Contact Whatsapp085210254902

BI Luncurkan Aplikasi Satu Wakaf Indonesia

Ditulis oleh Administrator pada Selasa, 31 Oktober 2023 | Dilihat 561kali
BI Luncurkan Aplikasi Satu Wakaf Indonesia

Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan aplikasi Satu Wakaf Indonesia pada acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2023 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan pengenalan aplikasi Satu Wakaf Indonesia sebagai inovasi baru yang ditampilkan pada edisi ke-10 Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). Seperti yang sudah diketahui, acara ISEF setiap tahunnya menampilkan produk inovatif dan desain strategis baru untuk memajukan ekonomi syariah nasional.

"Melalui platform aplikasi Satu Wakaf Indonesia, warga Indonesia sekarang dapat melakukan wakaf dengan lebih mudah, praktis, dan efisien. Cukup dengan membuka aplikasi Satu Wakaf Indonesia, individu dapat memberikan sumbangan wakaf pada platform terintegrasi yang dapat diakses di seluruh Indonesia. Jadi, di masa depan, siapa pun dapat dengan mudah melakukan wakaf dengan menggunakan platform ini, memilih proyek, kapan pun, di mana pun. Rincian seperti lembaga zakat yang terlibat, dapat dilihat di sana, dan pembayaran atau kontraknya dapat diproses secara daring," Perry menjelaskan dalam pidatonya, 30/10).

Selain itu, Kepala Grup Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Wahyu Purnama, menyatakan dukungan terhadap perbankan syariah untuk mengelola likuiditas dengan efektif dan efisien. Salah satu inisiatif untuk mencapai tujuan ini adalah perluasan instrumen Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA). Ini sejalan dengan pilar kedua Blueprint Pengembangan Ekonomi Syariah BI, yaitu mendalamnya pasar keuangan syariah.

"Dalam SiPA Tipe I dan Tipe II, sebagai instrumen yang aman, instrumen-ini dapat mengurangi risiko. Dengan demikian, bank syariah dapat mengelola likuiditas mereka dengan risiko yang lebih rendah, membuatnya lebih aman dan lebih kompetitif. Pengembangan ini memperhatikan lanskap yang semakin beragam dalam industri keuangan syariah," Wahyu menjelaskan.

Untuk memfasilitasi hal ini, BI menandatangani beberapa Memorandum of Understanding (MoU) dengan bank-bank syariah, unit usaha syariah (UUS), dan bank kustodian, dengan total nilai perjanjian sekitar Rp 6 triliun.

"Melalui kerjasama berbagai lembaga yang memperkaya lanskap industri keuangan syariah Indonesia, kami berharap pembiayaan syariah akan terus tumbuh," Wahyu menjelaskan.

Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Hery Gunardi, memberikan apresiasi terhadap dukungan dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan keuangan syariah melalui penguatan makroprudensial.

Dalam hal kesepakatan bisnis dan pembiayaan, bank-bank syariah terlibat dalam kerjasama inklusi keuangan melalui berbagai transaksi. Ini termasuk penandatanganan sertifikat pengelolaan dana berdasarkan prinsip syariah antarbank, transaksi repo syariah berdasarkan prinsip syariah, sertifikat perdagangan komoditas berdasarkan perdagangan syariah antarbank, bank kustodian, dan pengelolaan dana dalam bentuk reksadana syariah, serta penyaluran pembiayaan.

"Asbisindo, sebagai konsorsium bank syariah, mendukung upaya konstruktif BI melalui ISEF untuk memperkuat ekonomi syariah di Indonesia," ungkap Hery.

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini.

https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=kFS9elLymfzx28w-

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com