Contact Whatsapp085210254902

Pendapatan Negara Positif, APBN Surplus Rp 67,7 T

Ditulis oleh Administrator pada Senin, 30 Oktober 2023 | Dilihat 634kali
Pendapatan Negara Positif, APBN Surplus Rp 67,7 T

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap positif, dengan mencatatkan surplus sebesar Rp 67,7 triliun atau sekitar 0,32 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) hingga September 2023. Kelebihan anggaran ini disebabkan oleh pendapatan negara yang mengalami pertumbuhan positif.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa hingga September 2023, APBN berada dalam kondisi yang baik dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Bahkan, ada beberapa tren yang menunjukkan perkembangan yang positif. Surplus APBN terbentuk karena pendapatan negara melebihi realisasi belanja negara. Pendapatan negara pada bulan September 2023 mencapai Rp 2.035,6 triliun atau sekitar 82,6 persen dari target yang tercantum dalam Undang-Undang APBN Tahun 2023. Hal ini menandakan pertumbuhan sebesar 3,1 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sementara itu, realisasi belanja negara telah mencapai Rp 1.967,9 triliun atau tumbuh sebesar 2,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang sebesar Rp 1.913,7 triliun. Realisasi belanja ini telah mencapai 64,3 persen dari total anggaran yang tercantum dalam APBN 2023.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa berdasarkan kondisi pendapatan dan belanja tersebut, APBN mencatat surplus sebesar Rp 67,7 triliun atau sekitar 0,32 persen dari PDB, dengan saldo primer sebesar Rp 389,7 triliun.

Meskipun demikian, Sri Mulyani mengingatkan semua pihak untuk tetap waspada mengingat ketidakpastian global. Perekonomian global masih dalam situasi yang rapuh akibat ketidakpastian situasi geopolitik, meningkatnya inflasi dan suku bunga, perlambatan ekonomi Republik Rakyat Tiongkok (RRT), ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat (AS), volatilitas harga komoditas, serta perubahan iklim.

Menurut Sri Mulyani, risiko dan ketidakpastian, terutama dari tingkat global, semakin meningkat, dan hal ini dapat berdampak negatif di dalam negeri, termasuk pada nilai tukar, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi. Volatilitas di pasar keuangan juga dapat memengaruhi sektor riil.

Dalam situasi global yang dinamis dan penuh tantangan, Sri Mulyani menganggap bahwa aktivitas ekonomi Indonesia masih stabil, meskipun perlu mewaspadai dampak dari perlambatan ekonomi global dan konflik geopolitik yang berlanjut. APBN diharapkan dapat tetap kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi, melindungi warga negara, dan memberikan manfaat yang signifikan.

Sri Mulyani juga menyoroti beberapa langkah kebijakan APBN yang diambil untuk menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi di tengah tantangan global, termasuk faktor El Nino dan upaya-inisiatif seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com