
Asosiasi Ahli Emisi Karbon Indonesia, yang dikenal sebagai Association of Carbon Emission Experts Indonesia (ACEXI), dibentuk untuk memfasilitasi perkembangan ekosistem dekarbonisasi. Mari kita definisikan dan jelaskan urgensi dekarbonisasi, serta strateginya. Hal ini akan kita ulas berdasarkan sumber yang kompeten.
Apa itu dekarbonisasi?
Dekarbonisasi adalah proses mengurangi emisi karbon ke atmosfer, terutama dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Tujuan utama dekarbonisasi adalah mencapai perekonomian global yang rendah emisi dan mencapai netralitas iklim melalui peralihan energi.
Dekarbonisasi juga bisa didefinisikan sebagai tindakan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang mengandung karbon dalam struktur molekulnya, yang ketika dibakar menghasilkan energi, emisi karbon dioksida, serta polutan dan gas rumah kaca.
Mengapa dekarbonisasi penting?
Bahan bakar fosil, termasuk batu bara, minyak bumi, gas alam, dan lainnya, mengandung unsur kimia yang sama, yaitu karbon (C). Saat dibakar untuk menghasilkan energi, mereka mengeluarkan berbagai emisi karbon dioksida dan polutan.
Emisi ini bervariasi tergantung pada jenis bahan bakar dan teknologi yang digunakan. Semakin banyak karbon dalam bahan bakar, semakin banyak karbon yang dilepaskan ke atmosfer saat pembakaran. Proses ini juga menghasilkan emisi berbahaya lainnya, seperti partikel, karbon monoksida, nitrogen oksida, oksida belerang, dan senyawa organik yang mudah menguap. Semua ini berkontribusi pada perubahan iklim.
Menurut laporan The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) pada tahun 2018, negara-negara yang terletak di daerah tropis dan subtropis, seperti Indonesia, mungkin menghadapi dampak perubahan iklim yang lebih serius. Dampak tersebut meliputi kekeringan, kelangkaan air, kelaparan, penyakit, perubahan suhu ekstrem, kebakaran hutan, dan kerusakan ekosistem.
Lebih parahnya lagi, jika suhu global naik lebih dari 2°C, perkiraan ada hingga 10 juta orang yang harus direlokasi akibat naiknya permukaan air laut dalam beberapa dekade mendatang. Oleh karena itu, dekarbonisasi adalah langkah penting untuk mengurangi konsentrasi karbon di atmosfer.
Strategi dekarbonisasi:
1. Peralihan ke energi terbarukan: Menggantikan bahan bakar fosil dengan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan hidroelektrik merupakan inti dari dekarbonisasi. Sumber-sumber energi terbarukan menghasilkan listrik tanpa emisi gas rumah kaca.
2. Efisiensi energi: Meningkatkan efisiensi penggunaan energi di bangunan, transportasi, dan industri.
3. Elektrifikasi: Menggantikan bahan bakar fosil dengan listrik ramah lingkungan dalam sektor yang biasanya bergantung pada bahan bakar fosil, seperti transportasi.
4. Penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage, CCS): Teknologi CCS menangkap emisi CO2 dari proses industri atau pembangkit listrik dan menyimpannya di bawah tanah untuk mencegah pelepasan ke atmosfer.
5. Penghijauan dan reboisasi: Menanam pohon dan memulihkan hutan untuk meningkatkan penyerapan karbon dan mengimbangi emisi.
6. Prinsip ekonomi sirkular: Meminimalkan limbah dan mendorong daur ulang untuk mengurangi kebutuhan produksi yang energi-intensif.
7. Kebijakan pemerintah: Pemerintah dapat memainkan peran penting dengan menerapkan kebijakan, peraturan, dan insentif yang mendukung dekarbonisasi.
8. Penelitian, inovasi, dan kolaborasi: Mengembangkan teknologi baru seperti penangkapan karbon dan penangkapan udara langsung adalah kunci untuk mencapai tujuan dekarbonisasi yang ambisius, dan kolaborasi akan mempercepat kemajuan dalam hal ini.
Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=0bJotQwfaPFi0P5X
Komentar Anda