Contact Whatsapp085210254902

Penyaluran KUR 2024 Ditargetkan Sebesar 300 T

Ditulis oleh Administrator pada Sabtu, 06 Januari 2024 | Dilihat 756kali
Penyaluran KUR 2024 Ditargetkan Sebesar 300 T

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bagian dari strategi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Target penyaluran KUR tahun 2024 diupayakan mencapai Rp 300 triliun.

Airlangga menyatakan bahwa program KUR, sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan formal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), telah mengalami transformasi menjadi pintu masuk bagi UMKM ke dalam ekosistem keuangan formal. Peningkatan kualitas penyaluran KUR menjadi cermin dari keberhasilan implementasi perubahan kebijakan KUR pada tahun 2023, yang bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan kapasitas usaha UMKM.

Hingga tanggal 26 Desember 2023, penyaluran KUR telah mencapai Rp 255,8 triliun kepada 4,57 juta debitur, dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) yang terjaga pada level 2,03 persen, berada di bawah rata-rata NPL gross nasional sebesar 2,42 persen.

Airlangga mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan jumlah debitur yang bergraduasi dan memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, pemerintah telah menerapkan suku bunga/margin berjenjang bagi debitur KUR berulang sejak tahun 2023. Pada tahun 2024, pemerintah juga telah menyiapkan perubahan dalam peraturan menteri koordinator bidang perekonomian tentang pedoman pelaksanaan KUR.

Salah satu kebijakan yang akan diimplementasikan adalah akses KUR mikro berulang untuk petani dengan luas lahan terbatas, maksimal 20.000 meter persegi. Petani kecil yang menerima KUR akan mendapatkan insentif berupa pengecualian dari pembatasan akses KUR mikro dan suku bunga/margin KUR mikro yang tetap sebesar 6 persen. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memberikan akses pembiayaan yang terjangkau.

Airlangga menambahkan bahwa pada tahun 2024, akan ditambahkan ketentuan mengenai kewajiban penyampaian laporan realisasi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) KUR setiap bulan oleh penyalur, guna mendukung kebijakan KUR yang tepat sasaran dan menjaga efisiensi fiskal pemerintah. Target pemerintah adalah menambah 1,8 juta debitur KUR baru dan memiliki 1,4 juta debitur KUR yang bergraduasi pada tahun 2024, dengan harapan program pemberdayaan UMKM dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja yang lebih masif. Hal ini dianggap sebagai upaya positif untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU

 

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com