
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menarik utang sebesar Rp198 triliun dalam 8 bulan terakhir, yaitu Januari - Agustus 2023. Realisasi ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 atau year on year (yoy).
Januari-Agustus 2022 realisasi pembiayaan mencapai Rp 332 triliun. Maka dari itu, ada penurunan sebesar 40,4%
Pendapatan negara yang masih tumbuh 3,2% secara tahunan (year on year) menjadi Rp1.821,9 triliun. Sedangkan belanja juga tumbuh 1,1% menjadi Rp1.674,7 triliun.
Dalam rinciannya, Sri Mulyani menuturkan pembiayaan yang sudah dilakukan meliputi penerbitan surat berharga negara (SBN) telah dilakukan sebesar Rp183 triliun atau kontraksi 42,3% dan pinjaman sebesar Rp15 triliun tumbuh 2,6%.
Kehati-hatian dalam penerbitan surat utang adalah bagian dari antisipasi perekonomian global yang penuh ketidakpastian dalam beberapa waktu terakhir.
Komentar Anda