Contact Whatsapp085210254902

DJPB Sumsel Catat Realisasi Pajak Rp 14,15 T per Oktober 2023

Ditulis oleh Administrator pada Kamis, 07 Desember 2023 | Dilihat 795kali
DJPB Sumsel Catat Realisasi Pajak Rp 14,15 T per Oktober 2023

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatra Selatan (Kanwil DJPb Sumsel) mencatat bahwa total penerimaan pajak di Sumsel hingga 31 Oktober 2023 mencapai Rp 14,15 triliun atau 82,6 persen dari pagu yang telah ditetapkan. Pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,0 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Rahmadi Murwanto, Kepala Kantor Kanwil DJPb Sumsel, menyatakan bahwa kinerja penerimaan pajak secara kumulatif mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini dipicu oleh aktivitas perekonomian yang terus tumbuh positif, terutama sebagai dampak dari kebijakan kenaikan tarif PPN sebesar 11 persen. Penambahan setoran PPh 21 dari gaji/bonus/intensif, terutama di sektor industri pengolahan dan pertambangan, juga memberikan kontribusi signifikan, bersama dengan pembayaran SPPT dan ketetapan PBB yang jatuh tempo.

Rahmadi menjelaskan bahwa penerimaan dari kepabeanan dan cukai hingga 31 Oktober 2023 mencapai Rp 279,12 miliar. Bea masuk (BM) mengalami kenaikan sebesar 1,94 persen (YoY), sementara cukai meningkat drastis sebesar 1.243,01 persen (YoY), didorong oleh importasi barang modal.

Peningkatan signifikan juga terlihat pada realisasi barang keluar pada Oktober 2023, yang meningkat sebesar 131,23 persen dibandingkan dengan Oktober 2022. Hal ini disebabkan oleh peningkatan volume ekspor CPO dan tarif Bea keluar untuk komoditi CPO.

Pada bulan yang sama, Pertumbuhan PNBP mengalami pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai Rp 2.136,84 miliar atau 102,36 persen dari target APBN. Penerimaan ini berasal dari PNBP lainnya dan pendapatan BLU, yang digunakan untuk belanja pemerintah pusat dengan manfaat langsung ke sektor-sektor seperti pendidikan, infrastruktur, bantuan sosial, pertanian, dan perlindungan sosial.

Pendapatan daerah di Sumsel hingga 31 Oktober 2023 terealisasi sebesar 67,31 persen dari target penerimaan. Sementara itu, belanja daerah terealisasi sebesar 62,05 persen dari pagu, dengan pertumbuhan positif sebesar 6,86 persen (YoY). Belanja operasi, modal, dan transfer juga mengalami pertumbuhan positif.

Pembiayaan daerah di wilayah Sumsel mencapai realisasi 484,31 persen, tumbuh sebesar 8,68 persen (YoY). Penerimaan pembiayaan tumbuh positif sebesar 11,73 persen, sementara pengeluaran pembiayaan keluarga mengalami pertumbuhan positif sebesar 32,21 persen.

Meskipun beras memiliki dampak signifikan terhadap inflasi di Sumsel baik secara year on year maupun month to month, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini tetap terjaga dengan baik. Aktivitas perekonomian, seperti konsumsi, produksi, dan investasi, hingga Oktober 2023 terus berjalan lancar. Rahmadi menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang solid di Sumsel memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi di Sumatra Selatan dan Indonesia secara keseluruhan, dengan inflasi yang tetap terkendali.

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU

 

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com