Contact Whatsapp085210254902

ED PSAK No. 45- 23 Oktober 2010

Ditulis oleh Administrator pada Senin, 12 Agustus 2019 | Dilihat 1647kali

ED PSAK No. 45                                                    23 Oktober  2010

(revisi 2010)

PERNYATAAN

STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

PELAPORAN   KEUANGAN

ENTITAS  NIRLABA

Exposure  draft ini dikeluarkan oleh

Dewan Standar Akuntansi Keuangan

                                                                                     

Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal 30 November 2010 oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan

PERNYATAAN

STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

PELAPORAN ENTITAS NIRLABA

Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan hanya untuk ditanggapi dan dikomentari. Saran – saran dan masukan untuk menyempurnakan draft ini masih dimungkinkan sebelum di terbitkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

Tanggapan tertulis atas draft ini paling lambat diterima pada 30 November 2010. Tanggapan dikirim ke:

Dewan Standar Akuntansi Keuangan

Ikatan Akuntan Indonesia

Jl. Sindanglaya No.1, Menteng

Jakarta 10310

Fax: 021724-5078

e- mail: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id

Hak Cipta  2010 Ikatan Akuntan Indonesia

Exposure Draft (ED) ini dibuat dengan tujuan untuk penyiapan tanggapan dan komentar yang akan dikirimkan ke Dewan Standar Akuntansi Keuangan.  Penggandaan ED ini oleh individu/organisasi/lembaga dianjurkan dan diijinkan untuk penggunaan di atas dan tidak untuk diperjualbelikan.

Pengantar

Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah menyetujui ED PSAK 45 (revisi 2010): Pelaporan keuanganentitas Nirlaba dalam rapatnyanpada tanggal 23 Oktober 2010 untuk disebar luaskan dan dittanggapi oleh perusahaan, regulator, perguruan tinggi, anggota IAI, dan pihak lainnya.

Tanggapan akan sangat berguna jika memaparkan permasalahan secara jelas dan alternatif saran yang di dukung dengan alasan.

ED PSAK 45  (revisi 2010):Pelaporan keuangan entitas Nirlaba merevisi PSAK 45(1997)Pelaporan keuangan Organisasi Nirlaba.

ED PSAK 45(revisi 2010) ini disebarluaskan dalam bentuk buku, sisipan dokumen dalam majalah akuntan indonesia, dan situs IAI: www.iaiglobal.or.id

Jakarta,23 Oktober 2010

Dewan Standar Akuntansi Keuangan

Rosita Uli Sinaga                                                                                                                      Ketua

Roy Iman Wirahardja                                                                                                     Wakil Ketua

Etty Retno Wulandari                                                                                                           Anggota

Merliyana Syamsul                                                                                                                Anggota

Meidyah Indreswari                                                                                                              Anggota

Setiono Miharjo                                                                                                                    Anggota

Saptoto Agustomo                                                                                                                Anggota

Jumadi                                                                                                                                   Anggota

Ferdinand D. Purba                                                                                                              Anggota

Irsan Gunawan                                                                                                                     Anggota

Budi Susanto                                                                                                                        Anggota

Ludovicus Sensi Wondabio                                                                                                  Anggota

Eddy R. Rasyid                                                                                                                     Anggota

Liauw she Jin                                                                                                                        Anggota

Sylvia Veronica Siregar                                                                                                        Anggota

Fadilah Kartikkasasi                                                                                                             Anggota

G.A. Indira                                                                                                                           Anggota

Teguh Supangkat                                                                                                                  Anggota

IKHTISAR RINGKAS

Secara umum perbedaan antara ED PSAK 45 (revisi 2010):Pelaporan keuangan Entitas Nirlaba dengan PSAK (1997): Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba adalah sebagai berikut:

Perihal

ED PSAK 45 (revisi 2010)

PSAK 45 (1997)

Ruang

Lingkup

Dapat diterapkan oleh lembaga pemerintah, dan unit sejenis lainnya. Sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

Tidak berlaku bagi lembaga pemerintah, departemen, dan unit-unit sejenis lainnya.

Acuan untuk pengaturan yang tidak diatur dalam  PSAK 45

SAK atau SAK ETAP untuk entitas yang tidak mempunyai akuntabilitas publik signifikan.

SAK yang berlaku umum.

