Contact Whatsapp085210254902

Bagaimana Nasib Perpajakan di Tangan Gen-Z?

Ditulis oleh Administrator pada Sabtu, 11 November 2023 | Dilihat 1105kali
Bagaimana Nasib Perpajakan di Tangan Gen-Z?

Bagi Generasi Z, atau yang sering disebut Gen Z, literasi saat ini melampaui sekadar kemampuan membaca dan menulis. Gen Z diharapkan memiliki pemahaman yang mendalam tentang teknologi, informasi, serta kemampuan berpikir kritis dan sensitivitas terhadap isu-isu lingkungan dan politik. Dalam era ini, Gen Z dihadapkan pada tuntutan untuk memahami dan mengakses peraturan perpajakan. Hal ini berkaitan erat dengan kewajiban pajak yang memerlukan pengetahuan, kesadaran, dan kepatuhan. Jadi, apakah edukasi pajak penting dalam konteks zaman sekarang dan bagaimana generasi Gen Z mempengaruhi perpajakan?

Signifikansi Edukasi Pajak

Penting bagi Gen Z untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang literasi perpajakan, termasuk pengetahuan mengenai peraturan pajak, fungsi pajak, sistem perpajakan, dan jenis-jenis pajak. Wajib pajak, termasuk Gen Z, diharapkan memiliki pengetahuan pajak yang memadai. Di tengah maraknya penggunaan media sosial dan kurangnya minat dalam literasi, terdapat risiko besar terkait dengan berita perpajakan yang dapat menyesatkan. Oleh karena itu, edukasi perpajakan menjadi sangat penting untuk mengatasi berita palsu dan memastikan pemahaman yang akurat.

Dampak Edukasi Pajak

Berdasarkan Roadmap Inklusi Kesadaran Pajak yang disusun oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), dampak utama dari edukasi pajak akan dirasakan pada tahun 2060, yang dianggap sebagai "masa kejayaan." Sebelum mencapai masa ini, DJP membaginya menjadi empat fase, yaitu Masa Edukasi (2015-2030), Masa Pergerakan (2030-2045), Masa Kesejahteraan (2045-2060), dan Masa Kejayaan (2060 dan seterusnya).

Dampak yang paling dekat terjadi selama fase Masa Pergerakan. Dalam fase ini, diharapkan terjadi gerakan mahasiswa yang mendorong reformasi dalam tata kelola keuangan negara dan memasukkan aspek perpajakan dalam reformasi hukum pemerintah dan sektor swasta setelah mempelajarinya selama fase Masa Edukasi. Selanjutnya, saat memasuki Masa Kesejahteraan, diharapkan bahwa pemimpin nasional dan daerah akan menganggap pajak sebagai kebutuhan negara, dan sistem perpajakan akan terintegrasi dengan baik antara lembaga pemerintah dan swasta. Warga negara juga akan merasa malu jika mereka tidak memenuhi kewajiban perpajakan. Pada akhirnya, dalam fase Masa Kejayaan, tingkat kesadaran perpajakan warga negara akan tinggi, dan pendapatan pajak akan memberikan kesejahteraan bagi penduduk.

Dengan peningkatan pengetahuan Gen Z tentang pajak, dampak jangka panjangnya adalah peningkatan pendapatan negara dari sektor perpajakan. Edukasi pajak tidak hanya berdampak pada pendapatan negara, tetapi juga berkontribusi pada reformasi sistem tata kelola keuangan negara.

Upaya Mengedukasi Pajak

Sejak diberlakukannya reformasi pajak pada tahun 1983, sistem pemungutan pajak di Indonesia berubah dari Official Assessment System menjadi Self Assessment System, di mana Wajib Pajak diharapkan dapat menghitung dan melaporkan pajak secara mandiri. Namun, ini memberikan tantangan baru bagi sebagian masyarakat yang mungkin tidak paham cara menghitung pajak. Meskipun ada aplikasi pembayaran pajak yang memudahkan, edukasi mengenai perhitungan dan pelaporan pajak yang benar tetap diperlukan.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah melakukan beberapa upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang perpajakan. Pertama, melalui program Inklusi Pajak yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pajak melalui sektor pendidikan, seperti kurikulum, perpustakaan, pembelajaran, dan kegiatan siswa. Selain itu, program Pajak Bertutur juga dilaksanakan untuk menciptakan siswa yang memahami pajak dan dapat menjadi generasi yang taat pajak.

Kedua, program relawan pajak memanfaatkan orang-orang yang secara sukarela berperan aktif dalam kegiatan edukasi pajak dan membantu masyarakat dalam melaporkan SPT tahunan.

Ketiga, pemanfaatan media sosial dalam mengedukasi masyarakat. Media sosial adalah alat yang efektif untuk menciptakan konten edukasi dalam berbagai bentuk, seperti infografis, artikel, dan video kreatif, yang dapat menarik perhatian khususnya Gen Z dalam memahami perpajakan.

Dengan demikian, edukasi perpajakan menjadi penting bagi Gen Z untuk mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045 dan mencetak generasi yang mampu mengelola perpajakan dengan baik, memperkaya negara, dan bersaing dalam kancah global.

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini.

https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=0bJotQwfaPFi0P5X

 

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com