ED PSAK No. 45 23 Oktober 2010
(revisi 2010)
PERNYATAAN
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
PELAPORAN KEUANGAN
ENTITAS NIRLABA
Exposure draft ini dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal 30 November 2010 oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
PERNYATAAN
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
PELAPORAN ENTITAS NIRLABA
Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan hanya untuk ditanggapi dan dikomentari. Saran – saran dan masukan untuk menyempurnakan draft ini masih dimungkinkan sebelum di terbitkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
Tanggapan tertulis atas draft ini paling lambat diterima pada 30 November 2010. Tanggapan dikirim ke:
Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia
Jl. Sindanglaya No.1, Menteng
Jakarta 10310
Fax: 021724-5078
e- mail: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id
Hak Cipta 2010 Ikatan Akuntan Indonesia
Exposure Draft (ED) ini dibuat dengan tujuan untuk penyiapan tanggapan dan komentar yang akan dikirimkan ke Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Penggandaan ED ini oleh individu/organisasi/lembaga dianjurkan dan diijinkan untuk penggunaan di atas dan tidak untuk diperjualbelikan.
Pengantar
Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah menyetujui ED PSAK 45 (revisi 2010): Pelaporan keuanganentitas Nirlaba dalam rapatnyanpada tanggal 23 Oktober 2010 untuk disebar luaskan dan dittanggapi oleh perusahaan, regulator, perguruan tinggi, anggota IAI, dan pihak lainnya.
Tanggapan akan sangat berguna jika memaparkan permasalahan secara jelas dan alternatif saran yang di dukung dengan alasan.
ED PSAK 45 (revisi 2010):Pelaporan keuangan entitas Nirlaba merevisi PSAK 45(1997)Pelaporan keuangan Organisasi Nirlaba.
ED PSAK 45(revisi 2010) ini disebarluaskan dalam bentuk buku, sisipan dokumen dalam majalah akuntan indonesia, dan situs IAI: www.iaiglobal.or.id
Jakarta,23 Oktober 2010
Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Rosita Uli Sinaga Ketua
Roy Iman Wirahardja Wakil Ketua
Etty Retno Wulandari Anggota
Merliyana Syamsul Anggota
Meidyah Indreswari Anggota
Setiono Miharjo Anggota
Saptoto Agustomo Anggota
Jumadi Anggota
Ferdinand D. Purba Anggota
Irsan Gunawan Anggota
Budi Susanto Anggota
Ludovicus Sensi Wondabio Anggota
Eddy R. Rasyid Anggota
Liauw she Jin Anggota
Sylvia Veronica Siregar Anggota
Fadilah Kartikkasasi Anggota
G.A. Indira Anggota
Teguh Supangkat Anggota
IKHTISAR RINGKAS
Secara umum perbedaan antara ED PSAK 45 (revisi 2010):Pelaporan keuangan Entitas Nirlaba dengan PSAK (1997): Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba adalah sebagai berikut:
|
Perihal |
ED PSAK 45 (revisi 2010) |
PSAK 45 (1997) |
|
Ruang Lingkup |
Dapat diterapkan oleh lembaga pemerintah, dan unit sejenis lainnya. Sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. |
Tidak berlaku bagi lembaga pemerintah, departemen, dan unit-unit sejenis lainnya. |
|
Acuan untuk pengaturan yang tidak diatur dalam PSAK 45 |
SAK atau SAK ETAP untuk entitas yang tidak mempunyai akuntabilitas publik signifikan. |
SAK yang berlaku umum. |
PERMINTAAN TANGGAPAN
Penerbitan ED PSAK 45 (revisi 2010): Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba bertujuan untuk meminta tanggapan atas semua pengaturan dan paragraf dalam ED PSAK 45 tersebut.
Sebagai panduan dalam memberikan tanggapan, berikut ini hal yang diharapkan masukannya:
PSAK 45 dapat diterapkan oleh lembaga pemerintah, dan unit-unit sejenis lainnya. Dengan ketentuan bahwa hal ini tidak bertentangan dengan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku
Apakah anda setuju dengan diperkenankanna lembaga pemerintah dan unit-unit sejenis lainnya untuk menerapkan PSAK 45?
Perubahan ketentuan dalam PSAK 45 (revisi 2010) akan berdampak terhadap laporan keuangan organisasi nirlaba, lembaga pemerintah dan unit-unit sejenis lainnya yang kini diperkenankan untuk menerapkan PSAK 45 (revisi 2010) ini. PSAK 45 (revisi 2010) direncanakan untuk efektif pada tanggal 1 januari 2012 dengan penerapan dini diperkenankan.
Apakah anda setuju dengan tanggaal efektif 1 Januari 2012 dengan penerapan dini diperkenankan?
DSAK IAIdi masa depan berniat untuk membuat standar akuntansi keuangan terpisah khusus untuk entitas nirlaba. Sementara SAK hanya untuk pengaturan yang berbasis IFRS.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai rencana DSAKtersebut? Dan Apakah entitas nirlaba di Indonesia memang membutuhkan SAK tersendiri?