PERMINTAAN TANGGAPAN

Penerbitan ED PSAK 45 (revisi 2010): Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba bertujuan untuk meminta tanggapan atas semua pengaturan dan paragraf dalam ED PSAK 45 tersebut.

Sebagai panduan dalam memberikan tanggapan, berikut ini hal yang diharapkan masukannya:

  1. Ruang Lingkup

PSAK 45 dapat diterapkan oleh lembaga pemerintah, dan unit-unit sejenis lainnya. Dengan ketentuan bahwa hal ini tidak bertentangan dengan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku

Apakah anda setuju dengan diperkenankanna lembaga pemerintah dan unit-unit sejenis lainnya untuk menerapkan PSAK 45?

  1. Tanggal efektif

Perubahan ketentuan dalam PSAK 45 (revisi 2010) akan berdampak terhadap laporan keuangan organisasi nirlaba, lembaga pemerintah dan unit-unit sejenis lainnya yang kini diperkenankan untuk menerapkan PSAK 45 (revisi 2010) ini. PSAK 45 (revisi 2010) direncanakan untuk efektif pada tanggal 1 januari 2012 dengan penerapan dini diperkenankan.

Apakah anda setuju dengan tanggaal efektif 1 Januari 2012 dengan penerapan dini diperkenankan?

  1. SAK nirlaba

DSAK IAIdi masa depan berniat untuk membuat standar akuntansi keuangan terpisah khusus untuk entitas nirlaba. Sementara SAK hanya untuk pengaturan yang berbasis IFRS.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai rencana DSAKtersebut? Dan Apakah entitas nirlaba di Indonesia memang membutuhkan SAK tersendiri?

DAFTAR ISI

  •                                                              

PENDAHULUAN ....................................................................01-05

Tujuan

Ruang lingkup............................................................................01-04

  •  

LAPORAN KEUANGAN ENTITAS NIRLAB ...................06-15

Tujuan laporan keuangan..........................................................06-08

Laporan Keuangan Entitas Nirlaba...........................................09-34

      Laporan posisi keuangan.................................................10-18

Tujuan laporan posisi keuangan...............................10-11

Klasifikasi aset dan liabilitas.....................................12-14

Klasifikasi aset neto terikat atau tidak terikat...........15-18

  •  

Tujuan laporan aktivitas...........................................19-20

Perubahan kelompok aset neto.................................21-22

Klasifikasi pendapatan, beban, keuntungan,

Dan kerugian........................................................23-28

Informasi pemberian jasa.........................................29-32

Laporan arus kas................................................................33-34

Tujuan laporan arus kas.............................................33

Klasifikasi penerimaan dan pengeluaran kas...........34

TANGGAL EFEKTIF..........................................................35

  1.  

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO.45 (revisi 2010)

PELAPORAN KEUANGAN ENTITAS NIRLABA

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 45 ( revisi 2010) terdiri dari paragraf 1-33. PSAK 45 ( revisi 2010 ) dilengkapi dengan lampiran yang bukan bagian dari PSAK 45 ( revisi 2010). Seluruh paragraf tersebut memiliki kekuatan mengatur sama. Paragraf yag dicetak dengan huruf tebal dan miring mengatur prinsip-prinsip yang utama. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material.

