lini sel-sel produksi dihubungkan dengan suatu system penanganan material otomatis yang dikenalikan dengan sebuah pusat computer. Kelebihan yang utama dari system ini ialah memungkinkan perubahan model output tanpa harus melakukan investasi baru secara signifikan untuk peralata produksi. Keunggulan lain dari dari sebuah system manufaktur yang flksibel ini, yaitu:

  1. Memungkinkan variasi produk yang lebih banyak disbanding adopsi automasi konvensional tanpa mengurangi kapasitas dari system job shop
  2. Kualitas produk yang lebih baik yang memungkinkan proses produksi berulang-ulang tanpa cacat dan menjamin kesesuaian output dengan spesifikasi yang diminta oleh pelanggan
  3. Waktu se-up mesin yang lebih pendek untuk membuat produk baru, mengurangi lead time dalam memenuhi permintaan pelanggan
  4. Mengurangi biaya tenaga kerja langsung dan investasi bagi perlindungan manusia dari factor lingkungan
  5. Produksi stabil.karena penjadwalan produksi dilakukan dnegan computer maka seklipun terjadi kerusakan mesin atau perubahan jadwal, proses produksi dapat diselenggarakan dengan stabil secara berkelanjutan untuk merespons permintaan pelanggan.

Just in time (JIT) merupakan suatu system produksi dimana bahan baku hanya dibeli

sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pelanggan yang

sesungguhnya. Dalam pengertian sederhana JIT berarti bahwa jumlah unit kebutuhan bahan

yang tepat ditranfer kedalam tiap tahap produksi pada waktu yang tepat. Elemen-elemen kunci dalam suatu system JIT meliputi pembatan jumlah pemasok, penyesuaian tata letak ruang pabrik, waktu set-up mesin, tingkat produk cacat, dan fleksibilitas tenaga kerja.

          Pembatasan jumlah pemasok. Pabrik yang mengadopsi JIT akan menyapaikan jadwal produksinya kepada para pemasok sehingga dapat melakukan pengiriman bahan baku untuk memenuhi jadwal produksi tersebut. Jumlah pemasok dibatasi tetapi terkait kontrak yang pasti sehingga menjamin kelangsungan proses produksi dari akibat kekuranagn bahan baku atau ketidaksesuaian spesifikasi bahan baku yang dikirimkan oleh pemasok.

          Penyesuaian tata ruang pabrik yang spesifik. Dalam industry yang mengadopsi JIT mesin dan peralatan kerjanya dikelompokan untuk memenuhi satu siklus produksi pada setiap kelompok mesin. Satu kelompok mesin akan menyelesaikan satu produk dari tahap awal sampai slesai tanpa berpindah ke mesin atau kelompok peralatan lain. Cara kerja ini memungkinkan penghindaran dari penumpukan pekrjaan pada satu dapartemen produksi. Dalam industry ini dibutuhkan pekrja yang dapat mengoprasikan mesin pada semua tahapan pekerjaan. Dalam industry konvensional setiap dapartemen mengerjakan satu tahap proses produksi. Dalam industry yang mengadopsi JIT setiap produk dislesaikan dalam satu rangakaian siklus pada setiap sel produksi.

          Reduksi waktu set up mesin. Set up mesin meliputi pekerjaan mengubah peralatan kerja, penempatan bahan baku, dokumentasi dan uji coba peralatan untuk menyesuaikan dengan proses produksi untuk spesifikasi produk yang diminta pelanggan. Dalam industry konvensional pekerjaan ini banyak memakan waktu bila terdapat prder yang sering berbeda. Pengelompokan mesin dalam industry yang JIT mengharuskan tiap kelompok mesin di set-up sedemikian sehingga dapat memenuhi order produksi sejenis dalam jumlah besar pada tiap kelompok mesin atau peralatan kerja. Mekanisme ini, paling tidak sudah mampu mengurangi frekuensi set up.

          Kerusakan nol. Dalam system JIT digunakan konsep kualitas zero defect dimana kerusakan produk dalam satu tahap proses akan menggangu proses produksi pada tahap selanjutnya. Dengan mesin yang sepenuhnya otomatis kerusakan dapat diminumkan karena bila terjadi kegagalan maka mesin produksi dengan sendirinya akan behenti bekerja.

