Contact Whatsapp085210254902

Definisi dan Penyebab Inflasi

Ditulis oleh Administrator pada Senin, 06 November 2023 | Dilihat 951kali
Definisi dan Penyebab Inflasi

Menteri Keuangan dan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati optimistis bahwa inflasi akan tetap terkendali hingga akhir tahun 2023. Hal ini didasarkan pada data Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2023 yang menunjukkan tingkat rendah (2,56 persen) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Untuk memahami lebih lanjut tentang inflasi, Artikel ini akan menjelaskan konsep inflasi dan faktor-faktor penyebabnya berdasarkan penjelasan yang diberikan oleh Bank Indonesia (BI).

Apa yang dimaksud dengan inflasi?
Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan berkelanjutan dalam jangka waktu tertentu. Inflasi terjadi ketika harga-harga berbagai barang dan jasa naik secara luas, bukan hanya pada satu atau dua produk tertentu. Kenaikan harga yang terjadi pada satu atau dua produk saja tidak dianggap sebagai inflasi, kecuali jika kenaikan tersebut memengaruhi harga barang dan jasa lainnya. Sebaliknya, deflasi adalah kondisi sebaliknya, yaitu penurunan umum dan berkelanjutan dalam harga barang dan jasa.

Inflasi yang rendah dan stabil merupakan faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ini pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Proses penghitungan tingkat inflasi dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Secara teknis, BPS melakukan survei untuk mengumpulkan data harga berbagai barang dan jasa yang dianggap mewakili belanja konsumen. Data ini digunakan untuk menghitung tingkat inflasi dengan membandingkan harga-harga saat ini dengan periode sebelumnya.

Apa indikator yang digunakan untuk mengukur inflasi?
Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Berdasarkan penggolongan Konsumsi Individu Menurut Tujuan Pengeluaran (COICOP) 2018, IHK dibagi menjadi 11 kelompok pengeluaran, termasuk makanan, pakaian, perumahan, kesehatan, transportasi, pendidikan, dan lainnya.

Selain penggolongan berdasarkan COICOP, BPS juga mempublikasikan data inflasi berdasarkan penggolongan lain yang disebut disagregasi inflasi. Disagregasi inflasi digunakan untuk mengukur pengaruh dari faktor-faktor fundamental, termasuk inflasi inti (yang cenderung stabil dan dipengaruhi oleh faktor fundamental) dan inflasi non-inti (yang lebih volatil karena dipengaruhi oleh faktor selain fundamental).

Apa penyebab inflasi?
Inflasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk:

1. Tekanan dari sisi penawaran (cost-push inflation): Ini terjadi ketika inflasi disebabkan oleh peningkatan biaya produksi. Faktor penyebab termasuk depresiasi nilai tukar mata uang, dampak inflasi dari negara mitra dagang atau pasar global, peningkatan harga komoditas yang diatur pemerintah, dan perubahan penawaran akibat bencana alam atau gangguan distribusi.

2. Tekanan dari sisi permintaan (demand-pull inflation): Ini terjadi ketika inflasi disebabkan oleh peningkatan permintaan yang melampaui ketersediaan barang dan jasa. Hal ini bisa terjadi jika ekonomi beroperasi di atas kapasitas penuhnya, menyebabkan peningkatan harga.

3. Ekspektasi inflasi: Ekspektasi masyarakat dan pelaku ekonomi terhadap inflasi di masa depan dapat memengaruhi perilaku konsumen, investor, dan lainnya. Ada dua jenis ekspektasi inflasi, yaitu ekspektasi inflasi adaptif yang didasarkan pada pengalaman masa lalu, dan ekspektasi inflasi forward-looking yang didasarkan pada analisis dan perkiraan faktor-faktor ekonomi di masa depan.

Faktor-faktor ini dapat berkontribusi pada kenaikan harga secara umum dan menjadi penyebab inflasi.

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini.

https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=i3s_R6uqFiLVbDzl

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com