
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di bawah Presidensi India, di New Delhi. Ia mengungkapkan, ada beberapa isu yang menjadi prioritas dan kesepakatan negara G20. Salah satunya, KTT G20 India sepakati implementasi dua pilar perpajakan global segera.
Indonesia menekankan bahwa implementasi dua pilar secara bersamaan sangat penting dalam reformasi sistem perpajakan internasional. Karena akan memberikan jaminan terhadap keadilan, hak pemajakan antar negara, dan memberantas praktik penghindaran pajak melalui Base Erosion and Profit Shifting (BEPS).
Para pemimpin G20 juga berkomitmen untuk memperkuat arsitektur kesehatan global untuk menghadapi pencegahan, kesiapsiagaan dan respon (prevention, preparedness and response/PPR) pandemi melalui peningkatan kolaborasi antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di bawah Satuan Tugas Gabungan Keuangan dan Kesehatan. Para pemimpin G20 menyambut baik suksesnya alokasi pendanaan atas proposal putaran pertama oleh dana pandemi, yang diinisiasi dan diluncurkan saat Presidensi G20 Indonesia dan menantikan putaran kedua akhir tahun 2023.
Indonesia menyampaikan bahwa pengumpulan pembiayaan untuk pendanaan transisi selama ini belum pernah berhasil. Di sisi lain, Indonesia berkepentingan besar atas terbentuknya ekosistem transisi dunia dalam rangka menyediakan pembiayaan yang cukup untuk mendukung Indonesia mencapai target nationally determined contribution (NDC) dan menuju pembangunan rendah karbon.
Komentar Anda