          Tenaga kerja fleksibel. Dalam system JIT diperlukan fleksibilitas tenaga kerja karena system produksinya sedikit mengandalkan tenaga manusia namun tenaga kerja yang bersangkutan harus memahami seluruh proses sepanjang alur produksi. Dalam system ini unsur spesialis tenaga kerja menjadi minimal,

          Dengan elemen-elemen kunci tersebuut, maka pengguna system JIT dapat memperoleh manfaat sebgai berikut:

  1. Modal kerja didukung dengan perolehan kembali dana yang melekat pada persediaan. Dengan system persediaan yang JIT perputaran persediaan menjadi lebih cepat.
  2. Gudang-gudang yang sebelumnya digunakan untuk persediaan menjadi tersedia untuk pemakaian yang lebih produktif.
  3. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu output menjadi berkurang, mengakibatkan potensi perolehan output yang lebih besar dan lebih cepat dalam memenuhi permintaan pelanggan.
  4. Tingkat kerusakan berkurang mengakibatkan berkurangnya pemborosan. Kualitas produk yang terjamin dapat memberikan kepuasan yang lebih tinggi kepada pelanggan.

Dalam perusahaan-perusahaan jasa adopsi filosofi JIT ini tidak dimaksud untuk mengurangi persediaan, tetapi lebih mengarah kepada suatu disiplin untuk mengurangi lead time produk, dan meningkatkan costumer responsive.

Teori konstrain merupakan suatu pendekatan manajemen yang menekankan pada tingginya mengelola factor kendala. Dalam menjalankan fungsi-fungsinya manajemen akan bekerja bawah sejumlah konstrain yang menjadi pembatas pencapaian target tertentu. Dalam lingkup konstrain tersebut dengan bantuan suatu informasi akuntansi manajemen para manajer dapat menentukan efisiensi dan efektivitas pemanfaataan sumber daya yang dimilki sehingga menjadi optimal.

Semua perkembangan tersebut lebih didorong oleh kemajuan teknologi computer baik dalam produksi maupun teknologi informasi yang merupakan dua bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu industry. Dari eksternal perusahaan, perubahan dalam peraturan perundanng-undangan yang berlaku dalam system perdagangan internasional juga ikut mempengaruhi kebutuhan terhadap informasi akuntansi manajemen.

Struktur Organisasi

Sentralisasi dan desentralisasi. Bentuk struktur organisasi merupakan factor yang mendasar dalam design dan implementasi sebuah system informasi akuntansi manajemen. Secara garis besar struktur organisasi bias berbetuk sentralisasi dan desentralisasi. Desentralisasi ditandai dengan system pendelegasian wewenang pengambilan keputusan dalam lingkungan organisasi dengan memberikan kesempatan kepada para manajer di berbagai jenjang operasi untuk membuat keputusan-keputusan kunci yang berhubungan dengan bidang pertanggungjawaban mereka. Sebagai konsekuensinya, desentralisasi akan membutuhkan dsign system akuntansi pertanggungjawaban yang berbeda disbanding dengan organisasi yang tersentralisasi. Dalam organisasi yang desentralisir, sebaliknya sangat sedikit memberikan pendelegasian wewenang kepada bagian organisasi yang lebih kecil ruang lingkupnya. Bentuk organisasi semacam ini hamper semua keputusan berada ditangan manajemen puncak.

          Hubungan lini dan staf. Lini adalah suatu posisi dalam sebuah organisasi yang secara langsung berhubungan dengan pencapaian tujuan dasar organisasi kelompok ini termasuk pemakai informasi biaya standadan iformasi lain yang di design untuk menghasilkan suatu produk. Staf adalah suatu posisi yang memiliki hubungan tidak langsung dengan pencapaian tujuan da organisasi. Termasuk dalam posisi ini adalah meeka yang memberikan dukungan dalam menyediakan jasa atau bantuan kepada posisi lini atau posisi staf lainnya. Dalam system akuntansi pertanggungjawaban kelompok ini umumnya merupakan pusat biaya.

