Contact Whatsapp085210254902

Teori mengenai sistem persediaan

Ditulis oleh Administrator pada Senin, 19 Agustus 2019 | Dilihat 1302kali

Teori mengenai sistem persediaan

Sistem dapat diartikan sebagai kesatuan yang terbentuk dari beberapa unsur (elemen). Unsur komponen atau bagian yang banyak ini satu sama lain berada dalam keterkaitan yang mengait dan fungsional.Masing-masing kohesif satu sama lain, sehingga ketotalitasannya unit terjaga utuh eksistensinya. Tinjauan tersebut adalah pandangan dari segi bentuknya.jadi pengertian sistem, disamping dapat diterapkan pada hal yang bersifat “immaterial” atau suatu proses “immaterial”, juga dapat diterapkan pada hal  yang bersifat material. Untuk yang bersifat “immaterial” penguraian atau penentuan “model”nya lebih cenderung berfungsi sebagai alat analisis dan merupakan cara, tata, rencana, skema, prosedur, atau metode. Sistem adalah suatu cara yantg mekanismenya berpatron (berpola) dan konsisten, bahkan mekanismenya sering disebut otomatis. Sementara itu menurut David Easton (1984:395) sistem adalah: Teori sistem adalah suatu metode yang menjelaskan hubungan tertentu antara sub-sub sistem dengan sistem sebagai suatu unit (yang bisa saja berupa suatu masyarakat, serikat buruh, organisasi pemerintah). Easton juga meringkat ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Sistem mempunyai batas yang didalamnya ada salinga berhubangan fungsional yang terutama dilandasi oleh beberapa bentuk komunikasi.

  1. Sistem terbagi kedalam sub-sub sistem yang satu sama lainny saling melakukan pertukaran (seperti antara desa dengan pemerintah daerah atau pemerintah daerah dengan pemerintah pusat).

  1. Sistem bisa membuat kode, yaitu menerima informasi, mepelajari dan masukn (input) sebelum beberapa jenis keluarn (output).

     Menerjemahkan

     Carl. D. Friedrich dalam buku “man and his Government”mengemukakan definisi sistem,       

     yaitu:

Apabila beberapa bagian yang berlainan dan berbeda satu sama lain membentuk suatu kesatuan, melaksankan hubungan fungsional yang tetap satu sama lain serta mewujudkan bagian-bagian itu saling tergantung satu sama lain. Sehingga kerusakan suatu bagian mengakibatkan kerusakan keseluruhan, maka hubungan yang demikian disebut sistem.

(sukarna, 1981:19) 

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com