
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa PLN telah bersiap untuk menjadi pemain besar dalam perdagangan karbon dengan melantai di Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon). PLN berencana membuka hampir 1 juta ton CO2 sebagai bagian dari komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan emisi dan mempercepat transisi energi. PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah siap memimpin upaya penurunan emisi melalui peran aktif di Bursa Perdagangan Karbon di Indonesia.
PLN juga telah meraih Sertifikat Penurunan Emisi (SPE) pertama di Indonesia melalui mekanisme non-konversi internasional, menunjukkan keseriusannya dalam memimpin perdagangan karbon. Mereka juga telah meluncurkan aplikasi PLN Climate Click yang khusus digunakan untuk perdagangan karbon, suatu hal yang belum dimiliki oleh perusahaan lain. PLN juga terlibat dalam perdagangan karbon secara langsung dengan menghimpun berbagai aspek seperti perdagangan emisi, off-set emisi, dan perdagangan off-set melalui bursa. PLTGU Blok 3 Muara Karang, unit pembangkit listrik berbahan bakar gas pertama di Indonesia, akan memimpin langkah PLN masuk ke Bursa Karbon Indonesia.
PLN sedang membangun skenario transisi energi yang ambisius, termasuk pengembangan energi terbarukan hingga 75% hingga tahun 2040, dengan 25% di antaranya berasal dari gas alam. Sebagai BUMN, PLN berkomitmen untuk terus berinovasi dan menjalankan misi besar mereka. Mereka memiliki visi menjadi perusahaan listrik terkemuka di Asia Tenggara, dengan agenda transformasi yang mencakup aspek green, lean, inovatif, dan berfokus pada pelanggan.
Komentar Anda