
PT Surveyor Indonesia telah mengumumkan kesiapannya untuk memberikan pendampingan kepada sektor swasta yang ingin memanfaatkan bursa karbon. Direktur Utama, M. Haris Witjaksono, dengan yakin menyatakan bahwa Surveyor Indonesia telah bersiap untuk menghadapi era perdagangan karbon.
Secara singkat, Surveyor Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang inspeksi dan audit, pengujian dan analisis, sertifikasi, konsultasi, dan pelatihan. Perusahaan ini merupakan bagian dari Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikenal dengan nama IDSurvey. Layanan yang diberikan oleh Surveyor Indonesia berfokus pada sektor-sektor seperti industri minyak, gas, energi terbarukan, mineral, batu bara, lingkungan, infrastruktur, serta institusi dan pemerintahan.
Sebagai informasi tambahan, saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyelesaikan Peraturan OJK (POJK) terkait penyelenggaraan bursa karbon yang dijadwalkan akan diresmikan pada bulan September 2023. Secara umum, bursa karbon akan mengatur perdagangan dan pencatatan kepemilikan unit karbon berdasarkan mekanisme pasar untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui transaksi jual beli unit karbon.
Haris memastikan bahwa Surveyor Indonesia telah mempersiapkan berbagai infrastruktur pendukung yang diperlukan untuk merespons bursa karbon, termasuk menunggu skema yang berkaitan dengan mekanisme pasar karbon yang akan diterapkan di dalam negeri.
Selain itu, Surveyor Indonesia juga memiliki target untuk memberikan kontribusi kepada negara dengan membayarkan dividen sebesar Rp 44 miliar pada tahun 2023, yang merupakan tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah dividen yang dibayarkan pada tahun 2022.
Komentar Anda