Contact Whatsapp085210254902

Di yogyakarta penerimaan pajak menjadi 13,64%

Ditulis oleh Administrator pada Kamis, 22 Agustus 2024 | Dilihat 617kali
Di yogyakarta penerimaan pajak menjadi 13,64%

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan pertumbuhan penerimaan pajak di wilayah tersebut mencapai 13,64%, dengan realisasi sebesar Rp3,7 triliun. Kepala Kanwil DJPb DIY, Agung Yulianta, di Sleman, pada Rabu (21/8/2024), menyatakan bahwa penerimaan pajak hingga 31 Juli 2024 mengalami peningkatan sebesar 13,64% dengan realisasi mencapai Rp3,7 triliun, atau 57,66% dari target yang ditetapkan sebesar Rp6,5 triliun. "Pertumbuhan penerimaan pajak di DIY yang mencapai 13,64 persen ini melebihi capaian nasional, yang justru mengalami penurunan sebesar 5,75 persen. Secara nasional, pemerintah mencatat realisasi penerimaan pajak sebesar Rp1.045,32 triliun hingga Juli 2024, yang mencapai 52,56 persen dari target Rp1.989 triliun," ujar Agung.

Ia juga menjelaskan bahwa rincian penerimaan pajak menunjukkan penerimaan PPh nonmigas mencapai Rp2,4 triliun, dengan pertumbuhan positif sebesar 14,61 persen. Kontribusi terbesar berasal dari setoran PPh 21, yang mencapai Rp1,06 triliun. Selanjutnya, penerimaan dari PPN dan PPnBM tercatat sebesar Rp1,3 triliun, yang tumbuh positif sebesar 12,54 persen. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan sektor perdagangan besar dan eceran, sejalan dengan peningkatan ekonomi dan konsumsi masyarakat di DIY, dengan kontribusi terbesar berasal dari setoran PPN Dalam Negeri yang mencapai Rp1,2 triliun.

"Kinerja penerimaan pajak terus menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Namun, secara nasional, penerimaan pajak netto masih mengalami penurunan sebesar 5,75 persen," tambahnya. Agung juga menyoroti bahwa kinerja penerimaan pajak masih dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas yang terjadi secara signifikan pada tahun 2023, yang berdampak pada penerimaan pajak tahun ini. Hal ini terutama terlihat dari penurunan penerimaan bruto PPh nonmigas dan PPh migas. Sementara itu, kinerja bruto PPN dan PPnBM masih menunjukkan tren positif, seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi. "Namun, penerimaan PPN dan PPnBM secara netto mengalami penurunan akibat pengaruh dari restitusi pajak," tambahnya.

Untuk mengoptimalkan penerimaan pajak, Agung mengungkapkan bahwa DJPb DIY akan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi di DIY berjalan optimal. "Kami akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung peningkatan penerimaan pajak ini," pungkasnya.

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com