          Controller adalah manajer penanggung jawab bagian akuntansi dalam sebuah organisasi perusahaan. Manajer ini tidak hanya bertanggungjawab tentang aplikasi akuntansi keuangan, tetapi juga anutansi manajemen, termasuk penggunaan berbagai pengendalian sumber daya perusahaan berdasarkan informasi akuntansi yang tersedia. Bidang akuntansi menyediakan peluang yang baik untuk mendapatkkkaaan pengetahuan yang luas mengenai berbagai aspek dalam organisasi bisnis, karena akuntansi berhubungan dengan bagian-bagian yang kompleks dalam lingkungan organisasi.

          Semua transaksi yang terjadi dalam berbagai divisi sebuah perusahaan dan kompleksitas keputusan keuangannya selalu terekam melalui system informasi akuntansi. Oleh karena itu akuntan-akuntan senior atau controller dalam sebuah perusahaan dapat direkrut menjadi eksekutif produksi atau pemasaran.

          Sejumlah survey di Negara maju menunjukkan bahwa kebanyakan CEO (chief excutive officer) memulai karir mereka dari salah satu posisi akuntansi dan kemudian beberapa yang lain dari bidang pemasran, produksi, atau perekayasaan (engineering). Hal itu bias terjadi karena para akuntan dapat memahami karakteristik oprasi perusahaan secaaeseluruhan melalui pemahaman mengenai informasi keuangan yang berasal dari operasi divisi atau bagian-bagian organisasi lainnya.

          Dalam menganalisis informasi keuangan akuntan dapat melakukan penelusuran ke belakang untuk mengetahui urutan kegiatan operasi atas terjadinya transaksi yang menghasilkan data yng dikumpulkan menjadi informasi tersebut. Pengalaman ini secara berulang-ulang akan menjadikan akuntan tidak hanya memahami proses pengumpulan data tetapi juga memahi titik-titik kritis dalam pelaksanaan kegiatan operasi bisnis serta alternative solusi yang laizim digunakan bagi berbagai masalah yang timbul dari berbagai divisi.

Persaingan Internasional

Selama beberapa decade terakhir persaingan internasional sudah menjadi kecenderungan dunia dalam banyak industry. Hal ini disebabkan oleh reduksi tariff, kuota, perkembangan system transportasi global, dan semakin canggihnya mekanisme pasar internasional dan penghapusan hambatan lain menuju perdagangan bebas. Factor-faktor ini bekerja secara bersama-sama dalam mengurangi biaya pelaksanaan perdagangan internasional, sekaligus menjadikan perdagangan itu mungkin terjadi bagi perusahaan asing untuk bersaing atau mendapatkan suatu perlakuan yang sama dengan perusahaan-perusahaan local.

          Akuntansi manajemen yang baik tidak akan dengan sendirinya menjamin keberhasilan, tetapi akuntansi manajemen yang lemah dapat menghambat langhak-langkah baik yang dilakukan dalam sutau organisasi untuk menjadikan sebuah perusahaan benar-benar kompetitif.

Peran Sistem dan Teknologi Informasi

System akuntansi merupakan suatu mekanisme formal untuk mengumpulkan dan mengkomunikasikan data dalam rangka penyeragaman informasi untuk membantu pembuatan dan mengkoordinasikan keputusan-keputusan akhir kolektif yang berhubungan dengan setiap sasaran atau tujuan organisasi. System ini merupakan salah satu bentuk system informasi manajemen. Melalui sebuah system informasi akuntansi data dikumpulkan secara sistematis kemudian direkam de dalam sutau data base.

          Dengan mengadopsi teknologi informasi, system informasi manajemen dapat dirancang dalam bentuk database, DSS (decision support system), ES (expert system), EIS (excutive information system). System ini dapat dirancang dengan menggunakan kombinasi spreadsheet elektronik, manajemen proyek, peramalan, analisis statistic, dan ilmu pengetahuan lainnya. Berdasarkan database yang relevan, manajemen dapat membuat berbagai model keputusan yang sesuai dengan kebutuhannya.

