Contact Whatsapp085210254902

Virtual Influencer vs Manusia

Ditulis oleh Administrator pada Selasa, 31 Oktober 2023 | Dilihat 720kali
Virtual Influencer vs Manusia

Bagi pengguna media sosial, istilah konten kreator, selebgram, YouTuber, dan pemengaruh (influencer) sudah menjadi hal yang akrab. Para selebritas di media sosial ini memiliki pengaruh besar terhadap audiens mereka dan dapat memengaruhi perilaku konsumen, tren, dan opini publik. Namun, baru-baru ini muncul tren fenomena yang disebut sebagai "virtual influencer." Keberadaan pemengaruh virtual ini disebut-sebut memiliki potensi untuk menggantikan pemengaruh manusia di masa depan karena beberapa alasan. Namun, apakah ini benar? Mari kita lebih mendalam tentang pemengaruh virtual, bagaimana mereka beroperasi, serta kelebihan dan kekurangannya di era yang semakin canggih ini.

Apa itu dan bagaimana cara kerja "virtual influencer"?

Pemengaruh virtual, atau yang sering disebut sebagai karakter virtual, adalah karakter fiktif yang diciptakan dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan grafis komputer untuk berinteraksi dengan pengguna media sosial. Karakter virtual ini memiliki penampilan, kepribadian, dan gaya hidup yang sangat mirip dengan manusia di dunia nyata, sehingga mampu menarik perhatian jutaan pengikut di berbagai platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan lainnya.

Bagi yang masih baru dalam dunia pemengaruh virtual, mungkin akan sulit membedakan antara karakter digital ini dengan manusia nyata karena tingkat kemiripannya yang sangat tinggi. Yang menarik, karakter virtual yang populer sering kali dapat menjalin kerjasama dengan berbagai merek dan perusahaan untuk mempromosikan produk atau layanan melalui konten media sosial.

Hal ini tentu menghasilkan pendapatan besar bagi pemilik akun karakter digital tersebut. Salah satu contoh pemengaruh virtual yang terkenal adalah Imma dari Tokyo, Jepang. Imma, yang dibuat oleh AWW Inc., pertama kali muncul pada tahun 2018 di akun Instagram @imma.gram dan memiliki hampir 400 ribu pengikut. Akun dengan tanda centang biru ini telah bermitra dengan merek terkenal seperti Nike, Balenciaga, Dior, Levi’s, IKEA, dan Porsche.

Contoh lainnya adalah Shudu, model digital super dan ikon fesyen dari Afrika yang telah merebut perhatian dunia mode. Shudu diciptakan oleh pendiri The Digitals Agency, Cameron James, di Inggris pada April 2017. Sebagai pemengaruh virtual, Shudu telah bermitra dengan majalah Vogue, Cosmopolitan, Balmain, Smart Car, dan merek terkemuka lainnya. Ada juga Lil Miquela, seorang pemengaruh virtual asal Los Angeles, AS, yang fokus pada dunia fesyen. Wanita digital berusia 19 tahun ini tampil di akun Instagramnya dengan nama @LilMiquela dan diikuti oleh 2,8 juta pengikut.

Miquela sering berpartisipasi dalam acara fesyen eksklusif bersama pemengaruh lainnya dan menjadi duta merek untuk berbagai merek terkenal. Dikabarkan bahwa Miquela dapat menghasilkan puluhan juta dolar AS per tahun melalui berbagai perannya yang virtual.

Di balik layar, pemengaruh virtual ini diciptakan dan dikelola oleh tim kreatif yang terdiri dari desainer, penulis, dan seniman 3D. Tim kreatif ini bertanggung jawab untuk menciptakan dan mengembangkan karakter pemengaruh virtual, mulai dari penampilan fisik, pakaian, suara, hingga latar belakang cerita.

Tim kreatif juga merencanakan konten yang akan diunggah oleh pemengaruh virtual, termasuk tema, gaya, caption, hashtag, dan interaksi dengan pengikut. Jika karakter virtual ini berhasil menjalin kemitraan dengan merek, tim kreatif akan menyesuaikan konten dengan keinginan dan kebutuhan klien untuk memastikan keselarasan dengan strategi pemasaran perusahaan.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Pemengaruh Virtual?

Pemengaruh virtual memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Kelebihan pemengaruh virtual meliputi kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan berbagai situasi dan tren, fleksibilitas dalam mengubah penampilan dan perilaku sesuai keinginan, tingkat keterlibatan yang tinggi dengan pengikut mereka, serta potensi pendapatan yang besar dari berbagai sumber.

Selain itu, produksi pemengaruh virtual cenderung lebih mudah dan ekonomis karena tidak memerlukan biaya seperti menyewa perias, mencari tempat pemotretan, atau perjalanan. Mereka juga dapat aktif 24 jam sehari dan dapat berada di beberapa tempat secara bersamaan, memberikan potensi tambahan untuk menarik perhatian dan keandalan.

Namun, pemengaruh virtual juga memiliki beberapa kekurangan, seperti kurangnya keaslian, kredibilitas, dan emosi yang dapat dirasakan oleh audiens. Misalnya, jika pemengaruh virtual tidak menggunakan produk yang mereka promosikan, bagaimana konsumen bisa percaya pada rekomendasi mereka? Misalnya, Imma tidak dapat benar-benar memakai produk Dior di tubuhnya yang tidak nyata.

Pemengaruh virtual juga dapat berdampak negatif pada kesehatan mental anak-anak dan mengancam pekerjaan model manusia. Mereka dapat menjadi ancaman nyata bagi pemengaruh manusia yang telah lama berkecimpung di dunia media sosial, termasuk tim pendukung yang biasanya terlibat dalam sesi foto fesyen seperti perias, penata rambut, dan penata busana.

Namun, apakah pemengaruh virtual akan menggantikan pemengaruh manusia di masa depan? Kemungkinan tidak, karena manusia tetap memiliki keunikan yang tidak dapat digantikan oleh karakter virtual. Pemengaruh manusia mampu memberikan koneksi, kepercayaan, dan empati yang lebih dalam kepada pengikut mereka melalui keaslian, kredibilitas, dan emosi yang nyata. Oleh karena itu, keduanya mungkin akan berdampingan dan saling melengkapi peran mereka di masa depan.

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini.

https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=kFS9elLymfzx28w-

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com