
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas sedang menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yang mencakup kerangka ekonomi makro dan faktor risiko yang telah diidentifikasi oleh pemerintah. Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik Bappenas, Eka Chandra Buana, menyampaikan bahwa dalam kurun lima tahun mendatang, terdapat sembilan risiko global yang dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi, termasuk risiko terkait perubahan iklim, cuaca ekstrem, deglobalisasi, krisis lapangan kerja, krisis utang, konfrontasi geoekonomi, risiko keamanan siber, kehilangan biodiversitas, dan meletusnya gelembung aset.
Eka Chandra menyoroti isu-isu jangka menengah, seperti dampak hilirisasi terhadap perekonomian, penuaan populasi di negara maju, dan implementasi standar keberlanjutan global. Ia juga menekankan tantangan transisi energi di Indonesia, di mana 70% listrik berasal dari batu bara. Selain itu, pembangunan jangka panjang menghadapi kendala produktivitas ekonomi domestik, terutama terlihat dari Total Factor Productivity (TFP) Indonesia yang tertinggal dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya.
Chandra menyatakan bahwa RPJMN 2024-2029 menjadi kunci untuk membangun fondasi transformasi di Indonesia. Faktor-faktor seperti pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sekitar 5,6%-6,1% dan peningkatan produktivitas sebesar 50% dalam lima tahun mendatang dijadikan fokus. Untuk mencapai target tersebut, Bappenas merancang strategi yang mencakup investasi langsung yang berorientasi ekspor, skema insentif yang tepat, peningkatan belanja riset dan pengembangan (R&D), peningkatan belanja sumber daya manusia (SDM), serta menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui transformasi tata kelola, kelembagaan, dan regulasi.
Chandra mengidentifikasi sektor pertanian, manufaktur, akomodasi, makanan, dan minuman sebagai sektor-sektor utama yang akan mendominasi pertumbuhan ekonomi dari sisi lapangan usaha. Dia juga menetapkan target pertumbuhan konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, ekspor, dan investasi untuk mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi yang diinginkan. Selain itu, Bappenas menargetkan peningkatan rasio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 14% dari tingkat saat ini yang berada di sekitar 10%.
Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU
Komentar Anda