Contact Whatsapp085210254902

Kebutuhan Belanja Makin Tinggi, Penerimaan Pajak Harus Mampu Sustain

Ditulis oleh Administrator pada Senin, 15 Januari 2024 | Dilihat 600kali
Kebutuhan Belanja Makin Tinggi, Penerimaan Pajak Harus Mampu Sustain

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyatakan bahwa pemerintah terus berusaha mempertahankan pertumbuhan penerimaan pajak secara berkelanjutan. Menurut Analis Kebijakan BKF, Mulya Syafnur, pajak masih menjadi pilar utama struktur pendapatan negara. Meskipun dihadapi berbagai tantangan, termasuk moderasi harga komoditas energi, pemerintah berupaya menjaga kelangsungan kinerja penerimaan pajak.

Mulya mengungkapkan harapan agar penerimaan pajak tetap berkelanjutan, artinya tidak terlalu terdampak oleh faktor-faktor yang berada di luar kendali pemerintah. Pernyataannya ini disampaikan dalam program Nyibir Fiskal pada Minggu (14/1/2024).

Dia menekankan pentingnya menjaga penerimaan pajak untuk memenuhi kebutuhan belanja negara yang tinggi. Seiring dengan peningkatan belanja negara, penerimaan pajak juga perlu tumbuh secara berkelanjutan. Mulya menjelaskan bahwa kenaikan harga komoditas global, terutama migas, dapat memberikan keuntungan bagi penerimaan pajak. Namun, di sisi lain, penurunan harga komoditas juga bisa menyebabkan kontraksi dalam penerimaan pajak, seperti yang terjadi tahun sebelumnya.

Pada tahun 2023, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp1.869,2 triliun, tumbuh sebesar 8,9%. Realisasi tersebut melampaui target awal sebesar Rp1.718 triliun atau 102,8%, serta target baru pada Perpres 75/2023 senilai Rp1.818,2 triliun.

Meskipun demikian, penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) migas hanya mencapai Rp68,8 triliun atau 96% dari target, mengalami kontraksi sebesar 11,6% karena dipengaruhi oleh moderasi harga komoditas.

Untuk tahun 2024, penerimaan pajak ditargetkan sebesar Rp1.989 triliun, dengan pertumbuhan 6,4% dari realisasi 2023. Mulya menyebutkan bahwa pemerintah akan berusaha mengurangi ketergantungan pada penerimaan pajak dari sektor migas, dengan mengoptimalkan sektor yang dapat tumbuh secara berkelanjutan. Pemerintah juga berupaya memperluas basis pajak, memperkuat pengawasan kewilayahan, serta membenahi sistem administrasi perpajakan. Sementara itu, insentif pajak terus diberikan untuk mendukung transformasi ekonomi.

"Dengan ini, diharapkan pemerintah dapat mengumpulkan pajak secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan ruang fiskal yang lebih kuat," ujar Mulya.

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU


 

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com