
Presiden Joko Widodo bertemu Presiden Republik Kenya William Ruto di State House, Nairobi, Republik Kenya, (21/8). Pertemuan bilateral ini membahas sejumlah kerja sama dalam pelbagai sektor melalui pembentukan Preferential trade agreement (PTA). Jokowi pun meminta dukungan Presiden Ruto agar rencana investasi PT Pertamina (Persero) pada sektor panas bumi di Kenya dapat segera terealisasi sebesar 1,5 miliar dollar AS.
Jokowi dan Presiden Ruto juga membahas beberapa hal, seperti peningkatan perdagangan yang mencapai 507 juta dollar AS pada tahun 2022, hingga potensi kerja sama untuk pembuatan produk vaksin, obat-obatan, dan farmasi.
Secara simultan, ia juga mendorong agar kedua negara saling memperkokoh semangat di tengah kondisi ketidakpastian global yang terjadi saat ini. Menurut Jokowi, sudah saatnya dunia mendengarkan kepentingan negara-negara berkembang, termasuk hak untuk melakukan lompatan pembangunan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memastikan, Pertamina melalui anak usahanya Pertamina International Exploration and Production (PIEP) dan Pertamina Geothermal Energy (PGE) telah menjajaki peluang kerja sama dan melakukan kesepakatan dengan perusahaan energi di Kenya. Kerja sama itu berupa pengembangan potensi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) dan panas bumi.
Ia memastikan, dalam setiap kerja sama yang dilakukan Pertamina Group, akan diutamakan sinergi yang menguntungkan bagi negara Indonesia.
Komentar Anda