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN ....................................................................01-05
Tujuan
Ruang lingkup............................................................................01-04
LAPORAN KEUANGAN ENTITAS NIRLAB ...................06-15
Tujuan laporan keuangan..........................................................06-08
Laporan Keuangan Entitas Nirlaba...........................................09-34
Laporan posisi keuangan.................................................10-18
Tujuan laporan posisi keuangan...............................10-11
Klasifikasi aset dan liabilitas.....................................12-14
Klasifikasi aset neto terikat atau tidak terikat...........15-18
Tujuan laporan aktivitas...........................................19-20
Perubahan kelompok aset neto.................................21-22
Klasifikasi pendapatan, beban, keuntungan,
Dan kerugian........................................................23-28
Informasi pemberian jasa.........................................29-32
Laporan arus kas................................................................33-34
Tujuan laporan arus kas.............................................33
Klasifikasi penerimaan dan pengeluaran kas...........34
TANGGAL EFEKTIF..........................................................35
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO.45 (revisi 2010)
PELAPORAN KEUANGAN ENTITAS NIRLABA
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 45 ( revisi 2010) terdiri dari paragraf 1-33. PSAK 45 ( revisi 2010 ) dilengkapi dengan lampiran yang bukan bagian dari PSAK 45 ( revisi 2010). Seluruh paragraf tersebut memiliki kekuatan mengatur sama. Paragraf yag dicetak dengan huruf tebal dan miring mengatur prinsip-prinsip yang utama. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material.
PENDAHULUAN
Karakteristik entitas nirlaba berdeba dengan entitas bisnis. Perbedaan utama yang mendaar terletak pada cara entitas nirlaba memperoleh sumber daya yang dibutuhkan untuk melkukan berbagai aktivitas operasinya. Entitas nirlaba memperoleh sumber daya dari sumbangan para anggota dan para penyumbang lain yang tidak mengharapkan imbalan apapun dari entitas nirlaba tersebut. Sebagai akibat dari karakterisitk tersebut, dalam entitas nirlaba timbul transaksi tertentu yang jarang atau bahkan tidak pernah terjadi dalam entitas bisnis, misalnya penerimaan sumbangan. Namun demikian, dalam praktik entitas nirlaba sering tampil dalam berbagai bentuk, sehingga sering kali sulit dibedakan dengan entitas bisnis pada umumnya. Pada beberapa bentuk entitas nirlaba, meskipun idak ada kepemilikan, entitas nirlaba tersebut mendanai kebutuhan modalnya dari utang, dan kebutuhan operasinya dari pendapatan atas jasa yang diberikaan kepada publik. Akibatnya, pengukuran jumlah, saat, dan kepastian aliran kas masuk menjadi ukuran kinerja penting bagi para pengguna laporan keuangan entitas nirlaba tersebut, seperti kreditor dan pemasok dana lainnya. Entitas semacam ini memiliki karakteristikyang tidak jauh berbeda dengan entitas bisnis pada umumny. Para pengguna laporan keuangan entitas nirlaba memiliki kepentingan bersama yang tidak berbeda dengan entitas bisnis, yaitu untuk menilai: (a) jasa yang diberikan oleh entitas nirlaba dan kemampuannya untuk terus memberikan jasa tersebut; (b) cara manajer laksanakan tanggung jawabnya dan aspek kinerja manajer. Kemampuan entitas nirlaba untuk trus memberikan jasa dikomunikasikan melalui laporan posisi keuanganyang menyediakan informasimengenai aset, liabilitas, aset neto dan informasi mengenai hubungan dintara unsur –unsur tersebut. Laporan ini harus menyajikan secara terpisah aset neto baik yang terikat maupun yang tidk terikat peggunanaannya. Pertangguang jawaban manajer mengenai kemampuannya mengelola sumber daya entitas nirlaba yang diterima dari para penyumbang disajikan melalui laporan aktivitas dan laporan arus kas. Laporan aktivitas menyajikan informasi mengenai perubahan yang terjadi dalam kelompok aset neto.
Tujuan
Pernyataab ini bertujuan untuk mengatur pelaporan keuanganentitas nirlaba. Dengan adanya pelaporan, diharapkan laporan keuanganentitas nirlaba dapat lebih mudah dipahami, memiliki relevansi, dan memiliki daya banding yang tinggi.
Ruang lingkup
Definisi
Pembatasan permanen adalah pembatasan penggunaan sumber daya yang ditetapkan oleh penyumbang agar sumber daya tersebut dipertahankan secara permanen, tetapi entitas nirlaba diizinkan untuk menggunakan sebagian atau semua penghasilan atau manfaat eknomi lainnya yang berasal dari sumber daya tersebut.
Pembatasan temporer adalah pembatasan penggunaan sumber daya oleh penyumbang yang menetapkan agar sumber daya tersebut di pertahankan sampai dengan periode tertentu atau sampai dengan terpenuhinya keadaan tertentu.
Sumbangan terikat adalah sumber daya yang penggunaannya dibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyumbang. Pembatasan tersebut dapat bersifat permanen atau temporer.