PENDAHULUAN

Karakteristik entitas nirlaba berdeba dengan entitas bisnis. Perbedaan utama yang mendaar terletak pada cara entitas nirlaba memperoleh sumber daya yang dibutuhkan untuk melkukan berbagai aktivitas operasinya. Entitas nirlaba memperoleh sumber daya dari sumbangan para anggota dan para penyumbang lain yang tidak mengharapkan imbalan apapun dari entitas nirlaba tersebut. Sebagai akibat dari karakterisitk tersebut, dalam entitas nirlaba timbul transaksi tertentu yang jarang atau bahkan tidak pernah terjadi dalam entitas bisnis, misalnya penerimaan sumbangan. Namun demikian, dalam praktik entitas nirlaba sering tampil dalam berbagai bentuk, sehingga sering kali sulit dibedakan dengan entitas bisnis pada umumnya. Pada beberapa bentuk entitas nirlaba, meskipun idak ada kepemilikan, entitas nirlaba tersebut mendanai kebutuhan modalnya dari utang, dan kebutuhan operasinya dari pendapatan atas jasa yang diberikaan kepada publik. Akibatnya, pengukuran jumlah, saat, dan kepastian aliran kas masuk menjadi ukuran kinerja penting bagi para pengguna laporan keuangan entitas nirlaba tersebut, seperti kreditor dan pemasok dana lainnya. Entitas semacam ini memiliki karakteristikyang tidak jauh berbeda dengan entitas bisnis pada umumny. Para pengguna laporan keuangan entitas nirlaba memiliki kepentingan bersama yang tidak berbeda dengan entitas bisnis, yaitu untuk menilai: (a) jasa  yang diberikan oleh entitas nirlaba dan kemampuannya untuk terus memberikan jasa tersebut; (b) cara manajer laksanakan tanggung jawabnya dan aspek kinerja manajer. Kemampuan entitas nirlaba untuk trus memberikan jasa dikomunikasikan melalui laporan posisi keuanganyang menyediakan informasimengenai aset, liabilitas, aset neto dan informasi mengenai hubungan dintara unsur –unsur tersebut. Laporan ini harus menyajikan secara terpisah aset neto baik yang terikat maupun yang tidk terikat peggunanaannya. Pertangguang jawaban manajer mengenai kemampuannya mengelola sumber daya entitas nirlaba yang diterima dari para penyumbang disajikan melalui laporan aktivitas dan laporan arus kas. Laporan aktivitas menyajikan informasi mengenai perubahan yang terjadi dalam kelompok aset neto.

Tujuan

Pernyataab ini bertujuan untuk mengatur pelaporan keuanganentitas nirlaba. Dengan adanya pelaporan, diharapkan laporan keuanganentitas nirlaba dapat lebih mudah dipahami, memiliki relevansi, dan memiliki daya banding yang tinggi.

Ruang lingkup

  1. Pernyataan ini berlakku bagi laporan keuangan yang disajikan oekh entitas nirlaba yang memenuhi karakteristik sebagai berikut:
  1. Sumber daya entitas nirlaba berasal dari para penyumbng yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan.
  2. Menghasilkn barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan jika entitas nirlaba menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas nirlaba terebut.
  3. Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada entitas bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam entitas nirlaba tidak dapat dijual, di alihkan , atau ditebus kembali, atau kepemilikan terebuttidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas nirlaba pada saat likuidasi atau pembubaran entitas nirlaba.
  1. Pernyataan ini dapat diterapkan oleh lembaga pemerintah, dan unit-unit sejenis lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Laporan keuangan untuk entitas nirlaba terdiri atas laporan posisi keuangan ( neraca), laporan aktivitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut berbeda dengan laporan keuangan untukn entitas bisnis pada umumnya.
  3. Pernyataan ini menetapkan informasi dasar tertentu yang disajikan dalam laporan keuangan entitas nirlaba. Pengaturan yang tidak diatur dalam pernyataan ini mengacu pada SAK, atau SAK ETAP untuk entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan.

Definisi

  1. Berikut ini adalah pengertian istilah yang digunakan dalam pernyataan ini.

 

Pembatasan permanen adalah pembatasan penggunaan sumber daya yang ditetapkan oleh penyumbang agar sumber daya tersebut dipertahankan secara permanen, tetapi entitas nirlaba diizinkan untuk menggunakan sebagian atau semua penghasilan atau manfaat eknomi lainnya yang berasal dari sumber daya tersebut.

 

Pembatasan temporer adalah pembatasan penggunaan sumber daya oleh penyumbang yang menetapkan agar sumber daya tersebut di pertahankan sampai dengan periode tertentu atau sampai dengan terpenuhinya keadaan tertentu.

 

Sumbangan terikat adalah sumber daya yang penggunaannya dibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyumbang. Pembatasan tersebut dapat bersifat permanen atau temporer.

 

Sumbangan tidak terikat adalah sumber daya yang penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyumbang

LAPORAN KEUANGAN ENTITAS NIRLABA

 

Tujuan laporan Keuangan

 

  1. Tujuan utama laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang relevan untuk memenuhi kepentingan para penyumbang, anggota entitas nirlaba, kreditor, dan pihak lain yang menyediakan sumber daya bagi entitas nirlaba.
  2. Pihak pengguna laporan keuangan entitas nirlaba memiliki kepentingan  bersama dalam ranga menilai:
  1. Jasa yang diberikan oleh entitas nirlaba dan kemampuannya untuk terus memberikan jasa tersebut;
  2. Cara manajer melakukan tanggung jawabnya  dan aspek lain dari kinerja mereka.

