
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit anggaran pendapatan belanja negara (APBN) sebesar Rp 700 miliar pada Oktober 2023. Hal ini merupakan kali pertama sepanjang tahun 2023, dengan defisit mencapai 0,003% dari produk domestik bruto (PDB). Defisit APBN adalah selisih antara pendapatan negara dan belanja negara dalam satu tahun anggaran, terjadi ketika pendapatan lebih kecil dari belanja.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa realisasi pendapatan negara mencapai Rp 2.240,10 triliun, naik 2,79% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, realisasi belanja negara lebih tinggi, yaitu Rp 2.240,77 triliun, turun 4,68% pada Oktober 2023. "Realisasi pendapatan negara juga baru mencapai 90,95% terhadap target," kata Sri Mulyani.
Jika diuraikan, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 1.523,70 triliun atau 88,69% dari target, dengan pertumbuhan 5,33% YoY. Penerimaan Kepabeanan dan Cukai sebesar Rp 220,85 triliun, atau 72,84% dari target, mengalami kontraksi 13,60% YoY. Realisasi penerimaan Negara Bukan Pajak mencapai Rp 494,18 triliun, 111,96% dari target, dengan pertumbuhan 3,72% YoY. "Realisasi penerimaan Hibah Rp 1,37 triliun, tumbuh 124,15% YoY," tambahnya.
Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai 73,20% dari pagu. Belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.572,23 triliun, 69,99% dari pagu, mengalami kontraksi 5,94% YoY. Belanja kementerian atau lembaga (K/L) senilai Rp 768,67 triliun, 76,80% dari pagu, naik 1,93% YoY, sedangkan realisasi belanja non-K/L senilai Rp 803,55 triliun, 64,51% dari pagu, turun 12,40% YoY. "Realisasi transfer ke daerah Rp 668,55 triliun, 82,06% terhadap pagu, turun 1,57% YoY," tambahnya.
Berdasarkan realisasi pendapatan dan belanja negara, APBN mengalami defisit sebesar Rp 0,67 triliun atau 0,003% dari PDB, dengan keseimbangan primer surplus sebesar Rp 365,37 triliun. Realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp 168,51 triliun, atau 28,17% dari target.
Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU
Komentar Anda