
Penerimaan pajak pada Juli 2024 mencapai Rp 1.045,3 triliun, mengalami penurunan 5,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp 1.109,1 triliun. Pada 31 Juli 2024, angka ini baru mencakup 52,6% dari target APBN tahun ini sebesar Rp 1.988,88 triliun. Target penerimaan pajak tahun ini lebih tinggi dibandingkan total penerimaan pajak tahun lalu yang mencapai Rp 1.867,9 triliun, serta target tahun 2023 sebesar Rp 1.818,2 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap pencapaian ini dapat dipertahankan hingga akhir tahun. "Kami telah mencapai 52,6% dari target, dan kami berharap angka ini akan terus meningkat dalam enam bulan ke depan," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN di Jakarta, Selasa (13/8/2024).
Sri Mulyani menjelaskan bahwa beberapa jenis pajak mengalami penurunan neto, seperti Pajak Pertambahan Nilai Dalam Negeri (PPN DN) dan Pajak Penghasilan Badan (PPh Badan). PPN DN, yang menyumbang Rp 234,16 triliun atau 22,4% dari total penerimaan pajak, mengalami kontraksi neto sebesar 7,8%, meskipun pertumbuhan brutonya masih positif 9,5%. Penurunan ini disebabkan oleh restitusi di sektor industri pengolahan, perdagangan, dan tambang.
Untuk PPh Badan, total penerimaan mencapai Rp 191,85 triliun atau 18,4% dari total penerimaan pajak. Namun, secara neto, penerimaan PPh Badan mengalami penurunan sebesar 33,5%, dan secara bruto turun 23,8%. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan kinerja perusahaan pada tahun 2023 dan penurunan harga komoditas, yang mengakibatkan berkurangnya pembayaran PPh Badan serta peningkatan restitusi.
Di sisi lain, beberapa jenis pajak menunjukkan pertumbuhan positif. PPh 21 mencatatkan penerimaan sebesar Rp 157,82 triliun atau 15,1% dari total penerimaan pajak, dengan pertumbuhan neto 26,6% dan bruto 26,5%. PPh 22 impor mencapai Rp 44,34 triliun atau 4,2% dari total penerimaan pajak, dengan pertumbuhan neto dan bruto masing-masing 5,6%.
PPh Orang Pribadi melaporkan penerimaan sebesar Rp 10,88 triliun, tumbuh 12,1% secara neto dan 12,3% secara bruto. PPh 26 mencatatkan penerimaan Rp 56,17 triliun dengan pertumbuhan neto 5,5% dan bruto 6,6%. PPh Final mencapai Rp 76,55 triliun, dengan pertumbuhan neto 15% dan bruto 13%, membaik dari kontraksi tahun lalu.
Komentar Anda