
Jadi pertumbuhan laba, kredit, itu sejalan dengan pertumbuhan jumlah nasabahnya," kata dia dalam konferensi pers beberapa waktu lalu. Sasmaya menambahkan, SeaBank mencatat rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross sebesar 1,98 persen sampai kuartal II-2024
Adapun total aset SeaBank tercatat senilai Rp 31 triliun, atau meningkat 11 persen secara tahunan dibandingkan akhir 2023. Peningkatan aset tersebut didorong oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 13 persen. Saat ini porsi giro dan tabungan atau current account saving account (CASA) senilai 60 persen dari total portofolio. Sementara itu, Wakil Direktur Utama Seabank, Junedy Liu menuturkan, target nasabah perseroan sampai akhir tahun adalah sekitar 15 juta nasabah. "Kalau dilihat dari pencapaiannya sepertinya cukup achievable," ujar dia. Ia menjelaskan, rata-rata transaksi harian tercatat 3 juta transaksi dengan jumlah perputaran uang mencapai Rp 2 triliun. Jumlah transaksi tersebut berasal dari ekosistem layanan digitalnya, seperti pembayaran pulsa, listrik, multifinance, transfer rekening keluar-masuk, QRIS dan berbagai fasilitas lainnya.
Komentar Anda