
PT Bank Mandiri Tbk mengumumkan akuisisi unit karbon setara dengan 3.000 ton CO2 pada saat perdagangan perdana di Bursa Karbon Indonesia. PNRE, yang merupakan bagian dari Pertamina New and Renewable Energy, menjadi penyedia utama unit karbon di Bursa Karbon Indonesia, dan menyediakan unit karbon dari Proyek Lahendong Unit 5 dan Unit 6 PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Pada perdagangan perdana, Bursa Karbon Indonesia mencatat transaksi efek bursa karbon senilai Rp 29,2 miliar.
Bank Mandiri juga memiliki portofolio berkelanjutan yang mendominasi beberapa sektor, antara lain sektor pertanian berkelanjutan senilai Rp 95,6 triliun, energi terbarukan senilai Rp 8,9 triliun, produk ramah lingkungan senilai Rp 4,7 triliun, transportasi bersih senilai Rp 3,2 triliun, dan sektor hijau lainnya senilai Rp 2,8 triliun.
Selain akuisisi unit karbon, Bank Mandiri telah menerapkan langkah-langkah dan inovasi untuk mendukung keberlanjutan, seperti meluncurkan pelacakan karbon digital menggunakan kendaraan listrik sebagai sarana operasional, pemasangan panel surya, inisiatif karbon insetting melalui restorasi dan konservasi lahan, serta mendorong efisiensi energi. Bank Mandiri juga telah mengembangkan produk instrumen keuangan untuk mendukung transisi ke ekonomi rendah karbon di Indonesia.
Komentar Anda