
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi di sektor pendidikan mencapai sekitar 2 persen per tahun, yang meliputi biaya sekolah, belanja barang kebutuhan sekolah, dan lain-lain. Namun, inflasi tersebut dapat diatasi dengan strategi perencanaan yang tepat. Pajak.com telah mengumpulkan beberapa strategi untuk menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini beserta rumus perhitungannya.
Untuk menghitung kebutuhan pendidikan anak, pertama-tama, Anda perlu meriset biaya sekolah yang dituju. Kumpulkan informasi tentang biaya masuk, daftar ulang, bulanan, dan lain-lain dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Selain itu, cari informasi tentang kenaikan biaya tiap tahun di sekolah tersebut. Setelah itu, hitung total kebutuhan pendidikan dan lakukan perencanaan keuangan.
Sebagai contoh, jika keluarga sedang menanti kelahiran anak pertama dan ingin menyiapkan dana pendidikan SD, dengan uang pangkal SD swasta favorit di Jakarta sebesar Rp 30 juta dan inflasi 5 persen per tahun, maka dana yang harus disiapkan adalah sebagai berikut:
- Rencana pendidikan SD: Rp 30 juta
- Inflasi: 5 persen
- Periode: 6 tahun x 12 bulan = 72 bulan
Maka, rumus Future Value (FV) = Present Value (PV) x (1+r)n
= Rp 30 juta x (1+0,05) x 6 tahun
= Rp 40,2 juta
Dengan demikian, nilai biaya pendidikan SD untuk masa depan adalah Rp 40,2 juta.
Untuk strategi menyiapkan dana pendidikan anak, Anda dapat mempertimbangkan dua hal:
1. Siapkan tabungan rencana atau tabungan khusus pendidikan anak di bank. Namun, cara ini kurang optimal karena tingkat return produk tabungan pendidikan cenderung kecil atau di bawah tingkat inflasi.
2. Pilih instrumen investasi rutin yang dapat tumbuh di atas inflasi dalam jangka panjang, seperti saham, reksa dana, atau obligasi ritel. Instrumen-instrumen ini memiliki potensi tumbuh di atas tingkat inflasi dalam jangka panjang.
Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU
Komentar Anda