
Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, menyatakan niatnya untuk menerapkan pajak khusus bagi 100 orang terkaya di Indonesia. Dalam debat cawapres yang berlangsung akhir pekan lalu, Muhaimin berpendapat bahwa pemerintah seharusnya dapat lebih agresif dalam meningkatkan penerimaan pajak dari kalangan orang kaya di Indonesia. Ia mengusulkan ide untuk memberlakukan pajak bagi 100 orang terkaya sekaligus menurunkan pajak untuk kelas menengah ke bawah.
Thomas Lembong, Co-Captain Tim Nasional Pemenangan Anies-Muhaimin, menjelaskan rencana skema pajak yang akan diterapkan pada orang-orang kaya tersebut. Menurutnya, para orang terkaya di Indonesia akan dikenakan pajak kekayaan atau wealth tax.
Lembong menyatakan bahwa ini lebih menuju pada konsep wealth tax, di mana yang dipajaki adalah harta kekayaan, bukan penghasilannya. Hal ini dikarenakan isu ketimpangan harta dianggap lebih relevan dibandingkan dengan penghasilan.
Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), mengungkapkan bahwa pajak khusus untuk orang-orang kaya sebenarnya sudah diterapkan di beberapa negara seperti Prancis, Norwegia, Spanyol, dan Swiss. Bhima memberikan contoh Norwegia yang menerapkan global net wealth sebagai dasar penghitungan pajak kekayaan. Dalam konsep ini, pajak orang kaya dihitung berdasarkan seluruh aset yang dimilikinya, baik yang disimpan di dalam maupun luar negeri.
Menurut Bhima, penerapan pajak kekayaan total terhadap orang-orang kaya dapat mengatasi kelemahan dalam sistem perpajakan di Indonesia. Dia mencatat bahwa Indonesia selama ini hanya mengejar pajak penghasilan, sementara orang kaya dapat menghindarinya dengan berbagai trik, termasuk memperoleh pendapatan dari investasi. Oleh karena itu, mengejar pajak terhadap total aset orang kaya, termasuk yang berada di luar negeri, dianggap sebagai langkah yang lebih efektif.
Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU
Komentar Anda