Sumbangan tidak terikat adalah sumber daya yang penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyumbang
LAPORAN KEUANGAN ENTITAS NIRLABA
Tujuan laporan Keuangan
Setiap laporan keuangan menyediakan informasi yang berbeda, dan informasi dalam laporan keuangan biasanya melengkapi informasi dalam laporan keuangan yang lain.
Laporan Keuangan Entitas Nirlaba
Laporan Posisi Keuangan
Tujuan Laporan Posisi Keuangan
Klasifikasi Aset dan Liabilitas
Kas atau aset lain yang dibatasi penggunaannya oleh penyumbang disajikan terpisah dari kas atau aset lain yang tidak terikat penggunaannya.
Klasifikasi Aset Neto Terikat atau Tidak Terikat
Laporan Aktivitas
Tujuan Laporan Aktivitas
Perubahan Kelompok Aset Neto
Klasifikasi Pendapatan,Beban, keuntungan, dan kerugian
Informasi Pemberian Jasa
Laporan Arus kas
Tujuan Laporan Arus Kas
Klasifikasi Penerimaan dan Pengeluaran Kas
(i). Peneriman kas dari penyumbang yang penggunaannya dibatasi untuk jangka panjang.
(ii).penerimaan kas dari sumbanngan dan penghasilan investasi yang penggunaannya dibatasi untuk pemerolehan, pembangunan dan pemeliharaan aset tetap, atau peningkatan dana abadi.
(iii). Bunga dan dividen yang dibatasi penggunaannya untuk jangka panjang.
TANGGAL EFEKTIF
LAMPIRAN
Lampiran ini melengkapi, tetapi bukan bagian dari PSAK 45
Contoh Bentuk Laporan Keuangan
Berikut ini disajikan contoh laporan keuangan untuk entitas nirlaba. Contoh ini disajikan untuk memberikan gambaran anatomis. Contoh ini dapat berbeda dari kondisi yang terdapat dalam entitas nirlaba tertentu. Entitas nirlaba dianjurkan untuk menyediakan informasi yanng paling relevan dan paling mudah dipahami dari sudut pandang prnyumbang, kreditur, dan pemakai lain laporan keuangan di luar entitas. Penyususan laporan keuangan komparatif juga dianjurkan Namun untuk penyederhanaan contoh yang disajikan dalam lampiran ini, laporan arus kas disajikan untuk satu periode.
Contoh Laporan Posisi Keuangan
Entitas Nirlaba
Laporan Posisi Keuangan
31 Desember 20X2 dan 20X1
(dalam jutaan)
20X2 20X1
Aset:
Kas dan setara Kas Rp. 188Rp. 1.150
Piutang bunga 5.325 4.175
Persediaan dan biaya dibayar di muka 1.525 2.500
Piutang dan lain-lain 7.562 6.750
Investasi Lancar 3.500 2.500
Properti investasi 13.025 11.400
Aset tetap 154.250 158.975
Investasi jangka panjang 545.175 508.750
Jumlah Aset Rp. 730.550 Rp.696. 200
Liabilitas dan Aset Neto:
Utang dagang Rp. 6.425 Rp. 2.625
Pendapatan diterima dimuka yang dapat di
Kembalikan 1.625
Utang Lain-lain 2.187 3.250
Utang Wesel 2.850
Kewajiban tahunan 4.213 4.250
Utang jangka panjang 13.750 16.250
Jumlah Liabilitas Rp. 26.575 Rp. 30.850
Aset Neto:
Tidak Terikat Rp. 288.070 Rp. 259.175
Terikat temporer (catatan B) 60.855 63.675
Terikat permanen ( catatan C ) 355.055 342.500
Jumlah Aset Neto 703.975 665.350
Jumlah liabilitas dan Aset Neto Rp. 730.550 Rp.696.200
Contoh Laporan Aktivitas
Ada tiga bentuk laporan aktivitas yang disajikan sebagai contoh dalam lampiran ini. Setiap bentuk memiliki keunggulan.
Bentuk A
Entitas Nirlaba
Laporan Aktivitas
Untuk Tahun Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 20X2
(dalam jutaan rupiah)
Perubahan Aset Neto Tidak Terikat
Pendapatan dan penghasilan:
Sumbangan Rp. 21.600
Jasa Layanan 13.500
Penghasilan investasi jangka panjang
(Catatan E) 14.000
Penghasilan investasi lain-lain (Catatan E) 2.125
Penghasilan neto investasi jangka panjang
Belum direalisasi 20.570
Lain-lain 375
Jumlah pendapatan dan penghasilan tidak
terikat 72.170
Aset Neto yang berakhir pembatasannya (Catatan D):
Pemenuhan program pembatasan 29.975
Pemenuhan pembatasan pemerolehan peralatan 3.750
Berakhirnya pembatasan waktu 3.125
Jumlah aset yang telah
Berakhir pembatasannya 36.850
Jumlah pendapatan, penghasilan dan
Sumbangan lain &nb
Komentar Anda