          Secara keseluruhan tugas akuntan dalam menyuplai informasi mempunyai tiga segi yang meliputi: pencatatan sekor, pengarahan perhatian, dan pemecahan masalah. Hasil utama dari proses pencatatan sekor adalah membantu keputusan untuk pihak luar seperti investor, otoritas pajak, dan lain-lain. Output dari pencatatan sekor ini dapat disimpan sebagai database dan bila diperlukan maka setiap saat dapat diakses kembali.

          Pengarahan perhatian terutama membantu keputusan untuk para manajer dalam perencanaan dan pengendalian kegitan-kegiatan rutin. Model analisis varian mislanya dapat membantu manajemen memfokuskan perhatian pada hal-hal yang memerlukan skala prioritas dalam sebuah proses pengendalian.

          Dalam pemecahan masalah informasi akuntansi terutama membantu mengidentifikasi masalah yang membutuhkan keputusan dari para manajer, baik dalam perencanaan jangka panjang maupun keputusan-keputusan khusus. Informasi akuntansi yang disajikan sekaligus dapat membantu menyiapkan alternative keputusan yang dapat diambil oleh manajemen.

          Implikasi pemakaian system informasi akuntansi tercermin dalam efektivitas keputusan manajemen berdasarkan informasi yang merupakan output dari sebuah system informasi akuntansi. Untuk menjalankan fungsi-fungsi manajemen, dengan membantu tknologi informasi, output dari sebuah system informasi akuntansi dapat direkayasa lebih lanjut dengan berbagai model untuk membantu implementasi dari tahap perencanaan sampai dengan pengendalian pada berbagai jenjang manajemen.

          Perkembangan teknologi informasi dengan sendirinya memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pengembangan peran system informasi dari waktu ke waktu. Teknologi yang ada saat ini sudah menghasilkan reduksi keterlibatanmanusia dalam proses transaksi dalam pengolahan datanya tanpa batasan jarak. Teknologi surat elektronik (e-mail) misalnya, memungkinkan pengurangan waktu dan biaya penyampaian dokumen bisnis. Perkembangan yang lebih spesifik berupa EDI (electronic data interchange) dan quick response, real time bahakan memungkinkan komunikasi transaksi terjadi dari computer ke computer secara interaktif.

          Dengan fasilitas EDI sebuah computer perusahaan yang mendapat order pembelian dari salah satu trading partner misalnya, maka computer secra otomastis akan memperoses order penjualan, tanpa menunggu respons aktif dari operator. Sebagai bahan sebuah system implikasi perkembangan-perkembangan ini dengan sendirinya menghasilkan banyak penghematan sumber daya bagi suatau unit bisnis. Keuntungan yang nyata dapat terlihat dari reduksi pemakaian kertas, reduksi tingkat kesalahan proses, kecepatan dalam penyelesaian transaksi, dan bahkan memungkinkan sebuah bisnis memperoleh peluang bisnis yang baru dengan cara yang sangat cepat.

          Bagi akuntansi manajemen, adopi perkembangan teknologi yang sesuai merupakan persyarat untuk memungkinkan system informasi akuntansi untuk menghasilkan data dan informasi yang lebih bermutu, sejalan dengan kebutuhan mekanisme dalam lingkungan bisnis dimana informasi akuntansi itu akan digunakan. Dari sisi yang lain, perkembangan ruang lingkup suatu organisasi bisnis juga membutuhkan informasi yang layak diadopsi oleh organisasi bisnis yang bersangkutan.

          Sebagai bisnis modern industry berbasis teknologi automasi tidak bias berdiri sendiri tanpa factor pendukung lain seperti system informasi. Informasi dapat menjadi penghubung antara industry dengan dunia luarnya dan bahkan dengan setiap kegiatan operasional secara simultan menghasilkan data mengenai kegiatan itu sendiri. Dengan suatu sitem informasi, data dari setiap tahap aktivitas dapat dikumpulkan dan diproses sampai menghasilkan serangkaian nilai dan alternative keputusan dan bahkan tindakan dan output dari suatu model yang langsung menghasilkan keputusan.

