
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia sedang memperkuat komitmennya dalam mengembangkan ekonomi sirkular. Salah satu tindakan yang mereka lakukan adalah menandatangani nota kesepahaman dengan Yayasan Bambu Lestari. Tetapi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan ekonomi sirkular, dan apa manfaatnya bagi masyarakat? Simak artikel berikut ini.
Apa yang dimaksud dengan ekonomi sirkular?
Ekonomi sirkular adalah suatu sistem atau model ekonomi yang bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sambil mempertahankan nilai produk, bahan, dan sumber daya dalam ekonomi selama mungkin. Tujuannya adalah untuk mengurangi dampak sosial dan lingkungan yang disebabkan oleh pendekatan ekonomi linear yang menghasilkan limbah dan kerusakan. Ekonomi sirkular tidak hanya berfokus pada daur ulang limbah, tetapi juga mencakup berbagai tindakan di berbagai sektor ekonomi, seperti penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan pengurangan emisi karbon.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga mendefinisikan ekonomi sirkular sebagai pendekatan ekonomi berbasis sistem yang memaksimalkan penggunaan dan nilai tambah dari bahan mentah, komponen, dan produk, dengan tujuan mengurangi limbah yang tidak digunakan atau dibuang ke tempat pembuangan akhir. Penerapan ekonomi sirkular dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang lebih tinggi daripada pendekatan bisnis konvensional.
Manfaat implementasi ekonomi sirkular bagi masyarakat
Implementasi ekonomi sirkular dapat memberikan sejumlah manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial yang signifikan pada tahun 2030, menurut proyeksi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Beberapa manfaatnya termasuk:
1. Peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB): Ekonomi sirkular berpotensi memberikan tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp 593 triliun hingga Rp 638 triliun. Ini berarti ada potensi pertumbuhan ekonomi dari bisnis yang menerapkan prinsip ekonomi sirkular.
2. Pengurangan Limbah: Implementasi ekonomi sirkular dapat mengurangi limbah di setiap sektor sebesar 18-52 persen dan menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru. Dari jumlah tersebut, tiga perempatnya adalah peluang kerja untuk perempuan dengan peluang yang lebih baik pada tahun 2030.
3. Pengurangan Emisi Karbon dan Penghematan Air: Ekonomi sirkular dapat mengurangi emisi CO2 hingga 126 juta ton dan menghemat penggunaan air hingga 6,3 miliar meter kubik. Ini akan berdampak positif pada kualitas udara dan air, serta meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Dengan demikian, implementasi ekonomi sirkular memiliki potensi untuk memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat, termasuk pertumbuhan ekonomi, pengurangan limbah, penciptaan lapangan kerja, dan perlindungan lingkungan.
Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini.
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=u-_QSwMTMvdNLOh6
Komentar Anda