
Perekonomian global saat ini telah menjadi kompleks, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya peran kebijakan fiskal untuk mengatasi fragmentasi global. Ia menyatakan bahwa kebijakan fiskal memiliki peran krusial dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil, menjadi instrumen strategis dalam mengelola guncangan dari tingkat global maupun domestik.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa konsolidasi fiskal Indonesia tetap kuat meskipun menghadapi masa-masa pandemi. Saat ini, keseimbangan fiskal Indonesia relatif lebih baik daripada beberapa negara maju dan berkembang lainnya. Fondasi ini dianggap sebagai dasar yang harus dijaga, mengingat berbagai ketidakpastian yang dapat terjadi baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Kebijakan fiskal diharapkan mampu merespons guncangan secara cepat dan tepat waktu, tetapi tetap fokus pada pembangunan fondasi jangka panjang, seperti pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur, dan peningkatan kualitas institusi.
Sri Mulyani juga menyebut beberapa kebijakan fiskal yang diberikan kepada masyarakat, seperti insentif untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian rumah di bawah Rp 5 miliar, serta peningkatan sinergi keuangan antara pusat dan daerah.
Dalam konteks ini, ia mendorong para teknokrat, terutama generasi muda, untuk berkontribusi dalam merumuskan kebijakan di Indonesia. Sri Mulyani berharap agar upaya kritis terus dilakukan untuk mencapai perkembangan dan kemajuan, serta menjadikan Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi dengan dukungan kebijakan yang baik, institusi yang kuat, dan sedikit keberuntungan.
Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU
Komentar Anda