          Teknologi informasi mengalami kemajuan yang seimbang dengan kemajuan teknologi industry yang ada. Perkembangan teknologi informasi saat ini sudah menghasilkan berbagai keistimewaan perangkat keras computer. Baik dari segi ukuran, kecepatan, kapasitas, kehandalan, biaya operasi yang murah, maupun aneka rgam pilihan. Untuk mengoperasikannya juga tersedia berbagai paket perangakat lunak, muali dari program system operasi sampai dengan aplikasi khusus.

          Trend terakhir sudah mencapai kemajuan yang memungkinkan telekomunikasi audio visual melauli kombinasi teknologi digital, system transmisi serat optic dan bahkan telekomunikasi tanpa kabel. Perkembangan ini menjadikan komunikasi semakin fleksibel dan bahkan dapat dilakukan dari kendaraan dalam perjalanan sekalipun. Perkembangan lain yang memungkinkan perluasan jangkauan komunikasi adalah arsitektur jaringan yang perupa LAN (local area network) dan WAN (wide area network). Dengan menggunakan fasilitas satelit komunikasi WAN dapat menghubungkan lebih dari satu jaringan LAN yang saling berjauhan, bahkan antarnegara.

          Perkembangan teknologi computer dari satu generasi tampaknya ikut mendorong percepatan informasi inovasi penciptaan teknologi berikutnya untuk memenuhi kebutuhan yang semakin luas. Teknologi informasi akan terus memberikan berbagai kemudahan dalam menjebatani kegiatan operasional dengan berbagai jenjang keputusan manajerial. Bantuan yang sangat besar dari teknologi ini terhadap dunia bisnis dapat dilihat dalam kepraktisan pelaksanaan transaksi, pengolahan data elektronik dan pengambilan keputusan bisnis jarak jauh dalam seketika.

Manajemen Operasional

Sejalan dengan perkembangan dunia usaha maka orientasi akuntansi manajemen saat ini lebih banyak diarahkan pada manajemen berbasis aktivitas, orientasi pelanggan, penetuan posisi strategic, dan kerangka rantai nilai. Manajemen bebasisi aktivitas merupakan suatu system yang luas, pendekatan terintegrasi yang memusatkan perhatian manajemen pada aktivitas yang bertujuan meningkatkan nilai pelanggan dan menghasilkan laba. Dalam orientasi ini nilai pelanggan dapat diukur dengan selisih antara nilai yang diterima dan dikorbankan pelanggan.

          Rantai nilai internal merupakan aeperangkat aktivitas yang diperlukan untuk merancang, membangun, menghasilkan, memasarkan, dan mengirim produk dan jasa kepada para pelanggan. Rantai nilai industrial merupakan aktivitas penciptaan nilai yang berhubungan dari bahan baku dasar sampai masa manfaat produk habis ditanggan pengguna akhir.

          Manajemen biaya strategic meliputi penggunaan data biaya untuk membangun dan mengidentifikasi strategi yang akan menghasilkan keunggulan kompetitif berkelanjutan. Strategi tersebut meliputi kepemimpian dalam biaya rendah, dan keunggulan produk dalam diferensiasi.

          Perkemabnagn teknologi produksi dan informasi turut mengubah manajemen persediaan. Sejak 1950 sudah dikenal manajemen persediaan dengan menggunakan model EOQ (economic order quantity) dan ROP (reorder point) yang bergeser kepada MRP pada tahun 1960-an. Pada akhir tahun 1980-an berkembang filosofi persediaan JIT di Jepang yang kemudian dimodifikasi sebagai Zero Inventory System di Amerika.

          Pembelian persediaan dalam perusahaan yang mengadopsi JIT memiliki karakteristik lingkungan sebagai berikut:

  1. Barang-barang yang dipesan dapat segera dikirim sebelum pesanan tersebut dipakai.
  2. Jumlah pemasok berkurang secara drastic.
  3. Persetujuan jangka panjang dirancang dengan pemasok, persetujuan ini menstimulasi jadwal pengiriman, kualitas barang, dan harga yang harus dibayar.
  4. Barang yang masuk tidak perlu diinspeksi.
  5. Pembayaran tidak dibuat untuk setiap pengiriman tetapi pembayaran dikumpulkan untuk setiap pemasok.

