Contact Whatsapp085210254902

BKF Estimasikan Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,2 Persen di 2024

Ditulis oleh Administrator pada Sabtu, 06 Januari 2024 | Dilihat 742kali
BKF Estimasikan Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,2 Persen di 2024

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai 5,2 persen pada tahun 2024. Pemerintah akan terus memonitor berbagai dinamika global, termasuk tingkat suku bunga yang tinggi, peningkatan tensi geopolitik, fragmentasi geoekonomi, volatilitas sektor keuangan yang meningkat, serta risiko debt distress bagi negara-negara dengan tingkat utang tinggi, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan.

Kepala BKF Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu, menekankan bahwa pada tahun 2024, ekonomi global masih akan menghadapi tantangan yang signifikan. Oleh karena itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diharapkan dapat berfungsi sebagai peredam ketegangan dari dinamika perekonomian global. Ia menyatakan bahwa APBN diarahkan untuk menjaga pemulihan ekonomi dan melindungi masyarakat, sambil terus melakukan asesmen terhadap dampak dinamika global pada perekonomian domestik dan meningkatkan kewaspadaan.

Febrio menegaskan bahwa dengan fondasi yang baik pada awal tahun 2024, pemerintah akan berusaha menjaga kondisi fiskal agar tetap sehat. APBN dianggap sebagai bantalan untuk mempertahankan peran sebagai peredam ketegangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tahun 2024. Pada tahun 2023, APBN mencatatkan kinerja positif, dengan pendapatan negara yang melampaui target sebesar Rp 2.774,3 triliun atau 12,6 persen di atas target. Penerimaan pajak yang tumbuh 5,9 persen dan kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang meningkat signifikan mendukung hasil positif tersebut.

Di sisi lain, penyerapan belanja negara terealisasi sebesar Rp 3.121,9 triliun atau 102 persen dari pagu APBN, mencapai 100,2 persen dari Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2023. Belanja negara ini dianggap mampu menopang aktivitas ekonomi, melindungi daya beli, dan mendukung berbagai agenda pembangunan. Keseimbangan primer mencatatkan surplus sebesar Rp 92,2 triliun, yang merupakan surplus pertama sejak tahun 2012. Secara keseluruhan, defisit fiskal pada tahun 2023 mencapai 1,65 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), jauh lebih rendah dari target sebesar 2,8 persen dalam APBN.

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com