
Menurut Rhenald Kasali, seorang akademisi dan praktisi bisnis, kemampuan yang diperlukan oleh generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan tidak hanya sebatas kepintaran. Pendiri Rumah Perubahan ini menyebutkan ada lima kompetensi yang sangat penting untuk dimiliki oleh anak muda.
Rhenald melakukan analisis terhadap banyak tantangan yang dihadapi saat ini dan yang akan datang, seperti artificial living dengan genetically modified organisms (GMO), environment, social, governance (ESG), perubahan populasi yang drastis (disrupsi), teknologi deep fake dan penyebaran berita palsu (hoax), uji validitas dan reliabilitas, kekurangan bakat global, serta efek kupu-kupu (butterfly effect).
Dia menyatakan bahwa ada lima kompetensi yang harus dimiliki oleh anak muda. Pertama, conversational intelligence, yang berbasis riset dan ilmu neuroscience, memiliki kekuatan untuk memperkuat hubungan, mengubah tim, dan membentuk masa depan untuk mencapai kesuksesan bersama.
Kedua, kreativitas dan berpikir kritis, yaitu kemampuan untuk menganalisis informasi dengan menghubungkannya dengan data dan/atau informasi lainnya untuk menghasilkan ide-ide baru. Berpikir kreatif mencakup munculnya gagasan baru atau inovasi untuk memecahkan masalah, sementara berpikir kritis menjadi bahan bakar bagi individu untuk berpikir kreatif.
Ketiga, kemampuan lintas budaya dan kewarganegaraan, yaitu kemampuan untuk berfungsi secara efektif di tengah berbagai budaya, serta berpikir dan bertindak dengan tepat dalam konteks tersebut.
Keempat, literasi digital, yaitu kemampuan untuk merespons peluang dan tantangan era digital.
Kelima, kemampuan membangun ekosistem melalui kolaborasi.
Rhenald menyimpulkan bahwa kelima kompetensi ini mengacu pada kemampuan menjalin komunikasi yang baik dan memiliki daya kreativitas serta pemikiran kritis di era informasi yang melimpah akibat digitalisasi.
Komentar Anda