Contact Whatsapp085210254902

Pengertian CCS 'Carbon Capture Storage' dan Potensinya di Indonesia

Ditulis oleh Administrator pada Rabu, 27 Desember 2023 | Dilihat 921kali
Pengertian CCS 'Carbon Capture Storage' dan Potensinya di Indonesia

Pada Debat Perdana Calon Wakil Presiden (Cawapres) di Jakarta Convention Center (JCC), beberapa paslon menyebut istilah carbon capture and storage (CCS) atau teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon. Apa itu CCS? Bagaimana potensinya di Indonesia? Kami akan mengulasnya untuk Anda.

Apa itu CCS?

Menurut penjelasan resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), CCS adalah teknologi mitigasi pemanasan global yang bertujuan mengurangi emisi CO2 (karbon dioksida) ke atmosfer.

Teknologi CCS melibatkan serangkaian proses terkait, termasuk pemisahan dan penangkapan (capture) CO2 dari sumber emisi gas buang (fuel gas), pengangkutan CO2 tertangkap ke tempat penyimpanan (transportation), dan penyimpanan ke tempat yang aman (storage).

Proses pemisahan dan penangkapan CO2 menggunakan teknologi absorpsi yang sudah dikenal di industri. Pengangkutan CO2 dilakukan melalui pipa atau tanker, sedangkan penyimpanan terjadi di lapisan batuan di bawah permukaan bumi atau dapat diinjeksikan ke dalam laut pada kedalaman tertentu.

Dalam konteks global, CCS juga diartikan sebagai sistem integrasi penangkapan CO2 dari sumber emisi besar, dengan pengangkutan CO2 melalui pipa dan injeksi CO2 ke lokasi penyimpanan geologi.

Negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, Norwegia, Belanda, dan Indonesia telah menerapkan CCS, dengan Indonesia memiliki target membentuk hub CCS untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

CCS melibatkan tiga tahapan utama:

1. Capture (penangkapan): Pemisahan awal CO2 dari bahan bakar atau gas buang, diikuti oleh kompresi menjadi cairan atau fluida superkritis yang siap diangkut. Tahap ini merupakan yang paling mahal.

2. Transport (transportasi): CO2 diangkut menggunakan pipa khusus menuju lokasi penyimpanan.

3. Storage (penyimpanan): CO2 superkritis disuntikkan ke dalam wadah sedimen berpori dan permeabel di bawah permukaan bumi untuk penyimpanan jangka panjang.

Bagaimana potensi CCS di Indonesia?

Data dari PT Pertamina (Persero) menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi penyimpanan CO2 sekitar 400-600 gigaton di depleted reservoir dan saline aquifer. Dengan potensi besar ini, Indonesia dianggap berada di garis depan era industri hijau dan dapat menyimpan emisi CO2 nasional selama 322-482 tahun, dengan puncak emisi diperkirakan mencapai 1.2 gigaton CO2-ekuivalen pada 2030.

Tantangan pengembangan CCS

CCS memerlukan investasi besar, seperti yang terlihat dalam penandatanganan kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan ExxonMobil, yang mencakup investasi sekitar 15 miliar dolar AS. Sebagai perbandingan, proyek CCS Quest di Kanada membutuhkan investasi sekitar 1,35 miliar dolar AS untuk kapasitas 1,2 juta ton CO2 per tahun.

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU

 

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com