  1. Secara rinci, tujuan laporan keuangan, termasuk catatan atas laporan keuangan, adalah untuk menyajikan informasi mengenai:
  1. Jumlah dan sifat aset, liabilitas, dan aset neto entitas nirlaba;
  2. Pengaruh transaksi, peristiwa, dan situasi lainnya yang mengubah nilai dan sifat aset neto
  3. Jenis dan jumlah arus masuk dan arus keluar sumber daya dalam satu periode dan hubungan antara keduanya;
  4. Cara entitas nirlaba mendapatkan dan membelanjakan kas, memperoleh pinjaman dan melunasi pinjaman, dan faktor lainnya yang berpengaruh  pada likuiditasnya;
  5. Usaha jasa entitas nirlaba.

Setiap laporan keuangan menyediakan informasi yang berbeda, dan informasi dalam laporan keuangan biasanya melengkapi informasi dalam laporan keuangan yang lain.

Laporan Keuangan Entitas Nirlaba

  1. Laporan keuangan entitas nirlaba meliputi laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode laporan, laporan aktivitas serta laporan arus kas untuk satu periode pelaporan, dan catatan atas laporan keuangan.

Laporan Posisi Keuangan

Tujuan Laporan Posisi Keuangan

  1. Tujuan laporan posisi keuangan adalah untuk menyediakan informasi mengenai aset, liabilitas, serta aset neto dan informasi mengenai hubungan diantara unsur-unsur tersebut pada waktu tertentu. Informasi dalam laporan posisi keuangan yang digunakan bersama bersama pengungkapan, dan informasi dalam laporan keuangan lainnya dapat membantu para penyumbang, anggota entitas nirlaba, kreditor, dan pihak-pihak lain untuk menilai:
  1. Kemampuan entitas nirlaba untuk memberikan jasa secara berkelanjutan; dan
  2. Likuiditas, fleksibilitas keuangan, dan kebutuhan pendanaan eksternal.
  1. Laporan posisi keuangan mencakup entitas nirlaba secara keseluruhan dan menyajikan total aset, liabilitas , dan aset neto.

Klasifikasi Aset dan Liabilitas

  1. Laporan posisi keuangan (neraca), termasuk catatan atas laporan keuangan, menyeiakan informasi yang relevan mengenai likuiditas, fleksibilitas keuangan, dan hubungan antara aset dan liabilitas. Informasi tersebut umumnya disajikan dengan pengupulan aset dan liabilitas yang memiliki karakteristik serupa dalam suatu kelompok yang relatif homogen. Sebagai conto, entitas nirlaba biasanya melaporkann masing-masing unsur aset dalam kelompok yang homogen, seperti:
  1. Kas dan setara kas
  2. Piutang pasien, pelajar, anggota, dan penerima jasa yang lain
  3. Persediaan
  4. Sewa, asuransi, dan jasa lainnya yang dibayar di muka;
  5. Instrumen keuangan dan investasi jangka panjang;
  6. Tanah,gedung,peralatan,serta aset tetap lainnya yang digunakan untuk menghasiikan barang dan jasa.

Kas atau aset lain yang dibatasi penggunaannya oleh penyumbang disajikan terpisah dari kas atau aset lain yang tidak terikat penggunaannya.

  1. Informasi likuiditas diberikan dengan cara sebagai berikut:
  1. Menyajikan aset berdasarkan urutn likuiditas, dan liabilitas berdasarkan tanggal jatuh tempo;
  2. Mengelompokan aset kedalam lancar dan tidak lancar, dan liabilitas kedalam jangka pendek dan jangka panjang;
  3. Mengungkapkan informasi mengenai likuiditas aset atau saat jatuh temponya liabilitas, termasuk pembatasan penggunaan aset, pada catatan atas laporan keuangan.