Filosofi industry yang mengadopsi CIM mendorong penerpan system persediaan JIT (just in time) sebagai pengembangan dari model EOQ, dan MRP. Ungkapan just in time biasanya digunakan untuk pembelian bahan baku dan komponen/suku cadang diterima pada waktu yang tepat digunakan dalam proses perakitan. Biasanya beberapa jam dari waktu pemakaian yang dijadwalkan. Aplikasi lain untuk konsep just in time adalah penyelesaian produk dan pengiriman barang jadi kepada para pelanggan secara tepat waktu.

Pelaksanaan produksi yang mengadopsi CIM dengan system persediaan JIT memungkinkan nilai persediaan bahan baku dan barang dalam proses yang tidak signifikan. Salah satu keuntunggan system just in time terletak pada pengurangan jumlah investasi yang melekat dalam persediaan bahan baku dan barang jadi. Perusahaan manufacturing tidak perlu menyediakan fasilitas gudang persediaan yang besar. System persediaan ini secara implisit memberikan indikasi keberhasilan pabrik memindahakan pembebanan biaya penyimpanan bahan baku kepada pemasok dan biaya penyimpanan barang jadi kepada distributornya.

Salah satu kelemahan system just in time adalah tertundanya penerimaan bahan yang penting dapat mengakibatakan operasi pabrik menjadi terhenti. Oleh karena itu dalam just in time, penjadwalan kedatangan bahan hanya layak bila pemasok dan system transportasi memiliki kehandalan yang tinggi. Untuk mencapai efektivitas yang paling besar, JIT memerlukan MRP yang sehat dan prosedur MRPII yang sangat tergantung pada supplier.

Namun filosofi bisnis seperti ini masih sulit diterapkan sepenuhnya di Negara-negara berekembang. Hambatan budaya, fasilitas infrastruktur dan geografis bias menjadi factor paling serius. Kaa berbagai pertimbangan, aplikasinya bau mungkin diadopsi dalam lingkungan usaha yang melakukan integrasi vertical.

Soal Latihan

Soal 1-1.

  1. Jelaskan tiga perbeaan pokok antara bidang akuntansi manajemen dengan bidang akuntansi keuangan.
  2. Bidang akuntansi manajemen mempunyai lingkup yang demikian luas berakaitan dengan pengambilan keputusan manajemen. Jelaskan:
  1. Hubungan akuntansi manajemen dengan system informasi.
  2. Inovasi akuntansi manajemen dalam mengantisipasi persaingan dalam era teknologi industry konteporer.
  3. Peran akuntansi manajemen dalam persaingan global.
  4. Peran informasi akuntansi manajemen pada level keputusan strategic perusahaan.

Soal 1-2. Akuntansi manajemen secara aktif terlibat dalam proses pengolahan perusahaan. Proses ini meliputi pembuatan keputusan strategic, taktik, dan keputusan operasional sambil membantu mengkoordinasikan seluruh kegiatan dalam lingkungan organisasi. Untuk memenuhi tujuan ini akuntan manajemen menerima tanggung jawab tertentu yang dapat diidentifikasi sebagai: (1) perencanaan, (2) pengendalian, (3) penilaian kinerja, (4) menjamin pertanggungjawaban sumber daya, dan (5) pelaporan eksternal.

Diminta:

Jelaskan tiap tanggung jawab akuntan manajemen di atas dan berikan contoh-contoh praktiknya.

Soal 1-3. Sejak lahir tahun 1980-an dieknal filosofi bisnis JIT (jus in time). Filosofi ini dapat diterapkan baik dalam industry manufaktur, perdagangan, maupun sector jasa. Perusahaan-perusahaan yang sudah terlanjur mengadopsi filosofi bisnis konvensional, tentu saja adopsi JIT bukanlah pekerjaan yang terlalu mudah. Bila ingin berhasil dalam menggunakan prosedur JIT manajemen perlu membuat perencanaan yang baik menyangkut perubahan dalam manajemen tenaga kerja, pemasok, dan pelanggan. Untuk itu perlu dibuat suatu daftar aktivitas yang dapat dilakukan pada masa peralihan dari system konvensional ke system JIT.

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com