Contact Whatsapp085210254902

Kinerja Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Sepanjang 2023

Ditulis oleh Administrator pada Senin, 08 Januari 2024 | Dilihat 617kali
Kinerja Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Sepanjang 2023

Direktorat Jenderal Pajak (DJP)/Bea Cukai merinci pencapaian dalam pelayanan dan pengawasan selama tahun 2023. Dari segi penerimaan, Bea Cukai berhasil mencapai realisasi sebesar Rp 286,2 triliun atau 95,4 persen dari target yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2023.

Encep Dudi Ginanjar, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, menegaskan bahwa Bea Cukai tetap fokus pada optimalisasi penerimaan negara sambil meningkatkan kinerja pelayanan dan pengawasan. Hal ini terjadi di tengah kondisi global yang tidak pasti, dampak pasca-pandemi COVID-19, situasi geopolitik, dan perlambatan ekonomi global.

"Capaian kinerja ini merupakan hasil dari pelaksanaan program reformasi kepabeanan dan cukai yang berkelanjutan, serta dukungan positif masyarakat terhadap Bea Cukai. Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pengguna jasa yang telah berkontribusi pada pencapaian kinerja Bea Cukai," ungkap Encep.

Bea Cukai terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan dengan merespons keluhan dari pengguna jasa dan masyarakat. Di sisi pelayanan, Bea Cukai aktif mendorong sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat bersaing di pasar internasional melalui fasilitas kepabeanan dan bimbingan ekspor. Fasilitas dan layanan juga diberikan kepada investor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau kawasan berikat.

"Melalui program Klinik Ekspor yang dilaksanakan di seluruh Indonesia, Bea Cukai berhasil mendampingi 3.998 perusahaan UMKM, dan dari jumlah tersebut, 836 perusahaan berhasil melakukan ekspor," tambah Encep.

Bea Cukai juga berhasil mencapai kinerja pengawasan yang positif dalam mendukung ekonomi dan melindungi masyarakat. Penindakan terhadap cukai hasil tembakau (HT) ilegal mencapai 22.042 tindakan dengan barang hasil penindakan (BHP) sejumlah 892,2 juta batang. Sementara itu, penindakan narkotika, prekursor, dan psikotropika (NPP) mencapai 821 tindakan dengan BHP sebanyak 5.531,5 kilogram. Selain itu, terdapat penindakan lainnya terkait minuman mengandung etil alkohol (MMEA), hasil tembakau, hewan, mineral dan batuan, kayu, dan tekstil yang memberikan dukungan ekonomi.

Dalam konteks yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa total penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai mencapai Rp 286,2 triliun. Pencapaian ini terdiri dari penerimaan cukai senilai Rp 221,8 triliun, bea masuk Rp 50,8 triliun, dan bea keluar Rp 13,9 triliun.

"Penurunan penerimaan negara di sektor cukai disebabkan oleh dampak kebijakan pengendalian terhadap minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dan rokok, serta upaya untuk menjaga keberlangsungan industri rokok. Adapun penurunan di sektor bea masuk disebabkan oleh turunnya volume impor, sementara penurunan di sektor bea keluar dipicu oleh penurunan harga sawit dan bauksit, serta dampak kebijakan hilirisasi ekspor," ungkap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 di Kemenkeu.

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU

 

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com