Klasifikasi Aset Neto Terikat atau Tidak Terikat

  1. Laporan posisi keuangan menyajikan jumlah masing-masing kelompok aset neto berdasarkan ada atau tidaknya pembatasan oleh penyumbang, yaitu:terikat secara permanen, terikat secara temporer, dan tidak terikat.
  2. Informasi mengenai sifat dan jumlah dari pembatasan permanen atau temporer diungkapkan dengan cara menyajikan jumlah tersebut dalam laporan keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan.
  3. Pembatasan permanen terhadap (1) aset, seperti tanah atau karya seni, yang di sumbangkan untuk tujuan tertentu, untuk dirawat dan tidak untuk di jual,atau(2) aset yang disumbangkan untuk investasi yang mendatangkan pendapatan secara permanen dapat disajikan sebagai unsur terpisah dalam kelompok aset neto yang penggunaannya dibatasi secara pemanen atau disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. Pembatasan permanen kelompok kedua tersebut berasal dari hibah atau wakaf dan warisan yang menjadi dana abadi (endowment).
  4. Pembatasan temporer terhadap (1) sumbangan berupa aktivitas operasi tertentu, (2) investasi untuk jangka waktu tertentu, (3) penggunaan selama periode tertentu dimasa depan,atau (4) pemerolehan aset tetap, dapat disajikan sebagai unsur terpisah dalam kelompok aset neto yang penggunaannya dibatasi secara temporer atau disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. Pembatasan temporer oleh penyumbang dapat berbentuk pembatasan waktu atau pembatasan penggunaan, atau keduanya.
  5. Aset neto tidak terikat umumnya meliputi pendapatan dari jasa, penjualan barang, sumbangan, dan dividen atau hasil investasi, dikurangi beban untuk memperoleh pendapatan tersebut. Batasan terhadap penggunaan aset neto tidak terikat dapat berasal dari sifat entitas nirlaba. Informasi mengenai batasan-batasan tersebut umunya disajikan dalam catatan atas laporan keuangan.

Laporan Aktivitas

Tujuan Laporan Aktivitas

  1. Tujuan utama laporan aktivitas adalah menyediakan informasi mengenai (a) pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat aset neto, (b) hubungan antar transaksi, dan peristiwa lain, dan (c) bagaimana penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai program atau jasa. Informasi dalam laporan aktivitas, yang digunakan bersama dengan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu para penyumbang, anggota entitas nirlaba, kreditur dan pihak lainnyauntuk (a) mengevaluasi kinerja dalam suatu periode, (b) menilai upaya,kemampuan, dan kesinambungan entitas nirlabadan memberikan jasa, dan (c) menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajer.
  2. Laporan aktivitas mencakup entitas nirlaba secara keseluruhan dan menyajikan  perubahan jumlah aset neto selama suatu periode. Perubahan aset neto dalam laporan aktivitas tercermin pada aset neto atau ekuitas dalam posisi keuangan.

Perubahan Kelompok Aset Neto

  1. Laporan aktivitas menyajikan jumlah perubahan aset neto terikat permane, terikat temporer,dan tidak terikat dalam suatu periode.
  2. Pendapatan dan keuntungan yang menambah aset neto, serta beban dan kerugian yang mengurangi aset netodikelompokan seperti di atur dalam paragraf 24-25.

Klasifikasi Pendapatan,Beban, keuntungan, dan kerugian

  1. Laporan aktivitas menyajikan pendapatan sebagai penambah aset neto tidak terikat, kecuali jika penggunaannya dibatasi oleh penyumbang, dan menyajikan beban sebagai pengurang aset neto tidak terikat.
  2. Sumbangan disajikan sebagai penambah aset neto tidak terikat, terikat permanen, atau terikat temporer, bergantung pada ada tidaknya pembatasan. Dalam hal sumbangan terikat yang pembatasannya tidak berlaku lagi dalam periode yang sama, dapat disajikan sebagai sumbangan tidak terikat sepanjang disajikan secara konsisten dan diungkapkan sebagai kebijakan akuntansi.
  3. Laporan aktivitas menyajikan keuntungan dan kerugian yang diakui dari investasi dan aset lain (atau liabilitas) sebagai penambah atau pengurang aset nneto tidak terikat, kecuali jika penggunaannya dibatasi.
  4. Klasifikasi pendapatan,beban,keuntungan,kerugian dalam kelompok aset neto tiidak menutup peluang adanya klasifikasi tambahan dalam laporan aktivitas. Misalnya, dalam suatu kelompok atau beberapa kelompok perubahan dalam aset neto, entitas nirlaba dapat mengklasifikasikan unsur-unsurnya menurut kelompok operasi atau nonoperasi, dapat dibelanjaakan atau tidak dapat dibelanjakan, telah direalisasi atau belum direalisasi, berulang atau tidak berulang, atau dengan cara lain.
  5. Laporan aktivitas menyajikan jumlah pendapatan dan beban secara bruto, kecuali di atur berbeda oleh SAK lain atau SAK ETAP.
  6. Laporan aktivitas menyajikan jumlah neto keuntungan dan kerugian yang berasal dari transaksi insidental atau peristiwa lain yang berada di luar pengendalian entitas nirlaba dan manajemen. Misalnya, keuntungan atau kerugian penjualan tanah dan gedung yang tidak digunakan lagi.

Informasi Pemberian Jasa

  1. Laporan Aktivitas atau catatan atas laporan keuangan harus menyajikan informasi mengenai beban menurut klasifikasi fungsional, seperti menurut kelompok program jasa utama dan aktivitas pendukung.
  2. Klasifikasikan secara fungsional bermanfaat untuk membantu para penyumbang, kreditur, dan pihak lain dalam menilai pemberian jasa dan penggunaan sumber daya. Disamping penyajian klasifikasi beban secara fungsional, entitas nirlaba dianjurkan untuk menyajikan informasi tambahan mengenai beban menurut sifatnya. Misalnya, berdasarkan gaji, sewa,listrik,bunga,penyusutan.
  3. Program pemberian jasa mmerupakan aktivitas untuk menyediakan barang dan jasa kepada para penerima, manfaat, pelanggan, atau anggota dalam rangka mencapai tujuan atau misi entitas nirlaba. Pemberian jasa tersebut merupakan tujuan dan hasil utama yang dilaksanakan melalui berbagai program utama.
  4.  Aktivitas pendukung meliputi semua aktivitas selain ptogram pemberian jasa. Umumnya, aktivitas pendukung meliputi aktivitas-aktivitas manajemen dan umum, pencarian dana , dan pengembangan anggota. Aktivitas manajemen dan umum meliputi pengawasan, manajemen bisnis, pembukuan, penganggaran, pendanaan dan aktivitas administratif lainnya, dan semua aktivitas manajemen dan administrasi kecuali program pemberian jasa atau pencarian dana. Aktivitas pencarian dana meliputi publikasi dan kampanye pencarian dana; pengadaan daftar  alamat penyumbang; pelaksanaa alamat khusus pencarian dana; pembuatan dan penybaran manuaal, petunjuk, dan bahan lainnya; dan pelaksanaan aktivitas lain dalam rangka pencarian dana dari individu, yaayasan, pemerintah, dan lain-lain. Aktivitas pengembangan anggota meliputi pencarian anggota baru dan pengumpulan iuran anggota, hubungan dan aktivitas sejenis.

Laporan Arus kas

Tujuan Laporan Arus Kas

  1. Tujuan utama laporan arus  kas adalah menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode.

Klasifikasi Penerimaan dan Pengeluaran Kas

  1. Laporan arus kas disajikan sesuai PSAK 2 (revisi 2009): Laporan Arus kas dengan tambahan berikut ini:
  1. Aktivitas pendanaan

(i). Peneriman kas dari penyumbang yang penggunaannya dibatasi untuk jangka panjang.

(ii).penerimaan kas dari sumbanngan dan penghasilan investasi yang penggunaannya dibatasi untuk pemerolehan, pembangunan dan pemeliharaan aset tetap, atau peningkatan dana abadi.

(iii). Bunga dan dividen yang dibatasi penggunaannya untuk jangka panjang.

  1. Pengungkapan informasi pengenai aktivitas investasi dan pendanaan nonkas: sumbangan berupa bangunan atau aset  investasi.

TANGGAL EFEKTIF

  1. Entitas menerapkan pernyataan ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012. Penerapan dini diperkenankan.

LAMPIRAN

Lampiran ini melengkapi, tetapi bukan bagian dari PSAK 45

Contoh Bentuk Laporan Keuangan

Berikut ini disajikan contoh laporan keuangan untuk entitas nirlaba. Contoh ini disajikan untuk memberikan gambaran anatomis. Contoh ini dapat berbeda dari kondisi yang terdapat dalam entitas nirlaba tertentu. Entitas nirlaba dianjurkan untuk menyediakan informasi yanng paling relevan dan paling mudah dipahami dari sudut pandang prnyumbang, kreditur, dan pemakai lain laporan keuangan di luar entitas. Penyususan laporan keuangan komparatif juga dianjurkan Namun untuk penyederhanaan contoh yang disajikan dalam lampiran ini, laporan arus kas disajikan untuk satu periode.

Contoh Laporan Posisi Keuangan

Entitas Nirlaba

Laporan Posisi Keuangan

31 Desember 20X2 dan 20X1

(dalam jutaan)

     20X2                            20X1        

Aset:

Kas dan setara Kas                                                             Rp.                188Rp.        1.150

    Piutang bunga                                                                                      5.325            4.175

    Persediaan dan biaya dibayar di muka                                                1.525            2.500

     Piutang dan lain-lain                                                                           7.562            6.750

     Investasi Lancar                                                                                 3.500            2.500

     Properti investasi                                                                              13.025          11.400

       Aset tetap                                                                                     154.250        158.975

       Investasi jangka panjang                                                              545.175        508.750

                    Jumlah Aset                                                                                    Rp.       730.550  Rp.696. 200

                Liabilitas dan Aset Neto:

                  Utang dagang                                                                       Rp. 6.425      Rp.    2.625             

                  Pendapatan diterima dimuka yang dapat di                                                                  

                       Kembalikan                                                                                                    1.625

                  Utang Lain-lain                                                                             2.187             3.250

                  Utang Wesel                                                                                                       2.850

       Kewajiban tahunan                                                                       4.213             4.250

       Utang jangka panjang                                                                   13.750           16.250

        Jumlah Liabilitas                                                                 Rp. 26.575   Rp. 30.850

Aset Neto:

Tidak Terikat                                                                           Rp. 288.070 Rp. 259.175

Terikat temporer (catatan B)                                                            60.855         63.675

Terikat permanen ( catatan C )                                                         355.055       342.500

Jumlah Aset Neto                                                                               703.975       665.350

Jumlah liabilitas dan Aset Neto                                                 Rp. 730.550 Rp.696.200

 

Contoh Laporan Aktivitas

Ada tiga bentuk laporan aktivitas yang disajikan sebagai contoh dalam lampiran ini. Setiap bentuk memiliki keunggulan.

  1. Bentuk A menyajikan informasi dalam kolom tunggal. Bentuk A ini memudahkan penyusunan laporan aktivitas komparatif.
  2. Bentuk B menyajikan informasi sesuai dengan klasifikasi aset neto, satu kolom untuk setiap klasifikasi dengan tambahan satu kolom untuk jumlah. Bentuk B menyajikan pembuktian dampak berakhirnya pembatasan penyumbang aset tertentu terhadap relaksifikasi aset neto. Bentuk B memungkinkan penyajian informasi agregat mengenai sumbangan dan penghasilan dari investasi.
  3. Bentuk C menyajikan informasi dalam dua laporan dengan jumlah ringkasan dari laporan pendapatan, beban, dan perubahan terhadap aset neto tidak terikat disajikan dalam laporan perubahan aset neto. Pendekatan bentuk C ini menitikberatkan perhatian pada perubahan aset netoyang tidak terikat. Bentuk ini sesuai untuk entitas nirlaba yang memandang aktivitas operasi sebagai aktivitas yang terpisah dari penerimaan pendapatann terikat dari sumbangan dan investasi.

Bentuk A

Entitas Nirlaba

Laporan Aktivitas

Untuk Tahun Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 20X2

(dalam jutaan rupiah)

Perubahan Aset Neto Tidak Terikat

      Pendapatan dan penghasilan:

             Sumbangan                                                                                                   Rp.       21.600

             Jasa Layanan                                                                                                            13.500

             Penghasilan investasi jangka panjang

                    (Catatan E)                                                                                                        14.000

             Penghasilan investasi lain-lain (Catatan E)                                                                 2.125

             Penghasilan neto investasi jangka panjang

                    Belum direalisasi                                                                                              20.570

              Lain-lain                                                                                                                        375

              Jumlah pendapatan dan penghasilan tidak

                     terikat                                                                                                               72.170

     Aset Neto yang berakhir pembatasannya (Catatan D):

              Pemenuhan program pembatasan                                                                            29.975

              Pemenuhan pembatasan pemerolehan peralatan                                                        3.750

              Berakhirnya pembatasan waktu                                                                                 3.125

                       Jumlah aset yang telah

                               Berakhir pembatasannya                                                                         36.850

                       Jumlah pendapatan, penghasilan dan

                               Sumbangan lain                                &nb

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com